FALSE LOVE

FALSE LOVE
Dinner



Hari ini Kai berpenampilan sangat rapi. Tak biasanya dia juga menyisir rambutnya menjadi klimis ala CEO muda. Posturnya yang proposional dan di dukung wajah yang tampan, apapun yang dikenakan Kai pasti cocok. Hari ini dia memakai jas berwarna grey dipadukan celana kain dengan sepatu pantofel warna senada.


Petang itu mereka, Kai dan Ayah Rama berangkat ke Hotel SydPark untuk menghadiri dinner bersama keluarga om Herman.


Sambil menatap langit hitam di balik kaca bus yang ia tumpangi bersama sang Ayah.


Sepanjang perjalanan Kai terus memikirkan Rava. Hubungan mereka masih terhitung belum 1 minggu bagaimana bisa Kai sudah mengkhianati hubungan ini. Kai ingin sekali menjelaskan apa yang terjadi tapi dia sangat bingung bagaimana mengungkapkannya.


K💬


Rav kamu sibuk?


R💬


Aku lagi dijalan Kai, mamaku datang dari Canberra jadi kita jalan-jalan sebentar. Nanti aku kabarin kalau udah sampai rumah ya..


K💬


Ya sudah hati-hati jangan lupa berpakaian tebal udara sangat dingin malam ini.


R💬


Siap😉


Sebenarnya Kai ingin memastikan apa keputusan benar atau salah untuk saat ini. Tapi Rava sepertinya sibuk karena kedatangan mamanya. Jadi Kai mengurungkan niatnya untuk tukar pikiran masalah ini.


Sesampainya di hotel SydPark keluarga om Herman sudah datang dan menyambut ayah dan anak itu dengan hangat. Table yang mereka pesan sudah tersedia berbagai menu makanan barat. Kai sedikit bingung karena yang hadir saat ini hanya Om Herman dan istrinya serta anak laki-laki yang baru berumur 15 tahun. Tak terlihat ada gadis yang akan dijodohkan dengannya.


Berbagai perbincangan yang mereka bicarakan. Mulai dari bisnis keluarga om Herman, pekerjaan Ayah Rama dan kehidupan Kai.


🥀Di sisi depan Kai yang berjarak 2 table, Anya dan keluarganya kumpul bersama untuk pertama kalinya semenjak dia pindah ke Sydney.


"Mama senang melihat kedua anak mama bisa kumpul gini" ucap mama Anya


"Anya kangen mama" ucap Anya memeluk mamanya.


"Kamu nggak kangen kakak?" ucap Marcell pada Anya


"Yeee kakak kan uda sering ke cafe lagian kita kan satu negara. Beda kalau mama papa kan jauh kak" ucap Anya manyun.


"kamu kapan libur ayo pulang ke Indonesia sayang." ucap mama Anya


"tenang saja ma. Kalau ada libur panjang Anya pasti pulang"


"Gimana kuliahmu sayang?" ucap Presedir Marvell


"baik-baik saja pa." ucap Anya singkat.


"Kamu jangan terlalu memaksakan kalau kau tak nyaman disini pulang saja" ucap Presedir itu


"Anya baik-baik saja kok pa. Anya senang disini. Meskipun jauh dengan papa mama tapi Anya bakal buktikan Anya bisa mandiri".


Presedir itu sudah sadar kalau Anya sebenarnya enggan untuk berbicara dengannya. Dia paham bagaimana watak anak gadisnya. Karena dia memang bersalah akhirnya dia mengikuti apa yang diinginkan gadis kesayangannya itu.


"Besok kamu libur kan ayo main ke mansion baru kakakmu ini" goda Marcell


"ih sombong amat mentang-mentang uda beli mansion baru. Percuma juga kalau diisi cuma seorang doang. Pasangannya gak ada" ledek Anya


"ih kamu ini masih kecil uda mikir pasangan" goda Marcell yang sebenarnya masih jomblo.


"Anya bener kan ma..pa.. kakak udah punya karir oke, mansion baru apa lagi coba yang ditunggu"


"Bener tu kata adikmu Cell. Kapan kamu kasih mama menantu"


"Aku mau fokus karir ma"


"Lihat saja nanti kalau waktu pesta ulang tahun papa kamu tetap nggak bawa pasangan, nanti papa bakal jodohkan sama anak teman papa.


"Papa ini juga ikutan bully Marcell" ucap Marcell kesal


Anya tertawa melihat ekspresi kakaknya seperti itu. Disusul kedua orang tuanya yang ikut tertawa. Momen ini sebenarnya sangat jarang terjadi. Rasa bahagia sangat tergambar dalam wajah Anya.


🌹Disisi lain Ayah Rama bersama keluarga om Herman mulai membicarakan topik inti malam ini...


"Nak Kai.. mungkin ini terlalu mendadak untukmu tapi om sangat berharap keputusan darimu akan masalah ini" ucap om Herman


"Terimakasih om sudah membantu ayah saya untuk menyelesaikan masalah kemarin. Tetapi sejujurnya Kai juga belum siap untuk ke jenjang pernikahan."


"Iya nak kita paham maksud kamu. Pernikahan memang tidak mudah apalagi dijodohkan seperti ini. Tapi coba kalian berkenalan dulu siapa tau kalian berdua cocok satu sama lain." ucap Istri Om Herman berharap.


Kai hanya terdiam..


Ayah Rama melihat Kai sebenarnya sangat tidak tega tapi bagaimana keadaan yang menuntut dia melakukan hal egois ini.


"Nak kita semua tidak memaksa kamu untuk setuju tapi kami berharap kau jadi menantu kami" ucap om Herman.


"iya Om Kai paham." ucap Kai singkat wajahnya sangat datar tanpa ekspresi.


Seorang gadis umur 21 tahun terlihat duduk di atas kursi roda masuk dari arah lobi menuju restoran melewati beberapa table. Anya melihat gadis cantik itu sedikit iba. Karena gadis secantik dia mengapa bisa duduk tak berdaya di atas kursi roda. Anya yang penasaran memperhatikannya terus menerus sampai akhirnya gadis itu berhenti di sebuah table yang sudah penuh orang yang berjarak 2 table dengan posisi Anya.


Anya tersentak kaget melihat sosok tampan Kai di sana sedang duduk terdiam tanpa ekspresi.


"apakah orang-orang itu keluarga Kai. Dan Siapa gadis cantik itu?" batin Anya yang tercengang melihat pemandangan di seberang mejanya.


🌹Sedangkan di meja Kai...


Kai melihat seorang gadis duduk di kursi roda di dorong seorang maid dan berhenti di table yang ia duduki


"Akhirnya datang. Rama... Kai perkenalkan ini anakku yang akan menjadi calon istrimu Kai. Namanya Prilly" ucap om Herman


Kai tersenyum dingin menjabat tangan gadis itu..


"Kai"


"Prilly" ucap gadis diatas kursi roda itu


"Kai kau pasti kaget melihat keadaan putriku yang seperti ini. Dia masa pemulihan setelah kecelakaan 2 tahun yang lalu. Harapan sembuh masih ada kok Kai. Sejauh ini Prilly sudah menjalani terapi" ucap istri om herman.


Kai hanya mengangguk pelan..


Tak dipungkiri gadis itu berwajah sangat cantik blesteran Australia-Indonesia. Wajahnya mungil kulitnya putih halus. Rambutnya kecoklatan. Banyak pasang mata memperhatikan gadis itu tak terkecuali mata Anya.


🌹Dimeja Anya


"hey... kamu gak bisa liat cowok kece dikit ya langsung aja bengong" ucap Marcell menggoda adiknya sedang menatap pria berambut klimis berwajah tampan di meja seberang.


"ih kakak aku bukan liat cowoknya liat tuh ceweknya cantik banget" ucap Anya


"Halah.. nggak usah malu-malu deh. perlu kakak mintain nomornya?


Anya tidak pikir panjang. Dia mengeluarkan ponselnya dan mengirimi pesan..


Tiiinggggg.. suara pesan masuk


R💬Kai kamu dimana?


Di seberang terlihat Kai meroggoh kantong celananya dan mengeluarkan ponselnya.


Mata Anya tak lepas dari sosok Kai. Anya mempunyai firasat buruk tentang keadaan saat ini. Didalam hatinya seperti ada yang mengganjal.


Tak lama kemudian Kai mulai mengetik di ponselnya..


K💬Aku lagi makan sama Ayah. Kamu sudah pulang?


💬Miss you..


tanpa sadar Anya mengirim pesan entah darimana asalnya kata-kata itu mungkin karena hatinya benar-benar tidak tenang..


Saat membaca pesan itu Kai terlihat tersenyum tipis perasaan bahagia menyelimuti hatinya yang tertekan.


Dia mengetik dan terhenti saat gadis kursi roda itu mengajak ngobrol.


Anya geram melihat gadis itu terlihat sangat menyukai Kai.


Anya mencoba mengirimi pesan kembali


R💬 Sepertinya kau sibuk..


K💬Aku tak sibuk Rav.. Miss you too..


Anya melihat sosok Kai yang dingin kembali tersenyum sendiri melihat ponselnya..


"aku mau ke toilet sebentar ma" ucap Anya kepada mamanya lalu berdiri dan beranjak menuju toilet.


Tak disangka ketika di toilet berpapasan dengan maid yang mendorong gadis kursi roda itu sedang menelepon seseorang.


Dengan penasaran Anya mengikuti maid itu dari belakang dan sengaja menguping pembicaraannya dalam telpon siapa tau ada petunjuk itulah batin Anya.


📞


.......


"Mungkin sejam atau dua jam lagi non. Soalnya non Prilly juga baru pulang dari dokter untuk check-up rutin" ucap pelayan itu menjawab suara di telpon...


....


"iya ini semua lagi kumpul. Ada calon suami non Prilly juga non"


.....


"iya non nanti saya sampaikan pada Nyonya besar" ucap pelayan itu sambil menutup telponnya.


📞


Usaha Anya tak sia-sia dan membuahkan hasil meskipun samar. Hati Anya sangat sesak mendengar percakapan maid itu. Jelas di meja itu yang bisa dipanggil nona hanya gadis itu. Tadi terdengar masalah check-up ke dokter artinya kan keadaannya lagi tidak sehat.Lantas siapa calon suaminya apakah benar Kai? ini tidak benar gumam Anya.


Anya menyakini spekulasinya adalah kebenaran tetapi ia tak mau membuat kesimpulan. Tak dapat dipungkiri hatinya sangat kecewa. Kai sosok pria pertama yang mengisi hatinya.


Seketika wajah Anya sangat pucat pasi. Dengan gontai ia berjalan menuju table yang dipesan Ayahnya.


" Anya kenapa wajahmu pucat. Kau lagi tak enak badan?" ucap Marcell.


xKalian jangan terlalu khawatir aku baik-baik saja." ucap Anya pelan. Wajah Anya semakin pucat saat Kai semakin dekat dengan gadis itu.


Tanpa pikir panjang mengirim pesan untuk Kai lagi..


R💬 Kai, aku lagi tak enak badan. Tapi jangan khawatir aku baik-baik saja


K💬 Kau dimana sekarang?


R💬 Aku di taman AweSm. Kalau kau sudah dirumah telpon aku yah


Dari seberang arah terlihat Kai berdiri tergesa-gesa dan menjauh dari meja itu keluar restoran. Anya bingung melihat reaksi Kai mau kemana sebenarnya.


"Anya kenapa kamu sebenarnya kok sepertinya gelisah gitu. Kalau memang kamu kurang sehat ayo kita pulang mama mengantarkanmu sampai ke rooftop" Ucap mama Anya sambil mengelap keringat dingin yang keluar dari dahi Anya.


"Sebentar ma.. Anya ada urusan mendadak. Kalian lanjut aja nanti Anya kabarin yaa" ucap Anya sambil mencium pipi mama papanya untuk berpamitan lupa kakak Marcell yang cerewet itu.


Mama Anya yang melihat putrinya terburu-buru sangat khawatir dan ingin mengikutinya. Tetapi Marcell mencegahnya karena bagaimanapun mereka harus memberikan kebebasan privasi untuk Anya.


Anya berlari mengejar sosok tinggi tampan itu tapi tak terkejar. Anya bingung apakah Kai keluar restoran ini atau bagaimana.


Akhirnya kebingungan Anya terbayar saat bunyi dering ponselnya. "Kaizo🌹"


"Rav kamu dimana aku perjalanan kesana. Kamu jangan kemana-mana tunggu aku" ucap Kai khawatir


"Kamu mau kesini?" Ucap Anya bingung karena posisinya memang tak berada di taman AweSm.


"Jangan bawel pokoknya tunggu aku. Aku sudah diperjalanan"


"Baiklah Kai" ucap Anya lirih


Anya tak menyangka kalau reaksi Kai akan seperti ini. Ia meninggalkan dinner bersama ayahnya hanya bermaksud ingin menjemputnya.


Dengan bergegas Anya menancapkan gas mobilnya menuju taman AweSm. Tapi tunggu... Aku belum berganti identitas bagaimana ini.. Anya mencoba berpikir akhirnya dia memutar setir mobilnya menuju cafe. Setelah sampai di cafe Anya langsung bergegas ke rooftop untuk berganti baju dan merias wajahnya menjadi Rava si gadis cupu. Anya tak menghiraukan bagaimana para pelayan melihat identitas barunya. Anya hanya fokus ingin bertemu Kai untuk saat ini.


"Rey tolong antar aku ke taman AweSm sekarang" ucap Anya terburu-buru sambil memberikan kontak mobil pada salah satu pelayan di cafe itu.


"Maaf kita tidak menerima sopir panggilan kak" ucap Reynal kebingungan


Anya lupa bahwa tampilannya membuat semua orang tak mengenalnya.


"Ampun aku lupa.. Aku Anya Rey ayo buruan" ucap Anya sambil melepas kacamatanya sejenak.


"Astaga nona.. maaf saya tidak mengenali nona tadi" ucap Reynal terkejut


"Ayo buruan jangan banyak bicara"


Akhirnya mereka berdua bergegas menuju taman AweSm. Selama perjalanan Reynal ingin sekali bertanya atas penampilan nona pemilik cafe itu yang berubah drastis 180° tapi ia tak berani.


Setelah sampai depan taman Anya turun dengan cepat dan menyuruh Reynal pulang membawa mobilnya dan langsung menyusuri taman itu. Tak terlihat Kai di sana, dan akhirnya dia duduk di kursi bawah pohon Cabbage Palm.


Selang 5 menit Anya duduk tiba-tiba seorang memberikan jasnya dari belakang.


Anya berdiri karena kaget. Tanpa ia sadari Kai sudah berdiri di belakangnya.


🍃🍃🍃🍃🍃