
Marsya kemudian mendekati Indra dan gadis itu.
"kalian berdua pacaran". tanya Marsya menyidik
"tidak". jawab Indra tegas. wajah Ida langsung menunduk.
"kamu kenapa". tanya Marsya lembut dia menyentuh pundak gadis itu dan meminta gadis itu menatapnya, namun gadis itu mengelak dia menyembunyikan wajah sedihnya dari pandangan Marsya.
"kenapa ini, kamu kenapa". tanya Marsya lagi dia terlihat geram, melihat mantan kekasihnya telah membuat sahabat nya menangis
"ini bukan urusanmu". jawab gadis itu kasar dia menepis tangan Marsya kasar.
Dino mendekat ketika gadis itu bertindak kasar pada Marsya, Marsya tanpa tidak menghiraukan tindakan itu, dia fokus dengan tujuannya,
"ada apa dengan kamu, kenapa kamu diam aja". Marsya masih mencoba ingin merangkul temannya.
"ini bukan urusan kamu". jawab gadis itu ketus
"semua ini karena kamu". lanjutnya lagi
Marsya kaget ditempat, dia menatap kedua orang itu jengah, Indra nampak meraup wajah nya kasar, dia mencoba membawa pergi gadis itu, tapi gadis itu kembali menepis tangan Indra kasar.
"kenapa, kamu takut dia tau". ucap nya kasar.
"ini urusan kita, dia tidak ada urusannya dengan semua masalah kita". Indra mencoba menenangkan gadis itu.
"tidak ada mengena, kamu itu masih cinta sama dia, kamu itu belum melupakan dia kan, kenapa kamu menyesal putus dia, kenapa kamu marah hanya karena dia jalan dengan lelaki lain, kamu yang memutuskan duluan karena dia masih SMP, apa sekarang kamu menyesalinya". ucap gadis itu melepaskan uneg-unegnya
"cukup". ucap Indra tidak dapat menahan amarahnya.
"apa maksudmu". tanya Marsya terlihat kaget.
"apa maksudku, kamu masih bertanya". ucap gadis itu emosi dia menatap Marsya geram
"kamu sudah mendapatkan Dino, apa kamu belum puas, kenapa kamu mesti memiliki semua lelaki, kenapa kamu tidak juga melepaskan Indra, kenapa dia masih mencintaimu, padahal aku sudah ..". ucap gadis terputus dia tidak melanjutkan kembali ucapannya, dia diam matanya terlihat kaget dia menatap kekhawatiran kearah Indra dan Marsya.
Marsya tersenyum kecut dia menatap tajam tapi penuh iba ke wajah gadis itu, gadis itu menatap takut wajah Marsya. dia tidak mengerti ekspresi wajah itu, apa maksud senyuman Marsya, Dino meraih tangan Marsya, mereka sama-sama saling mengaitkan tangannya. Indra menatap nanar pemandangan itu dia mengalihkan pandangannya tangan nya mengepal kuat.
" Ida". ucap Marsya menyebut nama gadis itu, Ida membulatkan matanya dia nampak salah tingkah.
"aku masih menganggap kamu teman kamu, makanya aku diam, selama ini aku tau semua". ucap Marsya kemudian dia mencoba tenang
"apa maksudmu". ucap Ida tajam
Marsya tersenyum kembali.
Flashback On..
"eh Marsya besok jadi kan kita hang out". tanya Ida antusias.
"jadi dong, pokoknya harus jadi, besok bawa baju ganti ya biar kita bisa ganti baju di mall". jawab Marsya antusias
"eh. eh eh jangan dong, jangan bawa baju ganti". ucap Ida kemudian
"lho kenapa". ucap ka er.
mereka serentak memprotes ide Ida yang ke mall memakai seragam, alasan satu nya mereka bukanlah satu sekolah yang sama, Ida sendiri adalah siswi SMK, kak er siswi SMA, sedangkan Linda di MTsn dan Marsya sendiri siswi SMP, terlihat tidak cocok sekali dengan seragam mereka. mereka memandang protes ke Ida yang menyarankan memakai seragam ke mall.
" ya kan kita belum pernah tu, foto dengan seragam, aku mau kita pakai seragam kita buat foto bareng, keren berbeda tapi satu". ucap Ida seakan mengada-ada idenya
"Halah gaya lu berbeda -beda tapi satu". ucap Linda yang membuat ngekeh semuanya dia mengejek ucapan Ida yang mengada-ada, Ida terlihat menggaruk tekuknya tidak gatal.
"ayolah sesekali, ayo dong, ya ya Marsya tolong dong, kamu kok gitu kali, sesekali". Ida terus merayu mereka sampai akhirnya dia berhasil merayu teman-temannya mengikuti idenya.
dikamar mandi.
"halo kak Indra, ini Ida, aku sudah berhasil mengajak Marsya ke mall, besok akan ku memberikan kalian hadiah yang terindah". ucap Ida dibalik telpon genggamnya.
"terimakasih ya Ida, kakak berjasa kali untuk kamu". ucap Indra bersyukur
"oke kak sama-sama sampai jumpa besok". ucap Ida menyeringai, Marsya yang tidak sengaja mencuri dengar ucapan Ida didalam taolet terlihat sangat kaget mendengar percakapan Ida dengan kekasihnya Indra.
"maafkan aku Marsya, aku tidak akan membiarkan orang yang kucintai mencintai sahabatku, aku tidak terima, dia milikku,kak Indra milikku". ucap Ida menggumal sendiri dikamar mandi lalu dia merapikan rambutnya kemudian keluar dari kamar mandi.
Marsya masih mencerna semuanya, kepalanya berfikir keras mencerna semua yang telah dia lewati.
Ida bisa segila ini, dia tidak paham, Marsya mencoba menenangkan pikirannya, malam itu dia semalaman tidak dapat tidur dia terus terngiang-ngiang dengan kejadian diluar ekspektasinya tadi.
akhirnya dia menggali informasi tentang Ida pada Indra, dari situ dia sedikit menemukan informasi bawa Ida adalah adik dari sahabat Indra, dia sangat mengenal Ida karena dia seringai berkunjung kerumah Ida.
yang berarti sahabat kakaknya Ida adalah cinta pertama Ida.
Ida pernah cerita dia jatuh cinta pada sahabat kakaknya itu, Ida juga pernah meluapkan kesedihannya saat tau pria itu memiliki kekasih, dia juga pernah meminta saran agar memisahkan mereka, saran ini adalah saran ku, untuk membongkar kedok kebohongan kekasihnya, agar Ida dapat merebut hati cinta pertamanya dengan membantu membongkar kebohongan pacarnya.
jam menunjukkan pukul 3 malam, dia meraih telponnya dia menghubungi Ahmad.
Kring..kring..kring
"marsya". terdengar suara serak dibalik telponnya
"mas tidur ya". tanya Marsya kemudian
"marsya ini jam berapa kenapa belum tidur". terdengar suara berat Ahmad menegur Marsya
"mas aku merasa bingung nih". ucap Marsya kemudian
"bingung kenapa". tanya Ahmad kemudian
lalu dia menceritakan semua tentang yang dia hadapi dengan Ida dan Indra, tanpa dia menyadari kesalahannya yang ketahuan selingkuh.
"APA". pekik Ahmad
"mas jangan marah dong, jangan marah please". dia menjauhkan telponnya dari telinganya
"wah kamu Marsya kita baru pacaran loh kemarin". Ahmad terlihat geram
"kamu ini mas gak tau bilang lagi lah". Ahmad terlihat geram.
"mas kalau tau dia itu cinta pertama Ida, gak mau aku main taruhan sampai menipu gitu dengan kak er, Ida pun waktu diam aja bukan kasih tau". ucap Marsya tanpa bersalah.
"taruhan apa". tanya Marsya
"kemarin anak-anak buat taruhan siapa yang sukses jadi pacar kak Indra maka akan ditraktir selama seminggu full". ucap Marsya jujur
"kamu suka Indra". tanya Ahmad
"dikit". ucap Marsya polos
"APA". ucap Ahmad kesal
"dia romantis tau mas". jawab Marsya sekenanya
"kurang ajar kamu, kapan kamu pacaran sama dia, putusin dia sekarang, mas gak mau tau alasan apapun". ucap Ahmad kemudian
"itu 3 Minggu yang lalu". jawab Marsya jujur
"APA ". pekik Ahmad lagi
"is budeg lama-lama aku". ucap Marsya kesal dengan teriakan Ahmad
"berarti kamu putusin Arnold karena itu anak". tanya Ahmad lagi.
"i i i ya hehehe ketauan". ucap Marsya ngekeh
"wah Marsya jadi mas selingkuhan kamu nih". tanya Ahmad kecewa karena hubungan Meraka yang baru terjalin, dia pikir dia orang pertama yang mendapatkan gadis itu setelah putus dari Arnord.
"mas, Indra itu tidak mencintaiku, dia tidak sepertimu, dia banyak kali punya aturan dalam menjalin sebuah hubungan, aku terpaksa mengaku anak SMA hanya untuk memenangkan ini". ucap Marsya ke Ahmad
"apa dalam cinta harus ada aturan gitu mas". tanya Marsya lagi
"dalam hubungan memang harus ada sebuah aturannya sayang, aturan saling menghargai, saling mencintai, saling menghormati, dalam hidup selalu ada aturannya, tapi kalau cinta dibangun diawali dengan kebohongan itu tidak sehat, tidak ada hasil yang baik". jawab Ahmad kemudian
Marsya nampak Menganggukan kepalanya, dia masih mencerna pikirannya, sebenarnya dia marah akan sikap Ida yang tidak jujur padanya, akhirnya uneg-uneg itu keluar dia mengeluarkan isi kepala hanya kepada Ahmad, lelaki yang memberikan kenyamanan dan mendengarkannya dengan baik.
"jangan rusakkan pertemanan kalian hanya karena percintaan, mas sarankan kamu jangan perkara kan tindakan Ida, kalau kamu ingin dia mendapati Indra, bantu aja dia besok, mudahkan saja usaha dia" . saran Ahmad
"makasih mas". ucap Marsya lega
"urusan kita belum selesai ya, tunggu mas pulang". ucap Arnord kemudian
"urusan apa mas". tanya Marsya masa bodoh.
(kalian tau apa yang dilakukan Marsya dari BAB sebelumnya kan 😁😘)
..Flashback Off..
"aku tau kak Indra lelaki itu, CINTA PERTAMA my". ucap Marsya menekan kata cinta pertamamu.
Ida membulatkan matanya tidak percaya begitu Indra.
"saat itu aku memudahkan usahamu, karena aku pikir, untuk tidak merusakkan pertemanan kita hanya karena cinta". ucap Marsya tajam, Ida nampak menunduk malu, dia malu dengan perasaannya dan malu atas perbuatannya dulu, Indra diam ditempat banyak tanda tanya tersirat diwajahnya.
Dino dia menyaksikan semua itu, ketika melihat keadaan sudah tidak diperlukan lagi keberadaan mereka, dia menarik tangan Marsya membawa pergi, Marsya menatap wajah Dino, lalu dia mengikuti Dino.
"biarkan mereka selesaikan urusan mereka sendiri". ucap Dino yang masih didengar oleh semua orang disana.