
Malam itu Marcell menginap di Rooftop Anya karena ia sangat khawatir keadaan adik satu-satunya yang masih demam tinggi. Suhu badan Anya masih diatas normal 39°C, Marcell mencoba mengompres dahi Anya dengan waslap yang di beri air hangat.
Marcell duduk di samping ranjang Anya dan memandang Anya dengan seksama. Terlintas dipikiran Marcell adiknya sungguh kasihan kalau keadaannya seperti ini. Meski dia bukan anak manja tapi Anya yang mempunyai sifat ceria menjadi kesayangan semua anggota keluarga.
Marcell memandang jam dinding menunjukkan pukul 02.15 ia melangkah menuju sofa sudut ruangan untuk merebahkan tubuh kekarnya. Tak lama kemudian ponsel Anya berbunyi karena Alarm . Marcell bergegas mencari ponsel Anya dan mengatur nada silent. Marcell meletakkan kembali ponsel Anya tapi sifat usilnya pun datang. Dia mencoba mengotak atik ponsel Anya untuk mendapatkan nomor Kai sambil rebahan diatas sofa. Setelah dapat nomor Kai, Marcell melanjutkan mencari foto Rava di galeri. Ada banyak folder disana. Dengan seksama Marcell yang iseng mencari dengan teliti foto Rava untuk ditunjukkan kepada mama papanya.
Marcell sedikit bingung saat membuka folder di ponsel Anya yang berjudul "YGYA" Marcell sangat penasaran isi folder itu karena cuma folder ini yang terkunci. Marcell mencoba memecahkan sandi itu tapi sia-sia saja. Mar beranggapan kalau folder itu berisi foto Anya dan Pacarnya dulu. Setelah sekian lama akhirnya dia menyerah dan menonaktifkan ponsel itu lalu ia tidur di sofa.
🌞🌞🌞🌞
Sayup-sayup mata Anya terbuka, kepalanya masih sedikit pusing meski suhu badannya sudah menurun. Sambil menggeliat Anya baru sadar kalau kakaknya menginap disini tadi malam. Terlihat tubuh kekar dan tinggi Marcell tergelantung di sofa. Anya tertawa kecil melihat kakaknya yang bawel itu tidur di sofa dengan mendengkur.
Anya beranjak dari tempat tidurnya membenarkan posisi tidur kakaknya dan memberikan selimut tipis. Anya melihat sudah pukul 10 pagi, tanpa banyak berpikir dia langsung membersihkan diri dan mengecek keadaan cafe. Anya yang sedikit demam turun ke cafe menggunakan sweeter berwarna salem yang di gunakan Rava biasanya. Entah mengapa baju itu sangan nyaman ia kenakan hari ini. Setelah turun suasana cafe sudah ramai Anya langsung bergegas menuju ruangan pelayan.
"Pagi nona.." ucap Bianca kaget tiba-tiba majikannya muncul.
"Iya pagi.. oh ya Bi tolong siapkan 2 porsi nasi goreng 1 omelette dan susu hangat. Kalau sudah antar ke atas ya" ucap Anya sambil mengeluarkan beberapa lembar dollar Australia.
"baik nona apa ada tambahan lagi?"
"itu dulu aja.. makasih ya" ucap Anya sambil berlalu.
"..tumben hari ini nona gak pakai seragam yah kan sekarang hari minggu pasti nggak ke kampus. Kok nasi gorengnya 2 porsi jangan-jangan nona sama cowoknya di atas. Hah aku bicara apa sebenarnya" gumam Bianca sendirian yang bingung karena tak biasanya Anya begini.
Setelah keluar dari ruangan pelayan tak disangka berdiri di depannya sosok Kai yang terlihat ingin memesan sesuatu di meja kasir. Kai menoleh ke arahnya tanpa sengaja. Anya melambaikan tangan dan tersenyum masam terpaksa dia harus menyapa karena jaraknya terlalu dekat untuk menghindar.
"lagi santai kak" ucap Anya
"iya" jawab datar Kai
"kakak sendirian aja?"
"iya lagi nunggu cewekku"
"wah.. udah punya pacar ni yee..apa yang gadis kemarin yang kakak cerita itu?"
"hmmb" Kai mengangguk sambil mencari tempat duduk
"yaudah kakak santai aja aku kerja dulu. bye" ucap Anya segera berbalik badan
"tunggu An" ucap Kai
Anya kaget langsung berbalik lagi
"ada apa kak?"
"swetermu terlihat persis sama punya cewekku. Apa sebenarnya....?" ucap Kai bingung
"yaelah kak baju gini lagi hits di Asia jadi hampir tiap cewe punya" ucap Anya menyela dan berusaha menyangkal
"tapi sangat mirip" ucap Kai sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"udah deh kakak kencan aja sana aku mau kerja. Bye" kata Anya sambil berlari ke belakang. Diintipnya dari balik tembok Kai yang mulai beranjak dan duduk di Smoking Area.
Dengan cepat ia berjalan kembali ke tangga untuk menuju Rooftop. Jantungnya sesak karena takut ketauan oleh Kai. Sebentar tadi Kai bilang tunggu pacarnya berarti tunggu aku? kapan kita janjian? pikir Anya bingung.
Anya mencari ponselnya yang semula ada di balik bantal sekarang berpindah di atas meja samping.Ternyata ponselnya tidak aktif, lalu ia mengaktifkan kembali ponselnya. Dan apa yang dia duga benar beberapa pesan dari Kai.
📨06.10 Kaizo🌹
Rav bagaimana keadaanmu?
📨06.43 Kaizo🌹
Aku ingin bertemu..
📨07.30 Kaizo🌹
Kenapa ponselmu mati? Aku sangat khwatir..
📨08.25 Kaizo🌹
Aku tunggu kau di cafe Calmati.
📨10.10 Kaizo🌹
Aku sudah di cafe Rav.. aku tunggu kamu..
Anya menepuk jidatnya dia bingung harus bagaimana kalau dia keluar hari ini dengan Kai tak memakai kacamata, Kai pasti akan sangat mudah mengenali wajahnya. Masa iya harus menutupi wajahnya sepanjang hari. Anya mengusap kasar wajah cantiknya..
Dan sampai akhirnya Anya memutuskan untuk menelfon Kai..
Tuut..tuuttt....
"Hallo Kai" suara Anya melemah
"Hallo Rav bagaimana keadaanmu sekarang" ucap Kai terdengar sangat khawatir..
"Maaf aku baru bangun tidur Kai, ponselku kehabisan baterai"
"Hmmbb kau masih flu?"
"Sudah mendingan Kai.. hari ini kau mau mengajakku kemana? Sepertinya aku belum bisa keluar tubuhku masih lemas" ucap Anya
"Aku ingin mengajakmu ke optik.. kacamatamu hilang apa penglihatanmu baik-baik saja?"
"Kai kau jangan khawatir yah. Aku sudah mendingan cuma butuh istirahat aja. Masalah kacamata aku punya cadangannya kok. Kamu tak perlu bingung yaah.." ucap Anya melegakan hati Kai padahal kenyataannya ia tak ingin bertemu Kai saat ini karena takut identitasnya terbongkar.
"Tak bisakah kita bertemu. Aku hanya ingin melihat keadaanmu meski sebentar saja" ucap Kai lirih
Anya paham Kai sangat khawatir dengan keadaannya saat ini sekaligus ia merasa bersalah atas kejadian kemarin.
"Maaf Kai nanti kita bicara lagi ya... aku mau ke kamar kecil sebentar. Bye" ucap Anya berbohong karena ia tak ingin Kai mengetahui identitas aslinya.
Tingggtongg... suara bel pintu Rooftop.
Anya membuka pintu terlihat Bianca sudah membawakan pesanannya tadi.
"Kak ayo bangun kita sarapan"
"hmm"
"Kau jangan tidur lagi kak" ucap Anya menggoyang tubuh Marcell
"Apa sih An. Aku ngantuk" ucap Marcell setengah sadar
"Ayo kak bangun antar aku cepat ini genting"
Marcell melirik Anya yang terlihat bingung dengan mata setengah tertutup.
"Kak ayo bangun"
"iya..iya ini udah bangun"
"cepat mandi sana ada yang mau Anya omongin. " ucap Anya sambil menarik tubuh kakaknya agar masuk ke dalam kamar mandi.
Sambil menunggu kak Marcell mandi, Anya mencoba mengirim pesan untuk Kai..
R💬
Kai maaf hari ini aku tak bisa menemuimu besok kita berangkat ke kampus bersama yaa..
K💬
Baiklah. Kau jaga kesehatan kalau butuh bantuan cepat hubungi aku
R💬
Terimakasih ❤️
K💬
Get well soon beib❤️
Anya tersenyum sendiri melihat balasan dari Kai. Anya tak menyangka Kai yang begitu polos dalam berhubungan bisa romantis seperti ini.
20 menit kemudian...
Seusai mandi Marcell dan Anya sarapan nasi goreng yang tadi di pesan. Di pertengahan mereka makan Anya mencoba mengkonsultasikan keadaannya sekarang.
"Kamu tetap harus minum ibuprofen itu. Suhu badanmu masih belum normal."
"Oke siap kak."
"Jangan banyak aktivitas dulu istirahat yang cukup"
"iyaa.. oh ya kak tadi Kai kemari loh" ucap Anya senyum-senyum
Marcell menghentikan makannya dan menatap Anya..
"Kenapa bisa? memang dia tau kalau kamu tinggal disini?"
"Bukan gitu kak.. tadi aku berpapasan sama dia waktu aku mau balik kesini. Aku ketemu di lantai dasar".
"hmm" jawab Marcell tak paham
Akhirnya Anya menceritakan semua yang terjadi pagi ini mulai dari dia berpapasan dan tak bisa menghindar sampai Kai ingin menemuinya.
"kamu jangan permainkan hati seorang pria.. kamu tau menurut Kai kamu wanita pertama untuknya. Bukan seperti kamu yang udah ganti-ganti cowok" ucap Marcell sembarangan karena teringat folder dari ponsel Anya
"hah maksud kak Marcell apa.. Anya tak pernah pacaran sebelumnya. Memang banyak teman cowok dekat dulu tapi Anya tak pernah pacaran kak" jelas Anya kesal
"he..he.. kakak bercanda jangan sensi gitu lah" goda Marcell
"Huh kakak mancing emosi aku... bercandanya nggak lucu ah.."
"oh ya entar lagi anterin aku ke optik ya.." tambah Anya
"Oke.. tak masalah"
"Sekalian kita ke counter Adidas yah."
"kamu mau apa?"
"aku mau kasih kado buat Kai setidaknya menyenangkan hatinya"
"dengerin An. Kakak tak melarang kamu mau beli apa aja tapi tak sebaiknya kamu telusuri dulu gimana sosok Kai sebenarnya, kalau kamu dimanfaatkan bagaimana?"
"kakak mulai deh.. Kai itu tak seperti yang kakak pikirkan. Kapan-kapan deh Anya kenalin biar kak Marcell tak salah paham terus"
"hmmm oke deh"..
👓👓👓👓
Siang itu Anya dan Kak Marcell pergi ke Mall Summerhill mereka jalan berdua tanpa sopir. Kalau sekilas orang melihat mereka jalan berdua pasti mengira pasangan. Tak sedikit mata yang memperhatikan mereka paras Anya yang sangat cantik dan tampang maco Kak Marcell menjadi daya tarik pengunjung Mall.
Mereka masuk ke optik untuk membeli kacamata Anya dan mampir ke counter Adidas untuk membeli jaket Kai. Kak Marcell hanya bisa diam melihat tingkah adiknya itu.
Setelah selesai Kak Marcell mengantar Anya pulang ke cafe.
"Kakak gak mampir lagi?"
"Besok aku ada mata jadwal bertemu client An. Kamu istirahat yah.. jangan terlalu capek. Jangan pulang malam. Jangan lupa makan. Jangan pacaran aja belajar." ucap Marcell
"ih bawel banget iya iyaa pak dosen"
Marcell dan Anya sama-sama terbahak, rasanya sangat lama mereka tak sedekat ini karena urusan mereka yang berbeda.
"Aku pergi dulu ya.bye" ucap Marcell sambil mencium kening adiknya.
"Hati-hati ya kak jangan lupa kabarin kalau udah sampe"
Marcell mengangguk dan pergi dari pandangan Anya.