FALSE LOVE

FALSE LOVE
Prolog



Sydney, Australia


Seorang mahasiswa S2 Ilmu Manajemen dengan postur tegap berkulit putih tinggi 186 cm. Namanya adalah Kaizo Putra Crishthoper panggilannya adalah Kai. Dia seorang blesteran Indonesia Inggris. Ayahnya berdarah Indonesia dan Ibunya Inggris.


Dia tinggal di Sydney Australia bersama ayahnya.Tanpa saudara dan kerabat mereka hidup sederhana di Sydney. Demi anak semata wayangnya Ayah Kai bernama Rama rela bekerja keras. Semenjak mama Kai meninggal saat usia Kai masih 3 tahun ayah satu anak ini enggan untuk menikah lagi.


Rama bekerja sebagai karyawan swasta di perusahaan Syd Group.


Kai hidup mandiri tidak bergantung pada ayahnya. Untuk urusan biaya kuliah, Kai yang jenius memperoleh beasiswa penuh sampai lulus. Disamping itu Kai mempunyai pekerjaan sampingan sebagai guru bimbel di Ausse Learn.


Mereka berdua hidup sederhana tanpa bantuan siapapun. Saling menyayangi dan menguatkan satu sama lain.


Kai dengan karakter dingin tapi baik hati, anggota tim basket juga tak jarang sangat digemari oleh para gadis.


Dia pintar sopan dan tampan.


Akan tetapi kai serius ingin kuliah demi membahagiakan ayah yg dia sayang. Untuk mencapai hal tersebut kai tidak tertarik dengan namanya pacaran atau sebagainya.


Akan tetapi seorang gadis Indonesia bernama Maureen Ravanya Santoier telah merubah prinsipnya.


Siapakah dia?


Gadis paling misterius yang Kai temui. Kehidupannya penuh rahasia. Gadis berkacamata cupu rambut di kepang memakai pakaian dekil longgar kulitnya kusam.


Eiieetsss.. tunggu dulu...


Itu cuma samarannya aja demi menemukan sesuatu yang berharga secara tulus dia rela berdandan seperti itu untuk menutupi paras cantik sangat cantik. Berambut bergelombang panjang kulit putih mulus. Hidung mancung bibir merah tinggi semampai dia memiliki wajah khas Indonesia. Anya panggilan gadis itu. Yah putri kedua dari Presedir BS Group. Meski bukan pewaris tunggal Anya di bimbing untuk menjadi presedir masa depan. Karena kakak laki-laki Anya tidak tertarik dunia bisnis melainkan menjadi dosen disalah satu Universitas ternama di Australia.


Kehidupan Kai dan Anya penuh perjuangan. Akankah mereka berdua bisa bersatu?


🍀🍀🍀🍀🥀


Suatu pagi cuaca kota Sydney sedikit mendung, Kai bergegas ke kampus karena ada mata kuliah Sir Gilbert pagi ini. Ia pun segera mengayuh sepeda untuk pergi ke kampus. Jarak kampus dengan rumahnya sekitar 3 Km. Setelah di pertengahan jalan rintik gerimis pun datang.


" aku lupa tidak bawa jas hujan" batin kai


Kai pun terus mengayuh sepedanya dengan kencang.


Beberapa menit berselang hujan pun datang semakin deras. Kai pun melihat didepannya ada halte bus ia pun bergesas untuk berteduh disana. Setelah sepeda gunung kesayangannya di sandarkan di tiang halte, Kai pun berlari kecil ke arah tempat duduk halte dan duduk disamping ibu dengan dua anak keadaan halte bus sedikit ramai mengingat waktu masih pagi.


Setelah selang berapa menit hujan pun semakin deras. Silih berganti para penumpang bus naik sesuai jurusannya. Kai masih duduk sambil menikmati percikan air hujan. Tak lama kemudian datang seorang dengan jaket setengah basah.


Kai melirik orang tersebut hanya saja tak melihat wajahnya karena ditutupi buff dan ia memakai topi hitam. Hanya mata lentik yang ia liat. Tapi hanya sekilas. Dia pun duduk dipojok berjauhan dengan kai.


Sekitar 45 menit berlalu hujan pun reda angin mulai berhembus tipis .


Kai pun bergegas mengambil sepeda sambil melihat jam di tangannya


" wah sudah jam segini.. aku harus bergegas." Ucap kai dalam hati melihat jam menunjukkan pukul 08.48


Ia melirik seorang yang duduk di pojok tersebut. Sepertinya orang itu tertidur. Tanpa banyak berpikir Kai pun cepat mengayuhkan sepedanya menuju kampus karena ada mata kuliah Sir Gilbert pagi ini.


Seorang tadi yang tertidur sontak kaget.


Sambil mengucek mata lentiknya. Ia melepaskan buff dan topi yang ia kenakan. Wajah mulus hidung mancung dan rambut panjang terurai seketika.


Suara getaran smartphone berbunyi . Trrrdddd..trdddd..


Ia meroggoh tasnya dan mengangkat panggilan tersebut.


".. hallo nona anya posisi nona ada dimana sekarang ?" Ucap seorang pria dalam telepon


".. aku di halte bus tadi aku kehujanan lupa tidak bawa payung." Jawab anya sambil mengusap wajah cantiknya


"Apakah saya perlu kesana nona?"


"Ah tidak perlu disini sudah reda hanya saja aku ketiduran barusan."


".. Presedir ingin bertemu dengan anda nona kalau ada waktu mohon untuk menghubungi nya"


"..baiklah" jawab Anya singkat sambil menutup panggilan tersebut dengan muka masam.


" aku harus bisa menahan ini sendiri" gumam Anya lalu menekan tombol telpon di layar ponselnya.


" hallo sayang kamu baik?" suara laki-laki di dalam telpon.


"iya baik pa. Ini aku baru berkeliling sekitar bentar lagi balik ke cafe"


" gimana kamu betah tinggal disana sayang?"


"iya pa" jawab anya singkat


”kamu jaga diri yah maafkan papa yang egois ini"


"percuma papa mau bilang gimana Anya gak mau bahas itu lagi" ucap anya berat.


" papa ingin bertemu kamu sayang" ucap papa anya


" yaelah papa ini baru 3 hari aku pergi. papa ingat jaga baik-baik mama kalau gak aku gak bakalan pulang selamanya" ucap anya tegas.


"iya sayang papa janji maafkan papa"


tanpa menjawab anya menutup panggilan itu


tak terasa air matanya mengalir hatinya kembali sakit. tapi ia berjanji harus tegar harus kuat tidak boleh lemah.


"demi semua aku harus lebih baik" batin anya dalam sedihnya lalu menghapus air mata.


Setelah itu ia kembali mengenakan buff dan topi. Lalu bergegas jalan menuju suatu tempat.