Fucek Girl

Fucek Girl
Jadi buah bibir



Hubungan Marsya dan Dino berjalan lancar, Dino selalu ada mewarnai hari-hari Marsya, setiap hari mereka selalu bertemu, hari-hari menjadi terlewati lebih bermakna.


sebenarnya dari semua hal itu yang lebih membahagiakan lagi bagi Marsya adalah ketika hubungan nya dengan Dino menjadi buah bibir hangat dilingkungan sekolah maupun tempat lesnya.


"bungkam kan mulut kalian semua". bisik Marsya tersenyum tipis mata nya menatap terus pada teman-teman lesnya.


flashback on


" kak er, kirim salah dong buat kak Dino". Marsya merengek pada kak er kawan lesnya yang satu kelas dengan kak Dino.


kak er cuma tersenyum ketika Marsya merengek-merengek pada nya hampir sudah satu Minggu dia melakukan ini padanya, memaksanya untuk dikenalkan dengan dino.


"qe suka sama Dino". ucap kak Rahmi yang tiba-tiba masuk dalam pembicaraan kak er dan Marsya


" iya kak, suka kali, Marsya mau jadiin kak Dino pacar Marsya". ucap Marsya dengan polosnya mengutarakan inginnya


"hahaha gak akan suka Dino sama kamu, pede kali". mereka tertawa bersamaan, namun ucapan itu berhasil keluar dari mulut kak Sofi, awalnya Marsya menganggap ungkapan mereka hanya candaan, lama kelamaan kata kata mereka semakin pedas dan meremehkan, Marsya yang merasa tersudut kan, dia memilih memisahkan diri dari mereka dan beranjak ke meja di mana ada Ami dan teman-temannya yang lain, dari sudut sana dia masih mendengar mereka masih menertawakan nya, sesekali dapat didengarkan kata-kata yang sengaja mereka perdengarkan


"kepedean kali, sok kecantikan kali, entah kali si Dino mau sama dia, menang si Rita dimana-mana". kak Sofi dan kak Rahmi masih menertawakan nya.


" Rita". pikir Marsya, namun sudut pandang kebingungan itu tertangkap oleh Ami sahabat nya Marsya


"gosip nya sih itu pacar kak Dino, anak IPA kelas 2 kakak leting aku". ucap Ami menjelaskan kekepoaan Marsya


"terus terus terus, orang nya gimana". tanya Marsya makin antusias tanpa mempedulikan lagi pada sindiran kak Sofi dan kak Rahmi


"ya gitu, cantik sya, tapi aku kurang kenal juga sih". balas Ami lagi


"yah punya pacar ya, ah gak open lah aku yang penting aku dekati aja dulu kak Dino nya". ucap Marsya masih gigih dengan keinginannya tanpa mempedulikan status Dino, yang penting dia dapati Dino


"ih gila, masih aja di dekati udah tau ada pacarnya, playgirl kali kok". sambung Ida yang kesal dengan jawaban Marsya, toh dia masih trauma aja dengan kejadian Indra dan arnord dulu, kawannya ini memang agak gila pikirnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan ekspresi kesal


"hahaha biarin aja lah da, cocok mereka dengar-dengar kak Dino juga playboy bukan sama si Rita aja dia pacaran, banyak pacarnya, sama anak kelas aku juga didekati sama kak Dino, cocok lah tu kalau mereka pacaran". hahahaha mereka berempat Ami, Ida, Linda dan kak er serentak tertawa, menertawakan seumpamanya itu benaran terjadi.


"jangan asal ngomong kalian ya, kepedean kali kalian, pacar Dino itu Rita, yang lain tu cewek gatal semua mau dekati dia udah tau dia punya pacar, kek kawan kalian tuh". kak Sofi berani black-blakan menunjukkan semua ucapan ya kearah Marsya


Bendera perang berkibar diantara kedua Genk itu, kak er yang bingung dengan kondisi tidak kondusif ini, memilih menghindar, dia bingung harus memilih memihak ke sahabatnya atau kesepupunya Marsya.


"Rita ya". tanya Marsya ke kak Sofi dengan wajah polosnya


"tolol". ucap kak Sofi dengan mimik wajah meremehkan


"oh kirain Rita, bukannya , kok heboh kali ya, Sampek aku salah mengira kak Sofi Rita". Marsya kembali mengeluarkan kata-kata nya, wajahnya nampak datar tanpa berekspresi, dia berjalan mendekat kearah kak Sofi wajah kini persis berada di hadapan wajah kak Sofi, dia menilik kedua sorot mata itu dengan muka datarnya, kak Sofi nampak menciut nyalinya ketika menatap wajah Marsya sedekat itu dengannya,


"anak ini wajahnya sangat mengerikan kalau marah, tidak seperti biasanya keliatan bodoh dengan wajah tersenyumnya". gumam Sofi dalam hati sambil terus memperhatikan gerak-gerik Marsya.


"kalau bukan, ini bukan urusan loh, atau jangan-jangan Lo juga suka ya sama kak Dino, apa Lo takut kalah saing sama gue". Marsya mengeluarkan kata-kata nya tepat di depan wajah kak Sofi suara terdengar pelan tapi penekanan nya sangat mematikan dengan tatapan datarnya.


Sofi masih berdiri ditempat dia tidak menyadari bahwa Marsya sudah tidak ada lagi dihadapannya, ketika tubuhnya disentuh Rahmi dia tergelak dan menertawakan Marsya tepatnya menertawakan dirinya sendiri yang seketika terlihat bodoh oleh bocah.


sejak saat itu Genk Sofi bertambah banyak, dia meneror Marsya terus-menerus baik di sekolah atau di kampungnya atau di tempat les, ketika berita kedekatan Marsya dan Dino semakin heboh, Sofi dan Genk nya pun semakin heboh dengan tindakan-tindakan mereka meremehkan Marsya dan hari mereka benar-benar pacaran Sofi lah yang menjadi duri dibalik semua permasalahan pasangan Dino dan Marsya.


Flashback of


"serius kalian pacaran". tanya Ami antusias dengan wajah kekepoaan nya yang tidak ditutupi


"serius". jawab Marsya


"kapan, dimana". tanya nya lagi dengan antusias mewakili sahabat-sahabat nya yang lain (Ida, kak er, dan Linda)


"kemarin di pantai, aku di kasih jam sama kak Dino, cantik kan". dia menjelaskan nya sambil memperlihatkan jam tangan pemberian Dino


"wah wah cantik, selamat ya". mereka serentak menyelamatkan sambil memeluk Marsya


"jam nya couple loh sama kak Dino". pamer nya lagi, yang langsung di sorak sama kawan-kawan nya


"romantis ya Dino". ucap kak er


"iya kak". ucapnya lalu dia menceritakan panjang lebar tentang hari kemarin dimana Dino 2 kali tembak dia, sekali melalui telepon dan sekali lagi di tepi pantai dengan supraise nya. Marsya terus antusias menceritakan semuanya, dengan suara yang sedikit pun tidak dia pelankan, dia sengaja membiarkan Genk Sofi mendengarkan semua nya.


"sofi aku dengar benaran Dino pacaran sama Marsya, kemarin aku dengar sendiri Dino minta tolong sama Panji buat bantuin dia untuk supraise si Marsya". ucap pia kawan Sofi yang kebetulan pecinta Dino yang membenci wanita yang dicintai Dino juga. 😂😁✌️


"sialan, pelet apa yang anak itu pakai, gak hanya Dino, Fahrul pun tergila-gila sama dia". ucap Sofi memaki dengan wajah jijiknya memandang Marsya yang terus memamerkan hubungan nya dengan Dino.


"anak itu memang gak tau diri kak, sok kecantikan banget, waktu ulang tahun dia dengar-dengar dia juga di supraise sama pacar nya dikasih boneka sama kue, mereka rayain di dalam kelas". tiba-tiba seseorang masuk dalam pembicaraan Sofi dia sama jijiknya menatap Marsya


" Dino juga supraise dia disekolah, sialan". ucap Sofi semakin kesal


"seperti nya bukan kak Dino deh kak". gadis itu kembali memberikan informasi


"maksudnya". tanya Sofi semakin ingin tahu


" saya sangat tau betul kapan dia mulai dekat dengan kak Dino, dan seperti kakak dengar sendiri dia baru pacaran sama kak Dino kemarin, jadi pada hari sebelumnya saat ulang tahunnya mereka belum pacaran, supraise kak Dino itu dipantai bukan disekolah". gadis itu kembali mengulik dengan sikapnya yang dendam


"lalu siapa pacar nya yang kasih dia supraise disekolah". tanya Sofi kemudian


"kami gada yang tau kak, cuma Fita dan aisyah yang tau hal itu". gadis itu kembali dengan memberi clue nya.


"sialan Marsya, ko tunggu saja". ucap Sofi beringas dengan menatap jijik melihat Marsya.


NOTE :


Assalamualaikum teman-teman maaf ya bab baru nya telat banget saya upload maaf banget kemarin ada hal yang tidak bisa ditinggalkan untuk dikerjakan.


jangan lupa support nya ya teman-teman 💜 u ,🤗😘