FALSE LOVE

FALSE LOVE
Gadis Berkacamata



Pagi ini tampak beda dengan biasanya. Keadaan di kelas Kai agak ricuh. Bukan karena ada tawuran akan tetapi para cowok saling ribut di jendela untuk melihat sosok wanita yg berdiri di depan papan informasi.


Bukan cewek seksi yang mereka lihat tapi cewek berpakaian casual akan tetapi mata mereka seolah terhipnotis dengan kecantikannya. Tak kecuali diffan teman sebangku Kai yang juga anggota tim basket.


Kai tampak bingung melirik teman-temannya. Tapi dia tidak menghiraukan tetap duduk di bangkunya sambil membaca buku.


"Kai loe gak liat cewek tadi?" Tanya deffen tampak sumringah sambil duduk di samping kai.


" Maksud loe?" Jawab Kai datar


" Loe gak liat cewek yang di berdiri itu loh" sambil nunjuk ke arah cewek didepan papan informasi.


Kai menoleh tapi tidak terlihat apa-apa karena jendelanya sesak dipenuhi teman cowok yang ada dikelasnya.


" Emang ada apa sih" ungkap kai sedikit heran


" Yah elo bro emang yah kebangetan cueknya..Di luar tuh ada cewek cantik banget bro tapi setelah gue pikir2 pernah ketemu tapi dimana ya?" ungkap Diffan sedikit berpikir


" Oh jadi masalah cewek anak-anak jadi heboh gini gue kira ada apaan. " ungkap Kai sambil tersenyum karena dia baru paham situasinya.


" Ohhh yaa bener kalau gak salah dia pelayan cafe waktu itu" ungkap diffan tiba-tiba histeris


"Loe gak mau lihat? Rugi bgt bro liat sana gih. Kemarin loe gak sempet liat kan sekarang tuh waktunya" tambah diffan sambil menarik tangan kai untuk berdiri


"Males bro udah gua fokus belajar aja nanti ada ujian esay loe uda belajar?" Jawab Kai tidak beranjak.


"Sial aku lupa ada ujian hari ini" gerutu teman Kai yang ada di dekat jendela sambil memberi komando untuk segera duduk ditempat masing-masing karena ujian esay kali ini sangat penting.


Dosen mata kuliah hari ini masuk agak terlambat.


Para mahasiswa kelas Kai mulai tenang mengingat adanya ujian esay sebentar lagi.


Tanpa sengaja Kai melihat ke arah jendela.


Tak terlihat sosok yang di bincangkan temannya. Hanya papan informasi yang tertempel di dinding. Terbesit rasa penasaran di benak Kai.


"Seperti apa sebenarnya cewek itu" batin Kai.


Disisi lain Anya berjalan-jalan mengelilingi area fakultas Manajemen. Dia berjalan mengikuti petunjuk arah yang terpampang di papan informasi tadi. Berjalan dari lorong ke lorong melewati beberapa kelas, Anya mulai merasakan ada yang aneh ternyata terlihat sekeliling tampak banyak mata yang melihatnya. Anya merasa sedikit canggung atas situasi seperti ini.


"Kenapa mereka melihatku apa karena aku berjalan saat jam mata kuliah berlangsung atau karena penampilanku yang begini" bingung Anya sambil terus berjalan.


Dia tidak menyadari kalau dirinya yang cantik menyebabkan banyak mata yang memperhatikannya.


Tak lama anya melihat sebuah taman di ujung perbatasan antar fakultas Anya pun duduk di kursi taman dekat pohon rindang. Melepaskan penatnya usai berkeliling. Anya meminum air mineral botol sambil berpikir bagaimana cara dia untuk tidak menarik perhatian orang lain.


"kalau terus begini misiku akan gagal. Aku tak akan bisa menemukan hal yang tulus karena mereka pasti melihat fisikku. Apa sebaiknya aku menyamar yah.." gumam Anya sendiri sambil berpikir keras. Dalam pikirannya hanya ingin mendapatkan ketulusan bukan melihat dari status Anya yang anak presedir ataupun karena fisik Anya yang sangat menggoda kaum pria.


Anya membuka tas ranselnya dan mengecek sesuatu.


"mmbb sepertinya aku punya ide sebelum aku ke kantor fakultas sekarang aku butuh toilet" batin Anya sambil tersenyum sendiri


Anya pun mulai memakai buff dan topi hitam andalannya kemudian beranjak mencari toilet perempuan.


Tak lama Anya masuk kedalam toilet kebetulan sepi. Anya pun mulai beraksi mulai mengeluarkan beberapa peralatan yang dia butuhkan. Terlintas dalam benaknya dia harus berubah menjadi cupu dengan begitu jarang ada yang melihatnya sebenarnya ini ide konyol sepanjang hidupnya tapi bagaimana lagi Anya tidak nyaman jika harus setiap saat menjadi pusat perhatian.


Anya mulai menyisir rambut panjangnya dan krreeekk kreekk kreekk.... Anya membuat poni dora. Setelah terlibat rapi dia mulai mengepang rambut hitamnya menjadi seperti ekor kuda. Lalu ia meroggoh kacamata dan memakainya. Melihat wajahnya yang masih terlihat jelas kemudian Anya mengambil Sunblock dan mengoleskan di wajah mulusnya. Anya ingin wajahnya terlibat lebih kusam "begini lebih baik. Hari ini cukup seperti ini saja besok aku perbaiki di rumah" cengar-cengir Anya lalu berjalan ke arah kantor fakultas Manajemen.


πŸ’‡πŸ’‡πŸ’‡πŸ’‡


Jam mata kuliah pun berakhir. Banyak mahasiswa langsung menuju tempat parkir untuk mengambil kendaraan mereka. Tapi tidak dengan Kai. Menjadi kebiasaannya dia berjalan menuju perpustakaan untuk membaca buku. Suasana tenang yang kai rasakan karena hampir tidak ada mahasiswa sama sekali. Hanya petugas perpustakaan sir Tomy yang sudah akrab dengan Kai.


Kai berjalan ke arah rak buku untuk memilih buku apa yang hari ini dia akan baca.


Tiba-tiba dari arah depan rak buku tanpa sengaja seorang gadis berkacamata menabraknya dan hampir terjatuh. Tubuh kai yang atletis dengan sigap ia menangkap perempuan itu.


"Kau tak apa?" Kata Kai sambil membantunya berdiri.


Kai baru melihat gadis ini berkacamata ini rambut di kepang. Tapi tetap terlihat manis meski mukanya tertutup poni.


"Terimakasih ya, aku tak apa maafkan aku ceroboh". jawab Anya


"Kenapa kau berlari" tanya Kai sedikit kikuk karena baru kali ini dia berdekatan langsung dengan cewek.


"Aku tadi melihat-lihat buku tapi tiba-tiba kecoa terbang kearahku. Aku takut sekali dan langsung berlari. Aku tidak melihat sekeliling. Maafkan aku sekali lagi" jawab Snya sambil berusaha berdiri dan merapikan poninya yang tersingkap ia takut ada yang mengenalinya.


"Aku boleh aku minta bantuanmu? Kata Anya sambil menatap punggung kai.


Terbesit dipikiran Anya sepertinya aku pernah melihat.


"Kau butuh bantuan apa?”


"Bisakah kau mengambilkan buku di rak atas itu" ungkap Anya sambil tersenyum masam karena tidak enak hati minta bantuan pria di depannya tapi apalah daya tingginya tak sampai dan dia takut kecoa itu datang lagi.


" mmmb buku yang mana" Kai menoleh dengan wajah datar


"Itu buku di rak bisnis ada sampul warna kuning paling atas ujung judulnya Hukum Bisnis masa Kini" jelas Anya sambil menunjuk rak buku


Kai berjalan melihat dengan teliti buku mana yang diinginkan perempuan itu.


Lalu matanya tertuju pada salah satu buku tebal bersampul kuning karangan William Henry "Bill" Gates. Dengan segera ia menarik dan berbalik. "Apakah yang ini" ucap Kai sambil menunjukan pada perempuan itu.


Tapi sosok perempuan itu hilang entah kemana. Kai mencari dari sudut ke sudut rak buku tapi tidak ada. Kemana gadis itu gumam Kai dalam hati.


Sambil membawa beberapa buku Kai melangkah menuju tempat duduk.Terlihat Anya sambil memegang kakinya, raut wajahnya meringis kesakitan.


"Kau ini dari mana saja. Benar tidak bukunya yang ini?”. Ucap Kai sedikit kesal.


"Maaf kakiku nyeri sepertinya keseleo tadi. Jadi aku mencari tempat duduk untuk meregangkan".


Kai melirik kaki gadis berkacamata itu. Saat Anya mencoba memutar pergelangan kakinya.


Kai beranjak lalu duduk jongkok didepan gadis itu. Sontak Anya kaget dan mundur ke sudut bangku.


"Kau kenapa? Aku hanya ingin memeriksa kakimu. Jelas Kai smbil menarik pelan kaki Anya. Lalu melepas sepatu Anya secara perlahan.


Anya terdiam memperhatikan sosok tampan tinggi putih di depannya. Deg.. deg.. degg


Suara detak jantungnya tiba2 berdetak kencang.


"Kenapa aku ini" batin Anya


Lamunannya buyar ketika Kai mengoleskan sesuatu ke pergelangannya


"Itu apa?" Tanya Anya


"Diamlah jangan banyak bergerak ini cuma cream meregangkan otot” jawab Kai sambil memijat tipis kaki Anya lalu berdiri dan berjalan menuju tempat duduknya.


"Kau dapat dari mana" tanya Anya heran melihat Kai lihai memijat kakinya.


"Aku sering berlari jari ini obat mujarab untuk otot. Kamu gak usah khawatir ini gak ada eefek samping kok." jelas Kai


Anya terdiam lama.


"Hei kau kenapa lagi? Apakah sangat sakit?"


"Ahh gak cuma panas aja" jawab Anya gelagapan karena dia bingung perasaanya saat ini jantungnya terus berdetak kencang melihat wajah Kai yg tampan.


"Terimakasih ya.." ucap Anya saat melihat Kai mulai berdiri


"Iya sama-sama kalau pulang hati-hatilah dan kalau terjadi sesuatu cepat pergi ke dokter." ucap Kai


"Baiklah. Maaf aku merepotkanmu."


"Siapa namamu?" Tanya Kai menatap gadis berkacamata di depannya itu.


"Rava salam kenal" jawab Anya sambil memberikan tangannya untuk berjabat. Aku tidak berbohong kan namaku memang Maureen Ravanya batin Anya sambil menahan senyum.


"Aku Kai. Kau fakultas apa baru sekarang aku bertemu denganmu. Biasanya perpustakaan sepi saat anak-anak pulang begini." jawab Kai sambil sedikit tersenyum dan menerima tangan Anya.


" mmmb aku mahasiswi baru fakultas Manajemen. Aku transfer dari Indonesia. Besok aku mulai masuk disini" jawab Anya sambil membuka buku bisnis yang diambilkan Kai tadi


Kai melihat jam tangannya. Waktunya pulang batinnya. Tidak terasa dua jam mereka berbincang sambil membaca buku dan menjadi akrab. Kai yang semula kikuk dengan lawan jenis menjadi santai.


"Sepertinya sudah sore kau tidak pulang?" Tanya Kai sambil beranjak merapikan buku.


"Kalau kamu pulang ya aku ikut pulang" jawab Anya sambil cengengesan.


πŸ€“πŸ€“πŸ€“