
Siang itu Anya duduk malas di kelas, padahal biasanya waktu pergantian jam Anya sempatkan pergi ke kantin untuk mengganjal perutnya. Entahlah hari ini dia sangat malas makan. Suasana kelas saat ini sepi cuma terdapat beberapa teman Anya yang duduk di bangku depan. Anya sedang bosan membalik-balik bukunya. Terdengar suara sepatu dari arah pintu. Tak lama terlihat gadis cantik sexy berpakaian feminim diikuti 3 temannya dibelakang berjalan kearahnya. Anya hanya diam tak memahami situasi ini.
Tok..tokk suara meja diketok oleh gadis cantik itu.
"Rava.... bisa minta waktunya sebentar?" ucap gadis itu sopan
"mm" Anya mengangguk
"sebenarnya aku cuma pengen ngobrol berdua sama kamu. Kau punya waktu luang sore ini".
"ada perlu apa. Kalian siapa?".
"sorry gue lupa gak ngenalin diri .. gue Sherly ini temen gue Fai, Mey dan Selena. Kita anggota cheerleaders kampus". mereka melambaikan tangan memberi salam.
"kalau memang ada perlu omong disini aja soalnya aku sibuk usai pulang kampus".
"oke kalau gitu, gue mau minta bantuan loe" ucap Sherly merendahkan suaranya.
"bantuan?? kalian mau belajar bareng aku?" ucap Anya tidak paham
"bukan.. jadi gini gue liat loe akrab banget sama Kai. Seumur-umur baru loe temen cewek pertama yang bisa seakrab itu sama Kai. Sebenarnya gue tanya loe suka nggak sama Kai?”
"kenapa kamu tanya gitu? itu privasi orang suka atau nggak sama Kai itu terserah aku" Anya sedikit kesal
"gue paham orangnya pintar dan loe harus tau diri. Kai gak mungkin suka sama loe. Kai itu cocoknya sama gue. Gue suka sama Kai. Gue pengen loe bantu gue deketin dia." ucap Sherly tanpa dosa
"jadi itu masalahnya. Gue gak mau bantu loe. kalau loe suka dia usaha sendiri dong" ucap Anya sewot
"yakin loe gak mau bantu gue? Bokap gue dekan disini. Gue bisa dengan mudah ngeluarin loe dari kampus ini". ancam Sherly
Anya terdiam lama...
Pikiran Anya sedikit bingung satu sisi dia sudah tak mungkin pindah kuliah lagi karena ini sudah diujung semester. Disisi lain Anya merasa kesal karena mendengar ada cewek lain yang mengejar Kai. "Kai cuma sahabat buatku gak lebih kenapa aku harus kesal. Bukannya membantu orang itu hal baik" begitulah pemikiran Anya yang terus berputar.
"Apakah membantu Sherly artinya aku mengorbankan Kai untuk kepentinganku?" batin Anya.
"cuma bantu gue deket sama dia gak lebih" ucap Sherly memelas sambil memegang tangan Anya. Pasalnya Sherly yakin kalau Anya bisa buat dia deket sama Kai. Anya gadis pertama yang bisa akrab dengan Kai selama ini. Kai terkenal anti perempuan. Sifat dinginnya banyak gadis yang mendambakannya tetapi sia-sia. Tak terkecuali Sherly yang jatuh cinta pada Kai sejak pandangan pertama.
"nanti aku pikirkan lagi" ucap Anya datar.
"oke baiklah besok aku kesini lagi meminta jawabanmu." ucap Sherly sambil menepuk pundak gadis berkacamata tebal itu dan beranjak pergi.
Tak lama kemudian Kai dan Diffan datang dan duduk di samping Rava alias Anya. Kai menyodorkan minuman susu kotak kesukaan Anya
"kamu tau aja aku lagi kepanasan.oh ya Pulang kampus perpus yuk" Anya meringis
"sebenarnya aku mau ngajak kamu ke suatu tempat. Tapi sebelum itu aku mau ambil costum basket dulu. Gimana kamu mau ?".
"emang kalian mau kemana kok gue gak diajak" celetu Diffan
"yakin loe mau ikutan?" ejek Kai
"yakin kenapa nggak?” ucap Diffan tanpa ragu.
Seusai jam mata kuliah mereka bertiga berjalan menuju lapangan basket untuk mengambil costum pertandingan minggu ini. Disana terlihat ada beberapa cowok bertubuh atletis sedang berkumpul.
"ini gadis yang loe omongin bro" ucap Frans sambil menepuk pundak Diffan.
"ha-ha-ha selera loe Kai." ejek Frans pada Kai.
" bacotluh gak bisa diem ya". ucap Kai sedikit kesal
" udah-udah kalian kayak anak kecil aja. Rava maafkan anggotaku yah mereka memang begini seperti anak kecil" ucap Sandi sambil tersenyum manis kepada Anya
Kala itu Anya membalas senyuman Sandi. Teringat dia orang yang mengajaknya berkenalan di cafe waktu itu. Tak banyak bicara cuma Anya berdiri disamping pagar menunggu Kai dan Diffan selesai urusannya.
"Ayo aku udah selesai" ucap Kai
terlihat Diffan berlari kearah mereka "tunggu aku woy".
"Kita mau kemana sebenarnya?” tanya Anya sedikit penasaran
"Toko buku Marquee lagi grand opening di Mall Summerhill lagi banyak diskon juga"
"Wah beneran gue lanjut" ucap Anya sumringah
" Hah toko buku" batin Diffan yang sebenarnya cuma tak ingin melihat mereka berdua jalan bersama. Diffan telah berjanji kepada Sherly untuk menjaga Kai untuknya.
Terbesit dipikiran Diffan ingin mengajak Sherly juga tapi bagaimana nantinya dia ogah jalan dengan si cupu itu.
🕖20.00🕖
Sepulang dari toko buku mereka bertiga pulang kerumah masing-masing. Sesampainya di Kamar Anya melepas ikatan kepang rambutnya serta mencuci muka terlihat wajahnya yang kusam hilang menjadi wajah mulus bersih.
Trrrdddd...trrddddd suara getaran ponsel Anya.
Terlihat di layar ponsel "Mama♥️". Dengan segera Anya mengangkat panggilan itu.
"sayang"
"iya ma"
"mama kangen banget sama kamu"
"Anya juga kangen pengen peluk mama" ucap Anya sambil mengusap air matanya.
Anya sangat sayang kepada kedua orangtuanya. Anya mempunyai misi untuk menjadi lebih baik bisa lebih dewasa kedepannya.
"mama bulan depan mau kesana sama papamu nak. mama ingin tau tempat tinggalmu. pengen tau keseharianmu." ucap Mama Miranda.
"iya ma Anya tunggu" ucap Anya sambil menekan tombol merah.
Anya harus mempersiapkan dirinya untuk bertemu papa Marvel setelah sebulan ini tidak berjumpa. Meski kapan hari presedir Marvel datang ke Australia untuk tanda tangan kontrak dengan Perusahaan Syd. Tetapi Anya enggan bertemu dengannya.
Rasanya hatinya terhantam baja panas dan berat. Di bukanya album foto dalam ponselnya dua bulan yang lalu. Terlihat jelas di foto gambar papa Marvel sedang mencium selingkuhannya.
⚡Flashback Anya⚡
Sejenak Anya mengingat kejadian sebelum dia memutuskan untuk pergi ke Australia. Malam itu Anya dengan sekuat tenaga menghadap papa Marvel di ruang baca.
Terlihat seorang dewasa duduk sambil menelpon seseorang.
Anya terdiam di depan pintu sampai akhirnya seorang itu menutup telponnya. Tak disangka mata Anya melihat kelakuan konyol papa yang dia banggakan.
Selangkah demi selangkah Anya mendekati papa Marvel.
"pa...."
"sejak kapan kamu datang sayang. Papa rindu kamu sini peluk papa"
"papa baru pulang?”
"iya sore ini papa baru datang kamu juga rindu papa ya?" goda papa Marvel pada Anya
"kemarin lusa papa dinas kemana?”
"mmmb kemarin papa ke Jawa Timur sayang." jawab presedir dengan santai berbohong kepada putrinya.
"papa yakin ke Jawa Timur?.Bukannya papa pergi ke Jogja" tanya Anya sambil menahan emosi.
"Kamu tau dari mana sayang?" mata presedir itu sedikit kebingungan.
" mulai sekarang papa jelasin ini ke Anya. Jangan ada kata bohong sedikit pun. Jujur sama Anya." ucap Anya sambil menunjukan foto yang dia ambil 2 hari yang lalu
"sayang" papa Marvel sontak kaget melihat foto dirinya lagi bermesraan dengan seorang wanita. Papa Marvel langsung memeluk putri kesayangannya yang menahan tangis.
"maafkan papa sayang. Papa bisa jelasin. Papa minta bantuan untuk merahasiakan semua ini. Sebenernya dia itu istri papa sayang yang ada di Jogja. Kami sudah menikah sekitar 3 tahun yang lalu. Ayah wanita itu adalah teman papa. Papa berhutang budi kepadanya. Sebelum meninggal ayah wanita itu memberikan wasiat untuk memberikan tanggung jawab kepada papa untuk menjaganya. karena dia sebatang kara sayang ibu dan keluarganya tidak ada disampingnya." jelas papa Marvel sambil menarik Anya untuk duduk disampingnya
Tak kuat Anya mendengar penjelasan itu. Anya menangis sejadi-jadinya. Perasaan bangga yang selama ini sudah hancur. Itu istri papa. Kenyataan apa ini?
⚡Flashback Off ⚡
🕚23.05🕚
Mata Kai masih terjaga sambil membalik bukunya yang tebal itu. Terdengar suara ayah Kai baru pulang kerja. Kai langsung bergegas keluar untuk menyuguhkan kopi dan makanan.
Terlihat pucat dan lesu ayah Kai menaruh tas jinjing serta melepas jas yang dia kenakan.
"Ayah kau lembur lagi?” sambil menuangkan secangkir teh hangat untuk ayahnya
"kamu belum tidur Kai?. Akhir-akhir ini perusahaan ayah lagi banyak masalah jadi mau tak mau harus lembur". ucap ayah Rama
"kau sudah berumur harusnya istirahat biar Kai yang bekerja"
"kau itu masih kecil fokuslah belajar. Oh iya Kai apa kau bisa membantu ayah memperbaiki laporan bulanan ini. Ayah sudah memeriksa berkali-kali tapi tetap saja ada selisih." ucap Ayah Rama sambil mengeluarkan berkas dalam tasnya. Ayah Rama paham anaknya jenius. Sbelum ini beberapa laporan diselesaikan mudah oleh Kai.
Kai memeriksa lalu mengangguk tanda dia dapat menyelesaikannya.
" Ayah cepatlah istirahat urusan laporan biar Kai yang selesaikan". ucap Kai beranjak dari sofa dan mengambil berkas yang diberikan ayah Rama.
"tunggulah sebentar lagi nak. Ayah akan membawamu ketempat asalmu sayang" batin Ayah Rama sambil memperhatikan putranya
yang bertubuh tinggi Atletis itu masuk kedalam kamar.
👨👦👨👦👨👦👨👦