Fucek Girl

Fucek Girl
Take Away



***


"kamu tega ya". suara Rita terdengar bergetar dalam ucapannya, dia memandang tak percaya kewajah Dino, yang sedikit pun tak berpaling kearahnya, tangan itu terus menggenggam erat tangan Marsya matanya terus menatap semu wajahnya Marsya, seakan perasaan Rita tak penting saat ini, hatinya benar-benar sangat hancur saat ini, dia tidak mampu merundung rasa malu dan kecewa yang berkecamuk di hatinya.


Dino tak bergerak sedikitpun malah mulutnya seakan terkunci dengan sorotan matanya yang memandang Marsya penuh dengan penyesalan.


Rita memilih menjauhkan diri nya dari keadaan ini, hatinya sudah tidak dapat dia kendalikan lagi, air mata itu menetes dengan sendirinya, langkah kakinya terlihat gontai dia menahan kehancuran hatinya.


"tega banget sih loh Dino, gak nyangka Lo Sebajingan ini". ucap Selly lalu berlalu mengejar Rita setelah melontarkan ungkapannya. dia melirik tajam kearah mersya yang masih terdiam ditempatnya tanpa ekspresi apapun. seketika Selly mengerutkan keningnya tak mengerti dengan wajah Marsya.


"disini yang korban siapa sih". batinnya sambil berlalu.


***


10 menit kemudian..


Linda, kak er, Ida dan Sri tak berani mendekati pasangan itu (Marsya dan Dino) suasana disana sangat tegang, mereka tidak mengeluarkan satu kata pun, tapi berada diantaranya seperti berada ditengah Medan perang, suasana disana terlihat sangat dingin tak lepas dari ketegangan yang sangat kental kentara dari wajah Dino.


Panji, mas Arman dan satu teman lagi, menghampiri keadaan tersebut, mereka seketika mengurungkan niat mereka mendekati kedua sejoli itu, ketika merasakan keadaan dingin yang dikeluarkan Marsya dan ketegangan yang dikeluarkan oleh Dino, mereka bergidik ngeri merasakan ketegangan itu. akhirnya mereka memilih bergabung dengan para gadis-gadis teman Marsya yang duduk tidak jauh dari kedua pasangan itu, mereka tidak mengeluarkan suara tapi lebih memilih bersama .


"Marsya ngeri juga ya". bisik Arman ke Panji, Panji mengangguk cepat tanda menyetujui pendapat Arman, seketika mereka terdiam saat menyadari mata para gadis bergidik ngeri menatap mereka berdua, mereka seketika diam dan terus memperhatikan Dino dan Marsya.


"Seru nih, akhirnya buaya jumpa juga sama pawangnya". ungkap Dedi dengan antusias sambil menatap lurus, tanpa sadar suara terdengar oleh semua yang berada disana, termasuklah Dino dan Marsya, mereka menoleh menatap kesal Dedi, Panji dan mas Arman memukul keras paha Dedi menyuruhnya diam, tapi dalam hati mereka membatin hal yang sama juga dengan Dedi 😁😂


(Kembali ke Dino dan Marsya)


"sayang, katakan sesuatu kamu udah lama diam, kakak gak tau harus bagaimana menjelaskan kepadamu kalau kamu hanya diam saja, ngomong dong, gak apa-apa kamu berteriak memukul ataupun memakiku, setidaknya aku tau harus bagaimana, sayang please katakan sesuatu". iba Dino dia terus menggenggam erat tangan Marsya


Marsya meliriknya tajam, disana ada sorotan kecewa dan juga ada redup yang tak dapat dimengerti oleh Dino.


"kamu harus mendengarkan aku ngomong apa". akhirnya gadis itu mengeluarkan suaranya, suara itu terdengar sangat dingin dan ketus dengan ekspresi nya yang datar.


"sayang, kakak benar-benar minta maaf, kakak janji tidak akan melakukan nya lagi, kakak cinta sama kamu, maafin kakak, please kasih kakak kesempatan, jangan tinggalkan kakak". ucap Dino dengan suara lantang sorot matanya memandang tulus kewajah Marsya, tidak ditemukan kebohongan disana.


Marsya memahami itu, namun saat ini dia tidak semarah itu kepada Dino, dia hanya sedang berkecamuk didalam pikirannya, dia sudah memprediksi kan semua ini sejak awal, ketika dia nekad mendekati Dino walaupun dia tau dino seorang playboy yang pasti mempunyai pasangan, namun ketika dia melihat Rita dia tak mampu berbuat apapun, dia benar-benar telah membuat banyak masalah, dia telah melukai hati wanita itu, Marsya tidak berfikir ini semua akan separah ini, dia merasa bersalah dan menyesal pada tindakan nya, dia tidak tau ada wanita setulus itu Selama ini bersama Dino, dan itu bukan sebentar, mereka telah bersama selama setahun. Dia semakin merasa saat Dino menganggetkannya dengan perasaannya setulus itu kepadanya, Marsya masih berpikir perasaan mereka tidak lah sedalam ini, sejak kapan perasaan ini sedalam ini. menyalahkan Dino tidak dapat dia lakukan, sebab dia juga punya hal yang sama yang dia sembunyikan pada Dino, bukan hanya Dino yang menyimpan Rita dan yang lainnya dibelakangnya, Marsya juga menyembunyikan Ahmad dibelakang Dino, Marsya tak dapat mengendalikan perasaannya saat ini, dia merasakan kecewa itu, hal yang tak pernah dia rasakan sebelumnya, sensasi ini sungguh mengejutkan dirinya.


"aku marah karena cemburu". batin Marsya sambil menatap wajah Dino


"kamu telah menyakiti dia". akhirnya ungkapan itu keluar dari mulutnya, Dino menatap jengah


"sayang sebenarnya aku dulu memang seorang playboy, aku yakin kamu pasti juga pernah dengar itu, tapi percayalah padaku sejak aku denganmu, kakak telah berubah, kakak putuskan mereka semua, tapi... ". ucapan Dino tertahan, dia menyembunyikan kegundahan disana,


"Tapi apa ?". tanya Marsya penasaran


"Rita sangat baik sama kakak, beberapa kali kakak sudah mencoba putus darinya, malah sebelum sama kamu, tapi kakak selalu tidak tega dia terus mau menerima kakak, kakak tidak punya cara mematahkan semangatnya, dia terus menempel kemana kakak berada, sayang kakak sungguh tidak mencintai nya, seharusnya dia juga tau itu, kakak tau kakak ini brengsek, tapi kakak tidak bisa selalu melakukan sesuatu yang kakak tidak sukai, dari dulu yang kakak cintai itu kamu". ucap Dino sambil terus menyakinkan Marsya.


"kak, kamu telah menyakiti dia". Marsya masih bersikukuh dengan ucapannya.


"sayang kakak tau telah menyakiti dia, tapi sebenarnya dia memilih sendiri jalan seperti ini, kenyataan nya dia yang menyakiti dirinya sendiri, dari dulu dia tau kakak tidak mencintainya tapi dia memaksakan dirinya bersama kakak". ucap Dino kemudian


" setelah bosan kamu melemparkan kesalahan kepada perempuan, dulu saat perasaan nya tidak ada kamu ngapain memberi perhatian pada nya, setelah hatinya jatuh kepadamu, malah kamu seenaknya melepasnya dengan alasan tidak logis begini". ucap Marsya dengan lantang dia menahan rasa amarahnya


"sayang itu lah kenyataan nya, kakak dari awal tidak pernah memberikan nya perhatian, kebersamaan kami pun terjadi karena kakak menolong dia dari mantannya dulu, kakak gak tau ini terus berlanjut". ucapnya Dino menjelaskan


"maksudnya gimana". tanya Marsya kebingungannya.


Dino akhirnya menceritakan bagaimana saat dia pertama kali bertemu Rita, saat itu Rita terlihat berdarah bibirnya, jelas itu bekas pukulan keras yang dia terima, gadis itu menutupi lukanya saat menatap wajah Dino yang tidak sengaja melihat dirinya dan mantan di belakang taolet sekolah.


"kamu dengar gak, aku gak mau putus, kamu dengar gak". ucap lelaki itu lalu berlalu meninggalkan Rita.


Dino mendekati Rita, dengan menatap iba melihat nya.


"kamu tidak apa-apa kan". tanya Dino sambil menatap wajah Rita yang terlihat sedikit ketakutan dan malu, dia tersenyum dengan ekspresi tertekan.


"ini". Dino menyerahkan sapu tangannya, dan menunjukkan bibirnya memberi kode untuk Rita membersihkan lukanya.


"Rita kamu harus laporkan tindakan dia ke orang tuamu, ini sudah keterlaluan, sampai kapan harus seperti ini". ucap Dino kesal


"jangan kak, aku gak mau orang tuaku tau, aku takut kak". Rita panik dia memohon Dino merahasiakan ini


"apa yang kamu takutkan, ini sudah keterlaluan Rita". ucap Dino memandang kesal tidak memahami jalan pikiran gadis ini


"kak, please aku mohon jangan ada yang tau soal ini". kembali Rita memohon


"terus apa yang ingin kamu lakukan, tidak mungkinkan kamu terus menerus seperti ini". ucap Dino kasihan


"jadilah pacarku". ucap Rita lantang


"Apa". ucap Dino kaget


" jadilah pacarku, cuma itu solusinya, kak tolong lah aku, aku janji tidak akan menganggu kehidupan kakak, kakak cukup bantu aku untuk jadi pacarku".


Begitu lah awal mula hubungan mereka, tapi setiap harinya Rita terus menempel padanya hubungan yang terjalin karena rasa kasihan, kini mengikat Dino dalam rasa ketidak seimbangan yang besar, dia tidak tega melihat gadis itu kembali diperlakukan seperti dulu, tapi dia tidak bisa selalu melindungi nya, sudah saatnya dia melepaskan hubungan ini, ini bukanlah tanggung jawabnya untuk terus melindungi Rita. Rita harus menempati janjinya untuk tidak menganggu kehidupan nya.


*** Hai teman-teman maaf ya sudah lama tidak update, jangan lupa terus support aku ya, salam cinta semua nya 🤗💜