
Kring kring kring .....📞
Suara Hp Marsya berbunyi nyaring.
"Hallo". ucap Marsya setelah mengangkat panggilannya.
"lagi apa sayang". tanya yang diseberang
"hmmm lagi tiduran aja mas". jawab Marsya jujur
"gimana belajar nya, semangat kan". tanya Ahmad kemudian
"ya". jawab Marsya malas
"kapan ujiannya, jangan malas-malasan lagi loh sayang, bentar lagi kamu akan lulus". ucap Ahmad lembut.
Marsya membolakkan matanya malas mendengar celotehan Ahmad.
"ya". jawabnya malas lagi
"mas kapan pulang, Marsya kangen". sambung Marsya lagi dia mencoba mengalihkan pembicaraan yang membosankan tentang pelajaran.
"sabar ya sayang, mas lagi banyak pekerjaan disini". jawab Ahmad lembut
"mas gak libur kerjanya, kerja nya kerja terus". ngeluh Marsya dengan nada merajuknya.
"hehehe yah nama nya juga kerja sayang, mas kan baru disini gak boleh ambil cuti dulu, sabar ya, nanti mas jumpain kamu kok". jelas Ahmad memberikan pengertian pada Marsya
"hah, kapan tu, gak jelas kan kapan, kita udah 4 bulan loh mas, gak pernah jumpa, Minggu depan Marsya libur sekolah , ah bakalan membosankan". merajuk Marsya semakin menjadi-jadi.
Ahmad mengerutkan dahinya bingung, sikap Marsya semakin manja, apa cuma perasaannya ya, mereka kan sering tidak jumpa, waktu mereka bersama sangat terbatas, paham sendirilah orang tua Marsya tidak suka akan keberadaannya, yah orang tua mana yang akan suka anak remaja nya pacaran dengan sosok lelaki dewasa sepertinya. ketakutan-ketakutan itu pasti ada, dan benar saja anaknya sekarang didalam kondisi yang sangat ditakutkan oleh kedua orang tuanya. terlanjur basah.
"mas hik hik hik". Marsya mulai dengan adegan nangisnya.
"iya sayang, jangan nangis dong, nanti mas sedih". ucap Ahmad mencoba menenangkan Marsya, Marsya semakin posesif semenjak Ahmad tinggal berbeda kota dengannya, dia semakin mudah cengeng dan merajuk, hampir setiap hari ada aja yang membuat mereka bertengkar setiap harinya, apapun topik pembahasannya Marsya akan memberikan kesan sensitif yang ujung-ujungnya berakhir menangis.
"hik hik hik 😭". tangis Marsya semakin menjadi
"cup cup cup kenapa sayang, nangisnya dipelanin, didengarin ibu dikirain kenapa lagi, nanti semakin gak suka ibu sama mas, dikirain asyik buat kamu nangis Mulu setiap hari". ucap Ahmad mencoba merayu dan menenangkan Marsya.
"hehehehe". terdengar suara kekehan Marsya
"lah sudah gila apa si Marsya, kok tiba-tiba ketawa pula, udah gak benar ini". gumam Ahmad panik dalam hati. tidak mungkin lah dia lahirkan ucapan yang dipikirkan nya, gak mau dia takut pada harimau betina kecilnya.🐱
"are you oke honey". tanya Ahmad hati-hati
"of course mas, tadi Marsya cuma ngerjain mas doang kok, sebenarnya Minggu depan Marsya sekeluarga akan ke tempat kakek". ucap Marsya dengan nada antusias nya.
"wah seru dong, terus". jawab Ahmad yang tak kalah antusias nya mengikuti nada bicara Marsya
"terus nanti kita bisa ketemu". ucap Marsya dengan antusias nya.
"hah kok bisa". ucap Ahmad dengan nada bodohnya, dia terserang syok dadakan.
"ya bisa lah mas, kakek Marsya kan tinggal di kota xx tempat mas tinggal sekarang". ucap Marsya menjelaskan.
"wah serius sayang, dimana nya". tanya Ahmad tak kalah antusias nya, dia seperti mendapatkan jacpot besar. ya iyalah kekasih nya datang.
"di jl.kenari komplek x mas". balas Marsha memberikan informasi
"wah dekat dong sayang, 1 jam dari tempat mas tinggal". jawab Ahmad sumringah.
"1 jam kok dekat". ketus Marsya merenggut
"hehehe daripada sekarang 7 jam jaraknya, kalau 1 jam itu dekat banget lah sayang, dekat kali pun, hehehe". jawab Ahmad dengan senyuman nya, hatinya sangat bahagia dia tidak dapat menutupi ekspresi itu walaupun jauh dari balik layar handphone, Marsya dapat merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh Ahmad.
***
Disekolah
suaranya bel pulang telah berbunyi, Marsya dengan lincahnya bergerak gesit mengambil tas sekolahnya dan langsung berlari kearah gerbang sekolah, tanpa mengubris panggilan Fita dan Aisyah yang terus memanggilnya, tanpa ingin membalasnya Marsya hanya melambaikan tangan melempar senyumannya kepada kedua sahabatnya, dia terus bergerak cepat menghindari kedua sahabatnya itu.
ya iyalah dia lari, dia segera ingin menemui Dino, semenjak kejadian beberapa bulan lalu dimana Marsya ketauan oleh Ahmad tentang hubungannya dengan Dino, dia semakin berhati-hati dengan kedua sahabatnya itu, dia tidak ingin mengalami hal yang sama lagi. Bisa dibilang saat ini Marsya sedang menjalani hubungan bestreak dengan Dino, bestreak dari orang tuannya dan bestreak dari Dino tentunya.
"gila aja gue lepasin sesuatu semudah itu, setelah perjuangan yang gue lakukan, sia-sia dong perjuangan gue". batin Marsya kesel dalam hati ketika Ahmad terus memberikan ancaman kepada nya kala itu agar menjauhi Dino.
"maaf mas, kamu jauh sih". ucap Marsya dalam hati, yang dia tidak ingin menjalani LDR-AN dengan Ahmad.
Kini Marsya sudah berada di depan gerbang sekolah Dino, dia langsung menyelonong masuk kearah parkiran tanpa mengubris panggilan pak satpam yang melarangnya masuk, Marsya sudah berada diparkiran sekolah Dino, dia terus berjalan dan duduk di atas motor Dino, dia sedang menunggu kehadiran Dino di atas motornya. sambil memainkan handphone membalas setiap SMS Ahmad.
"ngapain loh disini". terdengar suara cukup kasar mengarah kepadanya, Marsya melirik sekilas ketika melihat geng Rita berada pas didekat nya, dia membalikkan bola matanya jengah tidak berniat untuk membalas ucapan mereka lalu kembali mengalihkan matanya ke handphone nya.
"eh gak usah sok bergaya loh". ucap Sofi sambil mendorong kasar tubuh Marsya. Marsya yang merasakan dorongan kasar itu segera menstabilkan tubuhnya yang hendak tersungkur. senyuman tipis terlihat dibibir mereka semua, Marsya memandang datar kearah mereka semua
"eh tuyul gak usah sok kecantikan loh ya, gak usah sok bergaya loh ditempat kita, jijik kali gue lihat muka loh ke ilalang, gatel". ucap Selly kembali
"Rita gak usah diam aja, gak usah takut sama anak bau kencur ini, masih kecil pun berlagak, udah rebut pacaran orang, tidak puas dengan merebut pacar orang, dengar-dengar dia juga simpanan om om". ucap Sofi semakin sinis yang membuat Marsya tersulut emosi. muka nya memerah
"wah marah dia hahaha". mereka menertawakan wajah Marsya yang semakin memerah dan kesal
"kenapa tidak terima dengan ucapan kami, benar kan loh simpanan om om, tidak nyangka wajah sepolos ini ternyata seorang ****** ". ucap Sofi semakin meledek
"kenapa, makanya cantik kalian, biar om om seperti om aku bisa kecantol Sama kalian, oh ya om nya harus ganteng kek om aku ya, eh tapi kalau model kek kalian sih gak dapet deh kayaknya , om om buncit kakek kakek orang bisa tuh". balas Marsya dengan arah pandangnya tajam menatap Sofi.
Marsya tersenyum sinis, lalu kembali dia menatap datar kearah mereka berlima, awalnya dia tidak ingin menjawab sedikitpun ledekan mereka.
Tapi ketika mereka melempari hinaan terhadap diri nya dan Ahmad ada rasa ketidak terimaan disana.
"kurang ajar banget nih bocah". geram mereka tidak terima dengan ucapan Marsya.
mereka segera mengangkat kedua tangan mereka terus menjambak atau memukul tubuh Marsya, yang tingginya sama dengan mereka, ya walaupun Marsya anak SMP tinggi badannya sangat bagus, dia punya tubuh yang profesional.
"apa-apaan kalian". tiba-tiba suara Dino pecahkan keributan yang terjadi diarea parkiran tersebut.
mereka terus mundur, meninggalkan Marsya yang sedikit berantakan, Dino terus mendekati marsya, dia lalu merapikan rambut Marsya yang berantakan.
"apa-apaan kalian, bermain kasar begini kepada Marsya, gak ada otak kalian ya". ucap Dino murka memarahi kelompok mantan kekasihnya, sekilas dia melirik kecewa kepada Rita yang terus bersembunyi dibalik tubuh teman-temannya.
"eh Dino kami gak mungkin kurang ajar, kalau tidak dia mulai duluan". ucap sofi kesal membela diri
" siapapun yang mulai duluan, gue gak peduli, lihatlah keadaannya, kalian membully dia, 5 lawan 1". ucap Dino kembali dengan nada ketus nya
Marsya melirik tajam wajah Sofi, dia masih terbayang 5 bulan yang lalu, dimana Sofi menghubungi Ahmad dan melancarkan rayuannya menggoda Ahmad, dia masih geram melihat gelagat wanita itu sekarang yang sok suci meledeknya ******, dan menyindir hubungannya dengan Ahmad secara terang-terangan, Marsya menyeringai dengan senyuman iblisnya, matanya tak lepas menatap Sofi, hatinya semakin sesak dan panas ketika melihat wajah Sofi.
"kecewa aku sama kamu Rita". ucap Dino kemudian, dia memandang kecewa kearah Rita, Rita terus memasang wajah menyedihkan nya,dia menundukkan wajahnya ketika Dino berkata.
"eh Dino, yang ada Rita yang sudah ko kecewain". bentak Selly membela temannya.
"Rita sebaiknya ko jelaskan pada teman-teman mu keadaan kita yang sebenarnya, ini sudah 6 bulan Rita, dan kamu masih membiarkan kesalahpahaman terus berlanjut diantara kita". ucap Dino penuh penekanan dia memandang lekat tubuh Rita yang menunduk menyedihkan
"apa-apaan maksud kamu Dino, kamu jangan melempar batu sembunyi tangan dong". ucap sofi semakin kesal, teman-teman Rita yang lain juga melakukan yang sama, mereka begitu melindungi tubuh perempuan itu yang tertunduk menyedihkan.
Dino tersenyum simpul, dia menatap jengah ke mereka semua, sebelum akhirnya menuntun Marsya agar segera menaiki sepeda motornya.
"BAJINGAN". teriak mereka semua, lalu memeluk tubuh Rita.
tanpa mengubris teriakan mereka Dino terus menjalankan sepeda motornya.
"kemana kita sayang". bertanya pada Marsya
"Mall". jawab Marsya singkat, dan memeluk erat tubuh Dino yang terus melaju sepeda motornya.
***
💜💜💜
Hy teman-teman terus support dengan memberikan like & fav nya, ayo dukung author biar lebih semangat lagi 💪😇🤗