Fucek Girl

Fucek Girl
ES yang mulai mencair



Keadaan tadi disekolah sungguh keadaan yang sangat memalukan dimana keadaan canggung mengeruap memenuhi ruangan UKS dimana ibu yang juga ikut terdiam, ekspresi Pak doni yang salah tingkah berhasil membuat suasana menjadi sangat memalukan. Tidak ada percakapan yang terjadi hanya senyuman canggung yang menghiasi wajah mereka.


Sampai akhirnya ke canggungan itu berakhir ketika ibu fitri mengizinkan marsya pulang dengan segudang PR untuk malas marsya lakukan


"membosankan, kenapa harus ikut remedial lagi sih, mana soalnya susah-susah semua". Ungkap marsya kesal memandang ke atas kertas-kertas soal ujian yang tadi dibawa pulang olehnya.


"mana yang susah". Tanya ibu penasaran


"ini yang kamu bilang susah, otak mu saja yang bodoh, makanya belajar Marsya, punya anak tampang aja cantik, otak tumpul". Ejek ibu sambil menyentil pelan kepala Marsya


"ihs ibu". Kesal Marsya manja sambil mengerucutkan bibirnya


"buk, ibu kenapa sih marah banget kalau Marsya punya pacar". Tanya Marsya kemudian dengan hati-hati


ibu terlihat langsung mengubah mimik wajahnya dia terdiam, ekspresi wajahnya kembali seperti dulu terlihat dingin, seperti menahan amarahnya, ibu seperti memendam perasaan kesal dengan pertanyaan Marsya, yang membuat Marsya sedikit ketakutan karena tubuhnya masih mengingat setiap kekerasan yang dilakukan ibunya padanya.


Ibu nampak menarik nafas panjang, ketika menyadari ekspresi wajah Marsya kembali menakutinya.


"tanggung jawab kamu sekarang belajar dulu ya nak, jangan putus sekolah, nanti ada waktu kok untuk punya pasangan, jangan pacaran -pacaran mending nanti langsung nikah aja". ucap ibu nya dengan sedikit dingin


" ih ibu, masak langsung nikah aja, pacaran dulu tunangan dulu baru nikah, itu urutannya". Ucap Marsya sedikit sok memberi penjelasan


"gausah, gausah gitu, ibu gak setuju, mending nikah aja terus, ngapain pacaran -pacaran, dosa". Ucap ibu nya menolak tanggapan Marsya.


"ih ibu katrok banget deh". Gumam Marsya pelan


"apa". Tanya ibu yang memang tidak jelas mendengar pernyataan Marsya


" hehehe gak ada kok buk". Ucap Marsya sambil tersenyum kecut takut ibunya marah.


"dengar ya Marsya, ibu serius melarang mu untuk tidak pacaran, ibu gak akan setuju kalau kamu berpacaran sampai kapan pun itu". Ucap ibu serius


melihat ekspresi ibu yang bicara serius membuat Marsya takut untuk mengatakan tidak pada pernyataan ibu.


"kamu sudah putus kan sama anak yang terakhir datang kerumah". tanya ibu yang ditujukan pada Dino


"sama kak Dino, buk?". tanya Marsya


"gak Taulah ibu siapa namanya". Pekik ibu kesal


"itu adik pak Doni loh buk". Ucap Marsya memberi informasi


"terserah Dia adik siapa anak siapa, ibu gak suka kamu pacaran". Pekik ibu kesal


"sampai kapan, buk?". tanya Marsya kemudian


"Aww" pekik Marsya sambil mengelus pahanya yang kena cubitan ibu


"sampai kapanpun lah, ih bikin kesal aja udah dibilangin gak boleh pacaran boleh nya langsung nikah aja kamu". ucap ibu setelah mencubit paha masrya


"algojo nih, suka kali menggunakan tangan". Kecut Marsya kasar


Ibu hanya tersenyum simpul menanggapi keluhan Marsya.


"ya udah mana, yang gak bisa biar ibu ajarin". Ucap ibu kemudian dengan melunak.


Kemudian dengan kompak kedua ibu dan anak itu menyelesaikan jawaban ujian remedial yang tadi dibawa pulang oleh Marsya.


***


Siang hari di kediaman Marsya.


terlihat Marsya yang malas-malasan dikamarnya sambil menghitung-hitung tabungannya.


"lumayan lah ini buat liburan, nanti kalau kurang bisa minta mas Ahmad sama kakek deh". Seringai Marsya sambil ngekeh kecil.


Marsya meraih HP-nya saat mendengarkan getaran di bawah bantalnya.


sedikit information Marsya masih juga menyembunyikan HP-nya dari ibunya dia masih tidak berani menampakkan benda pipih pemberian Ahmad kepada orang tuanya, dia belum siap untuk menjawab rentetan pertanyaan oleh ibunya yang pasti tidak mampu untuk dijawab oleh nya. Apalagi ibu nya dengan masih tegas mengatakan dia tidak setuju pada hubungan pacaran dirinya, sampai kapanpun pula, pusing Marsya memikirkannya. Apalah yang terjadi kalau sampai ibu mengetahui hubungannya dengan Ahmad.


Marsya mengidik ngeri membayangkan bagaimana cara ibunya marah padanya.


"hallo sayang". ucap Marsya senang


"assalamualaikum". Jawab disana


"iya walaikum salam". Ucap Marsya sambil tersenyum masam, dia tau Ahmad pasti sedang menegurnya halus.


"gimana ujiannya tadi sayang". Tanya Ahmad bicara dalam senyumnya sambil membayangkan ekspresi wajah Marsya dengan gemesnya.


"hmmm (menarik nafas kasar)".


"kenapa sayang". Tanya Ahmad yang menyadari sesuatu terjadi pada Marsya


"yankkkkk hik hik hik". Pekik Marsya sambil menangis manja


"loh kenapa lagi hari ini sayang". tanya Ahmad kaget tapi dia terkekeh juga mendengar rengekan manja Marsya


"aku kesal sama kamu mas, benci benci benci". Ucap Marsya kesal dengan nada jengkelnya


Ahmad hanya terkekeh senang, mendengar penuturan Marsya, bukan karena mengejek marsya, tapi dia sudah mulai beradaptasi dengan perubahan sikap baru Marsya sekarang, Kalau ibarat kata pepatah


"ES nya sudah mencair".


" memang nya kali ini mas melakukan kesalahan apalagi sayang". Tanya Ahmad dengan lembut sambil menahan senyumnya.


"kacau banget tadi mas, semua itu karena parfum mas".


"loh, apalagi dibuat parfum mas hehehe". tanya Ahmad yang tidak menahan lagi tertawanya.


"ih mas gausah gitu ya, diam gak, jangan ketawa". Kesal Marsya


" tadi itu kacau semua, Marsya tadi pingsan setelah muntah-muntah dikelas hik hik hik malu kali". Ucapnya sambil menangis


" apa, kamu serius sayang, kamu sakit apa sayang, kenapa Aisyah gak kasih tau mas, sekarang gimana kabar kamu sayang". Pekik Ahmad yang tidak menutupi rasa kekhawatirannya


"aku gak sakit mas, aku gak kenapa-kenapa, tapi tadi tiba-tiba aku cium bau parfum mas di pak Doni, terus aku kangen banget sama mas, tiba-tiba aku muntah aja gitu, terus pingsan mas, terus aku gak ikut ujian, terus aku harus ujian remedial dirumah, hik hik hik semua gara-gara kamu mas hik hik hik". Ucap Marsya yang sudah larut dalam tangis nya.


"cup cup cup maafin mas ya sayang". Ungkap Ahmad merasa bersalah, sampai segitunya Marsya merindukannya, sudah sebulan ini Marsya bersikap begini terus, awalnya dia merasa Marsya cuma bercanda sama dia, tapi setelah semua banyak hal yang terjadi dia sadar Marsya serius pada semua yang diungkapkan nya.


"mas seminggu itu lama kali, mas gak bisa ya besok pulang, Marsya rindu banget sama mas". Tanya Marsya dalam isaknya


"iya sayang, mas sebentar lagi sampai kok, awalnya mau buat suprise tapi kasihan lihat keadaan kamu gini, jadi mas kasih tau aja deh". Ungkap Ahmad sambil tersenyum riang


"hah serius mas, mas serius gak nih". jawab Marsya heboh dia begitu senang


"iya sayang benaran, ini mas udah sampai depan rumah mas". Ucap Ahmad meyakinkan Marsya


"mas gak lagi bohong kan". Tanya Marsya antusias tapi Masih menaruh curiga sama Ahmad


"nanti sore kita jumpa ya, kita mau kemana". Tanya ahmad kemudian


"masssss". Teriak Marsya bahagia


"i love u i love i love u 1000 kali". Ucapnya riang sambil teriak-teriak heboh tapi tetap dalam kontrol mengingat diluar ada ibunya


"kita ngemal ya mas, Marsya lagi pingin banget makan sushi sama mas". Ucap Marsya kemudian


"oke big bos, laksanakan". jawab Ahmad tak kalah gembira sambil menggerakkan tangan membentuk hormat. (Marsya gak bakalan lihat kali mas Ahmad ) , 😃😃😂