FALSE LOVE

FALSE LOVE
Menghindar



Sepulang dari cafe, dalam kamar Kai menjatuhkan tubuh atletisnya ke atas bed ukuran single dengan dibalut sprei bermotif bola basket. Diraihnya guling untuk dijadikan sanggahan lehernya. Wajah tampan Kai tetap terlihat murung. Dilihatnya ponsel beberapa kali tetap tidak ada jawaban pesan dari Rava. Kai ingin sesekali menelfon Rava tapi Kai mengurungkan niatnya.


Tiiiinggg......


suara pesan masuk dengan segera Kai membuka pesan itu.


πŸ“¨23.05 Rava


Kai Sorry..


Tak panjang lebar Kai langsung memencet tombol telfon di atas layar ponselnya. Terdengar nada sambung lagu pop Indonesia..


🎢...biarkan aku yang pergi biar aku yang tersakiti biar aku yang berhenti, berhenti mengharapakan mu .. oh Tuhan kuatkan aku menerima semua ini jika dia memang untukku ku harap kembalikan dia padaku...🎢


"Hallo Kai"..suara Rava alias Anya lirih..


"Rav.. kamu sibuk?”


"Sorry Kai"


"Gue udah tau semua Rav. Sherly cerita ke aku kalau kamu bantu dia buat malam ini. Aku cuma mau penjelasanmu masalah gimana kamu bisa deket sama Sherly. Setau aku kamu gak pernah ngobrol sama dia. Kenapa dengan mudah kamu membantunya."


Anya terdiam...


"Rav.. aku gak nyalahin kamu Rav. Cuma situasi ini sedikit aneh aja menuru ku."


Anya tetap terdiam..


"Rav kamu masih di sana kan?”


"iya Kai..Maafkan aku Kai. Bukan maksudku untuk membohongimu. Tapi ini..."


”Sherly tadi nembak aku Rav." suara Kai lirih


Anya tersentak kaget... secepat itu...


Entah mengapa air mata Anya menetes tanpa ia sadari.


"Aku tutup telponnya Kai. Sorry untuk hari ini. Bye".. ucap Anya sambil menahan tangisnya.


Kai tampak bingung dengan jawaban Anya yang tak ada titik terang. Terbesit perasaan kecewa tapi lebih dominan rasa penasaran Kai atas situasi ini.


πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯


Keesokan harinya Kai berjalan dari arah parkiran sepeda. Tanpa ia sadari ada sosok wanita sexy berdiri menunggunya. Yah itu Sherly yang tersenyum manis di depan Kai. Kai membalas dengan tersenyum tipis dengan melanjutkan langkahnya. Tiba-tiba Sherly bergelayut di lengan Kai sambil mengikuti langkah panjangnya. Sontak Kai menghentikan langkah kakinya dan melepaskan tangan Sherly.


"Kau sudah berjanji padaku Kai" ucap Sherly berakting sedih


"Yah tapi caramu berlebihan Sher. Aku takut ada yang salah paham atas kedekatan kita." jelas Kai


"Aku mohon Kai biarkan aku membiasakan seperti ini. Aku ingin menyesuaikan hatiku yang selama ini aku ingin sekali berdekatan denganmu. Betapa sakitnya hatiku sudah menunggumu setahun ini. Aku tak akan melakukan hal lebih dari ini Kai. Aku mohon." wajah Sherly semakin memelas.


Akhirnya Kai pasrah atas perlakuan wanita sexy itu. Dan melanjutkan jalannya menuju kelas. Tak sedikit pasang mata yang menyaksikan adegan itu. Banyak yang bergosip dan ada juga yang sigap mengambil ponsel untuk mengabadikan momen tersebut.


Sesampainya di kelas Kai melihat Diffan duduk sambil memainkan ponselnya.


"Diff loe kemarin kemana aja gue tunggu loe sama Rava gak muncul-muncul" ucap Kai sambil menjabat tangan sahabatnya.


"Gimana dinner kemarin lancar?". tanya Diffan


"Kalian bersekongkol yah buat njebak gue" ucap Kai sambil duduk di bangkunya


"Ha..ha..ha emangnya kenapa bro. Muka loe surem gitu". tanya Diffan penasaran melihat muka Kai aneh seperti itu


Disela-sela obrolan mereka Rava datang dan duduk di samping Kai.


"Dan parahnya diff, Sherly nembak gue kemarin. Gue kaget baru kali ini gue dinner berdua sama cewek eh malah gue di tembak." curhat Kai dengan muka masam


Mendengar perkataan Kai, Diffan kaget. Hatinya bergetar rasa sakit yang ia rasakan hancurnya harapan selama ini. Perasaan ini juga dirasakan Anya dia jelas menganggap Kai sebagai sahabatnya namun mengapa rasa sakit yang ia rasakan.


"Loe terima Kai?" tanya Diffan penasaran sambil menahan emosi


belum terucap sepatah kata dari mulut Kai. Tiba-tiba Rava berdiri dan berjalan meninggalkan Diffan dan Kai untuk menghindar karena tak tahan berada di situasi seperti itu.


"Mau kemana Rav?" tanya Kai yang penasaran pasalnya Rava baru saja sampai dan duduk disampingnya.


"Kantin beli susu" ucap Rava singkat


"Cupu tunggu.. gue ikut" ucap Diffan berlari meninggalkan Kai sendirian.


"Ada apa dengan mereka" ucap Kai tidak paham mengapa kedua sahabatnya meninggalkan dia sendiri di kelas.


Diffan berjalan disamping Rava tanpa berkata apa-apa. Terdengar suara pria memanggil Diffan dari belakang. Diffan menoleh ternyata itu Frans.


"Diff. Kai mana? kok loe jalan berdua sama cupu ini" ucap Frans cengar-cengir menyamai langkah Diffan dan Anya.


" Ada di kelas" ucap singkat Diffan


" Yah kenapa dia gak ikut sih. Seharusnya gue minta PJ sama tu anak." ucap Frans


"iya bro PJ.. masak loe gak paham sih. Kai kan udah jadian sama Sherly. Loe gak liat postingan forum kampus?" tambah Frans sambil menunjukan postingan forum kampus pagi ini


"oh itu" ucap Diffan melemah.


Anya yang penasaran langsung mengecek sebenarnya ada apa di postingan forum kampus pagi ini.


Terdapat beberapa foto dan sebuah video.


Terlihat seorang muda mudi yang berjalan bersama dengan tangan wanita yang bergelayut mesra. Itu Kai dengan Sherly.


"Kai...." batin Rava


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Selama di dalam kelas Anya dan Diffan banyak diam. Kai yang merasa berbeda dengan kedua sahabatnya dan mencoba mencari penyebab tapi tak ada hasil.


Waktu mata kuliah pun berakhir. Kai berjalan menuju perpustakaan. Didepan pintu masuk perpustakaan terlihat wanita sexy itu lagi. Sherly menunggunya lagi dan lagi. Dengan malas Kai masuk perpustakaan diikuti Sherly.


Kai mulai risih dengan keadaan seperti ini pasalnya Sherly terus bergelayut manja kepadanya.


Setelah memasuki ruangan baca Kai memilih beberapa buku. Tak luput Sherly pun ikut mengambil beberapa buku secara sembarangan. Mereka berdua duduk di meja bersama saling berhadapan.


Selang 15 menit terlihat Rava datang membelakangi pandangan Kai. Sherly yang melihat Rava datang langsung melambaikan tangannya memberi kode agar Rava bergabung dengannya.


"Rava sini" ucap Sherly sambil melambaikan tangan


Sambil menahan rasa sesak di dalam dadanya Rava melangkah memilih buku dan membawanya di meja dan duduk tepat di belakang punggung Kai. Kai dan Anya duduk saling bertolak hanya punggung bertemu dengan punggung. Dalam batin Anya berkata "tak ada alasan kau sakit hati seperti ini. Kai bukan siapa-siapamu dia cuma temanmu sahabatmu. Tak lebih dari itu. Kau seharusnya sadar akan misimu. Jangan kau rapuh gara-gara seorang yang bahkan tak memandangmu. Fokuslah." tanpa disadari Anya sudah menitikkan air mata.


"Rav kamu duduk sini gabung sama kita" ucap Kai sambil melihat belakang yang terlihat punggung Rava yang dibalut baju longgar berwarna peach.


"Tak apa aku disini saja Kai". jawab Anya sambil menoleh kerah Kai dan berusaha tersenyum.


"Oke kalau kau mau seperti itu" ucap Kai datar dan melanjutkan membaca. Namun hatinya resah melihat perubahan sikap Rava yang tak seperti biasanya. " Apa salahku sebenarnya"..


Satu jm berlalu Sherly mulai tampak bosan karena pada dasarnya dia memang tidak suka dan tak berniat membaca buku. Cuma ingin berdekatan dengan Kai laki-laki idamannya. Tambah lagi kedatangan Rava yang menambah kebanggaan dan kepercayaan dirinya, bisa berdekatan dengan Kai tanpa bantuannya.


Kai yang melihat sekilas wajah Sherly yang tampak bosan. Lalu menyuruh Sherly pulang dulu. Tapi Sherly menolak keras karena tidak ingin Kai berduaan dengan Rava.


"Sudahlah kau tampak tak nyaman disini. Pulanglah ini sudah petang Sher." ucap Kai pada Sherly


"Aku tak apa Kai. Buku ini belum selesai aku baca. Kau tak perlu cemaskan aku." ucap Sherly manja


Anya terdiam mendengar percakapan dua sejoli ini. Lalu berdiri merapikan bukunya.


"Aku duluan ya. Bye" ucap Anya meninggalkan mereka berdua


Kai yang melihat tingkah Rava bertambah bingung. Ini belum waktunya Rava pulang tanpa berpikir panjang Kai berdiri ingin mengejar Rava.


"Kai kamu mau kemana?"


"Tunggu disini sebentar" ucap Kai pada Sherly lalu beranjak keluar perpustakaan. Sherly tak tinggal diam dia juga beranjak membuntuti Kai.


"Sudah ku bilang tunggu aku di dalam. Kenapa kau mengikutiku" ucap Kai sedikit kesal


"Aku takut kau meninggalkanku Kai" wajah Sherly melemah


"Aku hanya ingin ke kamar kecil kau mau ikut?" jawab Kai berbohong lalu berlari meninggalkan Sherly


Wajah oval Sherly memerah seketika mendengar Kai berkata seperti itu. Lalu kembali ke dalam perpustakaan tanpa ragu-ragu.


Kai berlari sambil memperhatikan setiap sudut lorong arah pintu gerbang. Tak terlihat seorang yang dicarinya. Tapi dia tak pantang menyerah terus dan terus berlari sambil menoleh kanan kiri. Akhirnya matanya terarah pada gadis didepannya di sudut ruang pertemuan. Rava yang semula jalan melemas terkejut melihat Kai langsung berbalik badan dan berlari menghindari Kai. Kai yang melihat tingkah Rava langsung berlari mengejar dan menarik tangan Rava.


"Rav tunggu aku"..


Rava menghentikan langkah kakinya. Hatinya bergetar jantungnya berdetak kencang.


"Rav kenapa kau menghindariku. Apa aku melakukan kesalahan kepadamu?" ucap Kai tetap memegang tangan gadis yang membuatnya lebih nyaman daripada sebelumnya.


Anya hanya terdiam membisu...


"Rav tolong jawab pertanyaan ku. Tolong jelaskan dimana letak kesalahanku biar aku bisa memperbaikinya. Aku tak ingin hubungan pertemanan kita menjadi longgar seperti ini" jelas Kai


Anya tetap tidak bergeming..


"iya benar ini hanya pertemanan apa yang kau harapkan lebih dari" batin Anya sendiri


"Rav ayolah aku butuh penjelasanmu. Masalah kemarin kau belum menjelaskannya ditambah lagi sekarang sikapmu kepadaku semakin dingin. Tolong katakan sesuatu Rav" ucap Kai meyakinkan Anya


Dada Anya semakin sesak mendengar perkataan dari Kai. Ia tak sanggup menahan semua ini.


"Maaf Kai aku tidak enak badan. Bolehkah aku pulang sekarang". ucap Anya sambil berusaha melepaskan tangan genggaman Kai lalu berlari meninggalkan Kai yang masih mematung di koridor ruang pertemuan.


Setelah itu Kai kembali ke perpustakaan dan mengajak Sherly pulang.


πŸš΄β€β™‚οΈπŸš΄β€β™‚οΈπŸš΄β€β™‚οΈπŸš΄β€β™‚οΈ