FALSE LOVE

FALSE LOVE
Menunggu



Rencana liburan ke Indonesia terpaksa Kai batalkan, hingga jumat sore Rava belum juga bisa dihubungi lewat telfon ataupun email. Kai mencoba menelfon Marcell juga tidak ada jawaban. Kai mencoba mengerti bagaimana posisi Rava kala ini meskipun ia tak tau apa yang sebenarnya terjadi. Ayah Rama yang melihat anak laki-lakinya tampak gusar setiap hari seperti itu juga khawatir.


"Kai kau kenapa?" ucap Ayah Rama sambil duduk di samping Kai yang melamun


"Oh Ayah.. Kai tidak apa-apa yah"


"Kau pasti kepikiran Rava ya?"


Kai tersenyum masam..


"Sudahlah dia pasti punya alasan tersendiri tiba-tiba pergi seperti ini, ayah bisa melihat Rava anak yang baik sangat sayang padamu"


Kai frustasi dan mengusap kasar wajahnya, "apa yang harus aku lakukan yah, aku ingin sekali mencarinya tapi aku tidak tau apapun tentang kehidupannya, alamat keluarga kerabat teman semua tidak tau. Hanya kak Marcell tapi apa dia menutup akses komunikasi kami"


"Sudahlah kau tunggu saja, kita juga tidak tau bagaimana keadaan disana. Jadi ayah harap kamu bersabar ya".


Sekarang hari-hari Kai diisi dengan menunggu dan menunggu.... sampai akhirnya.....


⏳Setahun telah berlalu...⏳


Hari-hari Kai saat ini sudah sangat berbeda setiap pagi ia pergi ke perusahaan tempat ia bekerja, semenjak ia lulus S2 Cumlaude dengan nilai terbaik kala itu ia langsung di tawari kontrak kerja di perusahaan BHP Billiton yang bergerak di sektor pertambangan. Sebenarnya Kai ingin menjalankan misinya mencari Rava, pergi ke Inggris dan kembali ke Indonesia tetapi tawaran ini sangat menguntungkan untuk dirinya saat ini. Mengingat ia belum mempunyai pengalaman di perusahaan, memang sering kali Kai membantu ayahnya tetapi antara teori dan praktek pasti ada perbedaan.


Dalam waktu enam bulan, dengan otak Kai yang jenius ia sudah naik jabatan menjadi manajer pemasaran. Banyak pasang mata yang iri dengan keberadaan Kai saat ini. Tapi Kai berlagak cuek dan tak menghiraukan sekitarnya.


Pagi itu Mobil Range Rover Hitam melaju pelan menetapkan posisi di parking area perusahaan BHP Billiton. Sosok tinggi berpostur maskulin, berwajah tampan mengenakan jas silver turun membawa tas kantor dan berjalan menuju ruangannya. Para gadis karyawan BHP Group meleleh melihat ketampanan Kai setiap harinya. Mereka tidak pernah bosan melihat wajah manajernya itu. Beberapa gadis sudah mencoba mendekatinya tetapi hasilnya zonk besar. Kai sangat dingin dan cuek terhadap gadis-gadis itu.


Tok.. tokk..


"masuk.."


"Pagi Kak Kai.. ini berkas yang harus anda periksa dan jadwal anda hari ini sampai jam 4 kosong tetapi jam setelah petang ada pesta perjamuan para petinggi BHP." ucap Megan sekertaris Kai saat ini.


Mata Megan tak henti melihat atasannya seperti seorang pangeran berjas abu-abu. Rambut Klimis dengan rahang yang maskulin membuat hatinya berdegup kencang. "Sangat Tampan" ucap Megan dalam hati


"Oke kamu boleh pergi" ucap Kai tanpa melihat.


Kai mencoba memeriksa beberapa berkas yang Megan berikan, dengan teliti ia memeriksa sampai akhirnya berakhir di salah satu kontrak dengan perusahaan Indonesia BS Group. Kai menyandarkan tubuhnya di kursi dan memejamkan mata serta mengela nafasnya dalam-dalam. Dalam ingatan Kai, Rava dan kak Marcell lah yang membantu masalah terkait Syd Group Ayah Rama kala itu. Rasa rindu sangat menancap di hati dan pikiran Kai. Kai membuka arsip email pribadinya dan melihat pesan satu tahun yang lalu.


Satu hari setelah wisuda berlangsung..


πŸ“¨ πŸ“¨


Hai Kai bagaimana kabarmu?? Aku merindukanmu..


Kabarku baik-baik saja kau tak perlu khawatir.


Sebelumnya aku minta maaf Kai, aku tidak bisa menepati janjiku untuk berlibur denganmu, serta berfoto bersama mengenakan toga, dan juga menemani hari-harimu untuk saat ini.


Kai, sekarang aku menanggung beban yang sangat besar, aku butuh waktu untuk fokus dengan semua ini. Aku harap kau mengerti bagaimana posisiku. Aku belum bisa jujur denganmu untuk semua ini. Tapi aku janji saat kita bertemu lagi tapi entah kapan itu akan jujur padamu siapa aku sebenarnya. Aku percaya jika kita berjodoh kita pasti bertemu lagi.


Ingatlah Kai kau adalah laki-laki pertama yang bisa memberi ketulusan dalam hidupku. Aku akan mengingat semua kenangan kita sampai kapanpun. Aku juga akan selalu mengingat ciuman pertama yang kau berikan hari itu. Aku mencintaimu Kai.


Selamat tinggal, aku harap kau bisa hidup bahagia dengan paman Rama.


_MRS_Rava#


πŸ“¨πŸ“¨


Malam harinya,


Kai sebenarnya enggan menghadiri perjamuan semacam itu karena ada saja yang akan terjadi nantinya. Entah istri para pejabat atau anak gadis mereka kerap kali menempeli dirinya. Tapi apalah daya semua sudah kewajiban, Kai harus bekerja secara profesional.


Setelah Kai bersiap-siap, Ia melajukan mobilnya menuju hotel bintang lima tempat acara berlangsung. Banyak para petinggi perusahaan BHP Billiton datang beserta keluarga tak luput beberapa media juga hadir di acara itu.


"Selamat malam Presedir" ucap Kai memberi hormat kepada CEO BHP Billiton.


"Wah wah.. kau sudah datang rupanya. Kebetulan ada yang ingin aku bicarakan denganmu" ucap CEO paruh baya itu sambil menggiring Kai menuju room pertemuan.


"Bagaimana nak Kai hari-harimu di perusahaan sebagai manajer pemasaran?"


"Sejauh ini cukup lancar tuan. Ada beberapa kontrak yang harus kita analisa kembali karena saya melihat ada beberapa pasal yang memberangkatkan kita"


"Bagus-bagus aku percaya padamu" ucap CEO itu sambil menepuk-nepuk bahu Kai.


Kai tersenyum mendengar perkataan pemilik BHP itu.


"Begini nak Kai, saya lihat sejauh ini kau belum berkeluarga atau belum mempunyai pasangan, aku berencana menjodohkan dirimu dengan cucu kesayanganku Ruby, dia lulusan Harvard, dia memiliki sifat yang introvert berbeda dengan kakak laki-lakinya yang mudah bergaul. Aku khawatir dia terlalu fokus berkarir sampai lupa akan namanya berkeluarga."


Kai hanya terdiam...


"Sebelumnya apakah kau sudah mempunyai kekasih?"


"Iya tuan. Tapi sudah lama kita berpisah". ucap Kai pelan.


"Kau pikirkan dulu tawaran dariku. Aku melihat kau anak yang baik, dan bertanggung jawab. Jadi tak salah kalau kau akan menjadi calon cucu menantu keluarga kami"


"Baik tuan saya pikirkan dulu"


Pikiran Kai tetap tenang karena tak sekali ini ia dijodohkan sudah berkali-kali para petinggi perusahaan lain yang ingin menjodohkan dirinya dengan putri atau cucu mereka. Tapi bedanya ini adalah orang nomor satu di Australia, beban berat akan dipikulnya. Kai mencoba berpikir sedalam mungkin karena tidak mau mengambil keputusan yang salah.


Setalah Kai turun kembali ke bawah dimana tempat acara itu, Kai tidak sengaja menabrak seorang gadis cantik bertubuh jenjang.


"maaf..maaf" ucap Kai segera sambil memberikan tisu kepada gadis itu


Gadis itu menerima dan cepat membersihkan tumpahan sirup yang tumpah di lengan bajunya.


"aku tidak sengaja maaf" ucap Kai lagi


"tidak masalah" gadis itu tersenyum dan berlalu.


Acara itupun sudah dimulai beberapa petinggi perusahaan lain pun tampak datang. Kai berdiri di sebelah para jajaran manajemen lainnya, Kai tampak paling menonjol karena diantara manajer lainya Kai paling muda dan tampan.


Dari sebrang dua pasang mata memperhatikannya. Mata lentik yang sangat merindukannya. Hatinya berdegup kencang seperti baru jatuh cinta. Tak terasa air matanya menetes. Ia hanya bisa menatap dari jauh tak berani mendekat dan menyapanya karena semua sudah berubah tak lagi sama. Demi mempertahankan perusahaan keluarga gadis itu rela menjadi tembok pelindung, suka tidak suka dirinya harus berkorban. Laki-laki yang di sampingnya juga tampak memperhatikan Kai yang berdiskusi dengan para petinggi.


"Ingatlah keadaan orang tua kita sekarang. Ingat perusahaan kita. Ingat banyaknya karyawan yang akan menganggur nantinya bila kau egois. Jangan hanya karena laki-laki semua usahamu hancur. Kau akan segera bertunangan jadi jangan buat masalah" ucap Marcell kepada gadis berambut coklat di sampingnya.


Gadis itu hanya diam mematung...


Gadis itu adalah Anya atau lebih tepatnya Rava di mata Kai. Anya sekarang menjadi CEO BS Group, semenjak dilantik ia merubah warna rambut hitam bergelombangnya menjadi brown entah apa alasannya, penampilannya pun semakin elegan. Dengan balutan gaun pesta berwarna merah keluaran brand Gucci, Anya juga menjadi sorotan pasalnya wajah Asia tenggara yang kental di wajahnya menjadi daya tarik tersendiri.


πŸ’ƒπŸΌπŸ’ƒπŸΌπŸ’ƒπŸΌπŸ’ƒπŸΌ