FALSE LOVE

FALSE LOVE
Ayah



Dengan memberanikan diri Ayah Rama mengetuk pintu kamar Kai.


Took.. tokk. tokk


"Nak apakah kamu sudah tidur?"


"Belum yah.. masuk aja" ujar Kai


Ayah Rama duduk di samping Kai dan memperhatikan anak semata wayangnya serius mengerjakan sesuatu.


"Ada apa yah.. " ucap Kai tanpa melihat wajah Ayahnya dan tetap melanjutkan pekerjaan


"Kai ayah menyerah, Ayah tak tau lagi harus berbuat apa sebaiknya ayah menyerahkan diri ke polisi"


"Maksud ayah apa?"


"Ayah dapat surat panggilan Kai.. perusahaan sudah melaporkan Ayah ke jalur hukum."


"apa...kenapa bisa seperti itu" ucap Kai kaget


"iya sayang om herman menahan pinjamannya karena Prilly meminta ayahnya segera menggelar pertunangan denganmu. Ayah menolaknya secara halus karena ayah tidak ingin egois nak.. kamu berhak memilih siapa yang menjadi sepasang kamu nanti. Ayah tak ingin kamu menanggung sesuatu yang bukan seharusnya kamu tanggung" ucap Ayah Rama tertunduk lesu.


"Ayah.." Kai memeluk tubuh ayahnya dengan erat. Kai tau bagaimana pikiran ayahnya saat ini.


"Kai nanti kalau ayah di sel kamu jaga diri baik-baik ya sayang jangan makan mie instan makanlah sayur yang sehat."


"Ayah kenapa ayah seperti ini.. emangnya ayah mau kemana. Sampai kapanpun ayah harus tetap di samping Kai apapun yang terjadi"


"Bocah manja.. mana ada orang tua seperti itu apakah nanti setelah menikah kamu ingin ayah ikut denganmu" ucap Ayah Rama mencairkan suasana


"Biarkan saja nanti istri Kai aku lobby biar kita tak terpisahkan" Kai terkekeh


"bocah lebay" Ayah Rama tertawa..


Setelah Ayah Rama menutup pintu kamar Kai, Kai segera menelpon Rava untuk sharing masalah ini.


tuuttt..tutt..


"Hallo Rav.."


"Ada apa Kai.."


"Kok ada apa? malai tadi aku telfon kamu nggak aktif.."


"Maaf aku lupa Kai ponselku hilang tadi di bus.. yah akhirnya aku harus beli baru deh, mana uang bulanan nipis hehehe"


"kamu kenapa nggak bilang ke aku? apapun masalahmu aku ingin mengetahuinya Rav.. Kalau bisa bantu pasti aku bantu"


"hehe aku cuma bercanda kalau masalah bisa aku selesaikan sendiri yah aku selesaikan"


"tuh kan kamu begitu.. sebenarnya aku mau sharing ini tapi kalau kamu gini aku nggak jadi cerita" ucap Kai menggoda.


"kok kamu gitu sih.. iya iyaa aku bakal cerita kalau ada masalah"


"janji?" ucap Kai


"i'm promise beib" ujar Anya terkekeh.


"kamu sibuk tidak malam ini?"


"hmmm seperti tidak kenapa nih"


"aku lagi pusing Rav. Aku butuh temen sharing cari jalan keluar masalah Ayah" ucap Kai lesu.


"oke siap.. ketemu di calmati 30 menit lagi yah"


"kok kamu jadi semangat" ucap Kai heran mendengar suara Rava bersemangat.


"iya dong harus semangat buat camer"


"hahaha... bagus.. aku jemput kamu yah?"


"langsung ketemu TKP aja yah aku siap-siap dulu yah bye"


tuttt..tutt.tuutt....


Kai tersenyum lebar dia bersyukur mempunyai Rava yang selalu membuatnya nyaman.


30 menit kemudian Kai sudah sampai di parkiran Calmati terlihat Rava melambaikan tangan dari smoking area lantai dua.


Kai tersenyum dan bergegas menghampiri pujaan hatinya.


"maaf aku terlambat ya" ucap Kai mengacak rambut Rava


"tidak aku juga baru datang. Aku udah order kamu es cappucino kan" ucap Rava tersenyum manis


"kok kamu bisa tau aku suka es cappucino di cafe ini" ucap Kai tersenyum heran


Astaga aku keceplosan padahal ia tidak pernah ke cafe bareng selama ini cuma Anya sudah hafal setiap Kai ke cafe Calmati pasti pesan es Cappucino batin Anya.


"heee aku tau dari Diffan.. ya Diffan dia pernah bercerita kalau kau suka es cappucino disini".


Kai tersenyum lebar melihat kekasihnya perhatian.


Dengan kejeniusan mereka berdua akhirnya Ayah Kai tak perlu mengeluarkan milyaran untuk mengganti dana perusahaan yang dipalsukan temannya.


"Cara itu aku yakin sangat efektif.. tapi kita butuh dukungan dari pemegang saham terbesar. Dengan mengumpulkan bukti Anggaran perusahaan dan Rincian pembagian saham. Kemarin aku cari informasi kalau saham terbesar dipegang perusahaan BS Group dari Indonesia. Meskipun baru bergabung tapi saham BS sangat berpengaruh."


"Aku juga setuju pendapatmu Kai. Sekarang kita cari cara mendapatkan informasi orang BS Group".


"Coba cek pakai aplikasi ini sepertinya bisa" ucap Kai kembali beraksi.


"Ini disini saham terbesar dari BS Group tapi atas nama Maureen Ravanya Santoier". ucap Kai sambil mengeja nama pemilik saham itu.


Ya Tuhan kenapa itu namaku. Mama sama papa mengatas namakan diriku dalam kontrak kemarin. Ampun bagaimana ini...


"hmm bagaimana kita bisa masuk ke perusahaan ini yah" ucap Kai bingung


Hanya cara inilah yang paling instan untuk menyelamatkan Ayah Rama dari tuduhan penipuan. Dengan disertai beberapa bukti real yang Kai kumpulkan dalam berapa minggu terakhir.


"Kita coba minta tolong kakakku saja" ucap Anya kembali keceplosan


"Kau punya kakak? betapa bodohnya aku tak mengenalmu sedalam itu" ucap Kai murung


"eh... iya aku juga baru cerita ya.. kakakku seorang pegawai swasta di sini" ucap Anya akhirnya membuka rahasianya karena terpaksa cuma dengan cara ini Ayah Kai tersematkan".


"Tunggu kita telfon"


ttuuttt...tuttt..


"Hallo An"


"Kak ini Rava aku sekarang sama Kai" jawab Rava cepat sebelum kakaknya keceplosan


"Oh iya ada apa sayang"


"Mas niki kulo bade ngomong masalah Romo Kai wonten masalah sampean ojo sampe keceplosan nggeh. Saham teng Syd Group kui namine kulo dados kulo bingung niki mas nerangaken teng mas Kai."


(Kak ini saya mau ngomong masalah Ayahnya Kai ada masalah kakak jangan sampai keceplosan ya. Saham di Syd Group itu nama saya jadi sekarang saya bingung menjelaskan ke Kai) ucap Anya mendadak


berbahasa Jawa supaya Kai tidak mengerti


"Kau ngomong bahasa apa" bisik Kai


"Jawa Kakakku memang suka begini" jawab Anya berbisik kepada Kai. Untung saja Kai tidak tau.


"Injjeh..Injeh raden ayu kulo semerep"


(iya..iya tuan putri saya paham) jawab Kak Marcell menjawab bahasa Jawa juga.


Kak aku loudspeaker ya..


"Hallo.. dek.." Marcell sedikit berlogat jawa agar tak mengenali suaranya yang kapan hari menelponnya.


"Iya kak perkenalkan saya Kai. Paca.. temennya Rava" ucap Kai belepotan karena dicubit Rava..


"oalah kamu pacarnya Rava nggeh.. wonten nopo toh" (ada apa ya)


Kai bingung akhirnya Rava menerjemahkan..


"Kak pakai bahasa Indonesia aja Kai nggak paham pakai jawa." ucap Anya menyela


"wokeh wokeh... ada apa dek Kai"


"Maaf sebelumnya ini pertama kita berkenalan Kai sudah merepotkan kakak"


"Wes santai saja lah anggap saya kakak kamu sendiri"


"Begini kak kemarin Ayah Kai terkena musibah ditipu rekan kerjanya dan mengkambing hitamkan Ayah Kai. kemarin ada yang mau meminjamkan dana tapi syaratnya sangat berat. Akhirnya saya mencari bukti arus kas perusahaan yang terbunyi. Tapi itu belum cukup data informasi yang kita dapatkan belum lengkap. Pembagian saham juga ikut dalam kasus ini. Cara singkat untuk menunjukkan Ayah Kai tidak bersalah bisa dari dukungan dari pihak pemegang saham terbesar dan menjaminnya.


Kita baru saja mencari informasi saham terbesar dipegang oleh BS Group dari Indonesia. Dan pemegang saham di aplikasi ini adalah "Maureen Ravanya Santoier" apakah kak Marcell punya jalan keluar?"


jelas Kai panjang lebar.


"hmmm berat sepertinya" ucap Marcell berubah serius..


batin Kai suara ini tidak asing seperti pria yang nelfon dirinya kapan hari


" Begini saja kakak bakal bantu kamu cari dukungan. Kebetulan teman kakak salah satu pegawai BS Group Indonesia. Paling lambat besok malam kita kabari kamu yah" ucap Marcell.


"Terimakasih kak atas pertolonganmu"


"Oke bisa ngomong sama an.. Rava"


Anya bergegas mematikan loudspeaker dan kembali berbahasa jawa.


"Iya kak kulo teng mriki" (iya mas saya di sini)


Marcell menjelaskan bagaimana langkah yang seharusnya diambil Anya saat ini. Biaya kerugian sangat besar. Hal ini tidak semudah itu pasti banyak oknum-oknum yang ingin mengambil kesempatan dalam masalah ini.


Hari semakin larut Kai pulang dengan keadaan lega karena jalan keluar akhirnya sedikit demi sedikit ada titik terang meskipun belum mencapai tahap final tapi Kai sangat bersyukur kepada Tuhan telah mempertemukan dirinya dengan Rava yang punya pemikiran luas.


🚲💨🚲💨🚲💨