
Seminggu setelah berkenalan dengan Rava alias Anya, Kai belum melihat batang hidungnya. Entah di kelas sebelah ataupun di perpustakaan sepulang mata kuliah. Terbesit rasa penasaran yang besar. Ia berniat ingin mencari Rava tapi kemana. Nomor ponsel pun mereka belum bertukar.
Entahlah pikiran Kai sedikit terganggu. Baru kali ini ia merasakan hal seperti ini pasalnya Rava adalah teman perempuan bagi Kai.
Dosen Sissy mata kuliah jam pertama pun masuk.
Kai duduk sambil mengeluarkan beberapa buku teori dan buku catatannya. Selang 15 menit dosen memulai pembelajaran suara ketuk pintu pun terdengar.
Tokk... tokk.....
"Permisi" ucap seorang gadis cupu berkecamata tebal rambut di kepang kuda sambil memberikan salam kepada dosen.
Sontak para mahasiswa cowok menjadi ribut sendiri. Mereka tidak menyangka kalau ada gadis dengan tampilan seperti itu di zaman sekarang. Berbeda jauh dengan saat mereka melihat gadis casual yang berdiri di papan informasi kapan hari. Terdengar ejekan sana sini. Mahasiswi cewek mulai bergosip tapi Anya tidak menghiraukannya. Ia tetap tersenyum tipis.
"Masuk sini perkenalkan diri dulu baru carilah tempat duduk" ujar dosen sissy
"Terimakasih bu. Hallo teman-teman perkenalkan nama saya Rava. Saya transfer dari Indonesia. Selama saya di sini harap bantuannya ya " kata Anya sambil melambaikan tangan memberi salam dan tersenyum. Tetapi teman-temannya tidak menghiraukan.
Kemudian Anya berjalan menuju kursi di samping kiri Kai yang kebetulan kosong.
Disamping kanan Kai ada diffan yang terbelalak melihat Anya duduk disamping Kai. Kenapa cewek cupu itu duduk di sini gerutu Diffan.
Kai hanya terdiam menahan senyumnya. Hatinya bahagia entah kenapa.
"Pagi Kai" sapa Anya sambil menutup mukanya dengan buku agar tidak terlihat oleh dosen sissy.
"Pagi Rava. Bagaimana kakimu?" jawab kai datar
" Sudah sembuh kok Kai" jawab Anya
"Kenapa baru masuk hari ini?” tanya Kai penasaran
"Aku harus mengurus sesuatu jadi baru bisa masuk sekarang" jawab Anya tersenyum kecil
"Kalian saling kenal" ungkap Diffan heran
"Udah fokus belajar jangan ribut" jawab Kai sambil mencatat ulasan dosen sissy
Anya tersenyum pada Diffan dan melambaikan tangan tanda menyapa. Diffa tersenyum masam keheranan. Tak henti Diffan memperhatikan Anya dan Kai tidak habis pikir. Seumur-umur berteman dengan Kai belum pernah melihat Kai berteman dengan seorang cewek sekali berteman tampilannya kenapa begini itulah yang ada di benak Diffan.
Jam mata kuliah Dosen Sissy telah usai. Kai banyak mengobrol dengan Anya.
Diffan sesekali melirik mereka berdua.
Setelah Anya beranjak meninggalkan kelas Diffan berbicara kepada Kai untuk menghilangkan rasa penasarannya.
"Aku heran denganmu Kai. Gadis cantik sexy seperti Sherly sekalipun yang mengejarmu mulai semester satu aku tidak pernah melihatmu berbicara dengannya. Kenapa gadis cupu gitu kalian bisa akrab?"
"Emang ada masalah" jawab kai datar.
"Aku nyaman aja berteman dengan dia". Jawab Kai datar
Jawaban yang dilontarkan kai membuat diffan berpikir keras. Tetapi tidak menemukan jawaban yang pas. "Nyaman???"
"Kau tidak usah banyak berpikir. Kau belum mengenalnya sudah banyak berkomentar". ejek Kai sambil beranjak menuju kantin disusul Diffan dibelakangnya.
🤔🤔🤔
Sesampainya di kantin terlihat Anya duduk sambil menikmati bekal yang dia bawa. Kai sambil membawa makanan yang di sediakan kantin lalu duduk di hadapan Anya.
Anya sedikit kaget karena Kai tiba-tiba datang.
"Kenapa tidak bilang kalau kau mau ke kantin?” ucap Kai tiba-tiba.
"Aku tidak tau kalau kau mau makan juga" jawab Anya sambil tersenyum
"Setelah mata kuliah apa kau akan ke perpustakaan?" tanya Anya sambil menutup kotak bekalnya. Sebenernya dia ingin makan makanan kantin tapi dia lagi ada program diet jadi terpaksa harus membawa bekal yang dianjurkan dokter pribadinya.
"hari ini aku tidak bisa aku ada latihan basket karena minggu ini ada pertandingan". Jawab Kai
"ya sudah aku pergi sendiri saja" jawab Anya datar
"apakah kau marah?” tanya Kai bingung melihat ekspresi Anya yang seperti itu
"kenapa harus marah Kai... kau ini"
"sebenarnya aku ingin menemanimu tapi bagaimana lagi" Kai merasa bersalah
"ampun Kai aku gapapa aku cuma tanya kau jangan baper gitu napa" ejek Anya
Kai merasa bingung atas apa yang sebenarnya dia rasakan mengapa dia jadi seperti ini.
Setelah makan di kantin Kai dan Anya beranjak pergi menuju kelas mata kuliah jam ke tiga. Tetapi sepasang bola mata mengawasi mereka berdua. Tak henti bibir orang itu menggerutu.
"Sher kenapa loe manyun gitu". tanya Diffan yang berjalan dari arah samping melihat Sherly berdiri sambil menggerutu.
"Untung loe disini. Gue mau tanya cewek culun cupu yang bareng Kai itu siapa?. Seumur-umur gue gak pernah liat jalan sama cewek" tanya Sherly sedikit geram.
"oh pasti si cupu Rava yah.. dia mahasiswi transferan baru di kelas. Kayaknya udah kenal sama Kai. Mereka udah akrab tuh." jelas Diffan sedikit memanasi perasaan Sherly pasalnya dia menyukai Sherly sejak lama akan tetapi Sherly menolak dan mengharapkan Kai menjadi kekasihnya.
"gue penasaran kenapa Kai bisa akrab dengan cewek cupu itu. Kita lihat aja nanti kalau dia berani ambil Kai dari gue. Gue bakal buat perhitungan sama dia".
"loe tenang aja gue bakal jagaain Kai buat loe." tutur Diffan menenangkan hati Sherly. Terbesit rasa kecewa karena Sherly tetap tidak bisa melihat ketulusan hatinya. Tapi Diffan tak berhenti berusaha agar dekat dengan Sherly. Gadis cantik sexy itu, ketua cheerleaders yang selalu memikat hati Diffan. Tetapi berbeda dengan pikiran Sherly yang selalu ingin mendapat perhatian dari Kai. Lelaki tinggi tampan yang selalu dalam benaknya.
💞💞💞