
Dengan wajah sumringah ayah Rama keluar dari ruang pemeriksaan di ikuti pengacara terpilih kepercayaan Marcell.
Rama melihat seorang muda mudi sedang tertidur di bangku ruang tunggu tak lain adalah Kai dan Rava. Rama tersenyum mendekati mereka dan membangunkan Kai yang pulas di pundak Rava. Kai merasakan ada yang menepuk pundaknya dengan segera membuka mata diikuti dengan Rava.
"Ayah.." Kai memeluk ayahnya
"Sayang terimakasih" ucap Ayah Rama menangis
Rava melihat adegan itu sangat ternyuh dan ikut menangis. Dan mereka segera meninggalkan kantor polisi diantar oleh mobil pengacara.
Didalam mobil....
"Bagaimana hasilnya ayah?"
"Puji Tuhan sayang semua yang kalian persiapkan sangat berguna dan membantu. Ditambah lagi pengacara Hans sangat berpengalaman dalam hal ini. Akhirnya polisi cuma bisa menjadikan ayah sebagai saksi"
Rava dan Kai sangat gembira mendengar berita itu. Perjuangan Kai, Rava dan Marcell akhirnya tidak sia-sia. Polisi sudah melakukan pemeriksaan dan status ayah Rama tetap manjadi saksi bukan naik menjadi tersangka. Dalam pemeriksaan tersebut polisi sudah mengantongi nama-nama yang menjadi tersangka penipuan dan pencemaran nama baik.
🕵️🕵️🕵️🕵️
Malam ini ayah Rama dan Kai berencana ingin mengundang Rava dan Marcell untuk makan malam di rumahnya sebagai tanda terimakasih telah membantu dalam masalah kemarin. Tetapi setelah Kai mencoba menghubungi Rava dan Marcell lewat telpon tapi tidak tersambung berapa kali tetap saja tidak tersambung. Dengan kecewa akhirnya Ayah Rama dan Kai mengurungkan niat mereka.
"Yah sepertinya mereka berdua sibuk, kita tunda dulu ya"
"Iya Kai tak apa.. Ayah mau bicara denganmu sini duduk" ucap Ayah Rama sambil duduk di sofa.
"Ada apa yah kok sepertinya serius"
"Begini kurang berapa bulan lagi kamu sudah lulus. Ayah ingin kita menetap di Indonesia"
"Kenapa seperti itu ayah. Makam ibu ada di sini bagaimana kita meninggalkannya"
"Kamu tenang saja Kai.. Ayah tidak akan menjual rumah ini jadi kita bisa ke sini kapan saja. Kau bisa ke makam ibumu saat kau ingin." Jelas Ayah Rama
"Apa alasan Ayah sebenarnya?" ucap Kai tanpa basa-basi
"Ayah..." ucap Ayah Rama sangat ragu
"Yah.. Kai sangat kenal Ayah, Ayah tak mungkin tiba-tiba pindah begitu saja"
"Sebenarnya ayah sudah merencanakan mulai kamu kecil Kai. Ayah hanya ingin mengambil hak yang seharusnya milik ayah dan kamu."
"Maksud ayah?"
"Sebenarnya ini rahasia yang lama ingin ayah pendam. Tapi melihatmu tumbuh jadi anak yang sangat pintar ayah ingin memberikan hal terbaik untukmu Kai dan bertekad untuk mengambil hak kita. Di Indonesia Nenek kamu mempunyai perusahaan yang sangat ternama. Karena konflik internal ayah mundur dari tanggung jawab. Dan saat ini perusahaan tersebut di kelola oleh adik tiri ayah."
"hmmmm.. Konflik sebesar itukah sampai ayah mundur"
"Begini ceritanya dulu sebelum Ayah menikah dengan ibumu ayah mempunyai kekasih di Indonesia, dia cantik pintar dan lembut. Kita menjalin hubungan sekitar 2 tahun dan sampai akhirnya memutuskan ingin menikah muda. Hal itu tidak terlaksana karena nenek kamu tiba-tiba terkena serangan jantung dan meninggal. Ayah sangat terpuruk kala itu karena nenekmu orang yang paling berarti dalam hidup ayah. Berbeda dengan Kakekmu, presedir sialan itu... setelah nenek kamu meninggal, kakekmu menikah lagi dengan seorang janda. Janda itu mempunyai anak perempuan dan parahnya anak perempuan itu adalah kekasih ayah. Kakekmu bersih keras untuk memisahkan kami. Dengan keegoisannya dia melepaskan hubungan kami demi janda itu." ucap Ayah Rama sambil menggebu-gebu terbawa emosi
Kai tercengang lama, karena baru kali ini ayahnya bercerita rahasia ini.
"Dia lebih menurut pada ibunya yang kalap akan harta. Ayah sangat kecewa kepadanya, meskipun ayah tau dia bukan wanita seperti itu akan tekanan dari ibunya yang jahat itu akhirnya dia tidak bisa bertindak apa-apa. Ayah sangat kesal akan semua itu dan meninggalkan Indonesia untuk pergi ke Inggris. Dalam hati ayah cuma ada kebencian untuk keluarga itu. Memang ayah egois kala itu tapi Ayahmu sangat tidak terima semua jerih payah nenekmu jatuh pada kakekmu yang gila perempuan itu"
"Baru pertama kali Kai mendengarnya yah.. Lantas bagaimana Ayah bisa bertemu ibu?"
"Ibumu" Ayah Rama tersenyum tipis
"Dia seperti malaikat tanpa sayap, sangat cantik dan terbaik"
Wajah Kai mendadak murung karena dalam hatinya sangat merindukan sosok seorang ibu.
"Setelah Ayah pergi meninggalkan Indonesia dan pergi ke Inggris Ayah kuliah sambil bekerja di perkebunan anggur ternama milik paman Ibumu. Kami bertemu saat di kampus karena kebetulan dia juga mahasiswi satu jurusan dengan Ayah. Dia orangnya sangat pintar, suka menolong orang, jiwanya lembut dan juga seksi"
"Ayah..." Kai sedikit tersenyum
"Ayah ini jujur Kai" ucap Ayah Rama sambil tertawa
"Dia mahasiswa terpopuler karena selain wajahnya yang cantik dan pintar dia juga berlatar belakang bangsawan"
Kai membelalakkan matanya
"Iya sebenarnya ibumu adalah bangsawan Inggris Kai, setelah kita resmi berhubungan Keluarga mereka sangat tidak setuju. Dan akhirnya kita berdua kabur ke sini"
"Lalu ayah.. bagaimana bisa ayah mengajak ibu kabur"
"Cinta kita sangat kuat Kai, meskipun ayah pernah menjalin hubungan dengan wanita lain selama 2 tahun, rasanya sangat berbeda dengan berhubungan dengan mendiang ibumu. Hatinya yang bersih tak memandang orang dari segi apapun menolong orang tanpa pamrih itu sangat luar biasa"
"Apa keluarga ibu tak pernah menemukan jejak kalian berdua?"
"Mereka sudah tau kalau kita di Sydney. Awal pernikahan mereka menemukan kami. Ibumu lebih memilih ayah dan mempertahankan kamu ketimbang keluarganya. Konsekuensi yang dia peroleh dia dicoret dari ahli waris keluarga besarnya. Tapi dia sama sekali tidak menyesal karena kamu sudah ada di dalam tubuhnya. Sampai kamu berumur 3 tahun ibumu mengandung 2 bulan, para mafia suruhan keluarga ibumu mengajak paksa ikut ke Inggris. Ibumu tetap tak ingin meninggalkan kita sampai akhirnya dia pendarahan dan meninggal dunia" tak terasa Ayah Rama meneteskan air mata
Kai mengelus punggung Ayahnya dengan lembut. Kai baru tau ibunya meninggal secara tragis gara-gara keluarganya sendiri. Dalam hati Kai sangat kecut dan kecewa mendengar kenyataan ini. Hatinya membara ingin memperoleh keadilan.
"Ini sudah jalan hidup kami berdua. Alasan ayah tak menikah lagi karena ayah tak ingin mengkhianati ibumu sayang. Ayah sangat mencintai ibumu. Dengan pengorbanannya begitu besar, Ayah tak rela bila kasih sayang ayah terbagi untuk wanita lain."
"Ayah.." Kai memeluk tubuh Ayahnya dan menepuk pundaknya berkali-kali
"Nak.. Ayah ingin kamu bisa mengambil perusahaan milik nenekmu."
" Baik ayah, Kai bakal menuruti semua yang ayah inginkan. Ayah tenang saja Kai bakal berusaha mengembalikan semuanya ke jalan yang benar."
"Bagus sayang terimakasih"
"Tapi sebelum itu Kai ingin ke Inggris yah.. Kai ingin tau seberapa kuasa keluarga ibu sampai rela menghapus hubungan itu cuma gara-gara tidak merestui hubungan kalian".
"Sudahlah sayang jangan macam-macam mereka bukan orang seperti kita. Jaringan mafia mereka sangat luas. Ayah takut kamu kenapa-kenapa"
"Baiklah ayah" ucap Kai mengangguk tapi dalam hatinya tetap bertekad ingin pergi ke Inggris untuk memperoleh keadilan.
🔥🔥🔥🔥