FALSE LOVE

FALSE LOVE
Rava alias Anya



Acara pesta itu masih berlangsung sangat meriah, para petinggi banyak yang berdansa dan bernyanyi bersama, Kai mundur dari kerumunan itu dan berjalan ingin mengambil minuman, tak disangka dirinya tercengang seketika. Didepannya berdiri kak Marcell dengan seorang gadis cantik elegan, berambut coklat sedang bercengkrama dengan Presedir pemilik BHP Billiton. Hati Kai seketika berdebar kencang saat Kai memperhatikan gadis itu dengan seksama, sangat familiar pikirnya.


"Ah.. bukannya itu Anya gadis pelayan cafe, mengapa bisa bersama kak Marcell. Dunia ini memang sempit. Tapi gadis itu sangat cantik hari ini. Ah kenapa aku bisa berpikir seperti itu ingat Rava bagaimana aku bisa mengkhianatinya." gumam Kai sendiri sambil mengambil air minum.


Tak sengaja Marcell menoleh kearah Kai sampai akhirnya mereka beradu pandang. Kai mendekatinya dan memberikan salam kepada Kak Marcell dan Anya. Anya yang melihat Kai mendekati mereka bergetar tak karuan.


"Kak Marcell lama tak bertemu... kak kok bisa bareng Anya" Kai tersenyum tampak bingung


Matanya terpesona melihat gadis cantik disamping Kak Marcell


"Oh kamu Kai, aku tak menyangka bisa bertemu denganmu disini" ucap Kak Marcell sambil menepuk pundak Kai.


"Kalian saling kenal?" ucap CEO BHP Billiton.


"iya kita sudah saling mengenal, tapi sejak setahun yang lalu kita jarang bertemu."


"Yah berarti cocok, ini pemuda yang ingin aku jodohkan dengan Ruby adiknya Roy. Kalau memang bisa berjalan lancar, pertunangan Anya dan Roy aku rayakan bersama dengan pertunangan Kai dan Ruby".


Deg..deg..duaar...


hati Anya meledak tak karuan mendengar perkataan CEO itu, emosinya memuncak, air matanya tiba-tiba berlinang tapi untung saja ia bisa sembunyikan. Kai akan menjadi iparnya astaga takdir apa ini.


"Begitu rupanya, aku serahkan semua pada pihak keluarga BHP saja, karena Orang Tua kita lagi sakit jadi kita atur saja bagaimana baiknya" ucap Kak Marcell tersenyum santai


Kai mencoba mencerna perkataan dari Marcell. Orang tua kita?? maksudnya


"Itu artinya Kai juga mengenal CEO BS Group dari Indonesia ini kan. Beliau ini akan menjadi istri dari kakaknya Ruby?"


Kai mengangguk pelan dalam pikirannya sangat bingung apa sebenarnya yang terjadi.


Itu Anya bukan Rava, ataukah Anya juga adik dari Kak Marcell.


"Iya tentu saja mereka saling mengenal, mereka ini satu kampus malah satu jurusan. iyakan Maureen Ravanya Santoier" ucap Marcell penuh penekanan.


Hati Kai seketika hancur berkeping-keping..


jadi selama ini... Rava adalah Anya pelayan cafe Calmati tempat ia nongkrong dan juga Maureen Ravanya Santoier putri Presedir BS Group yang terkenal itu. Pemegang saham terbesar di Syd Group. Kai melotot karena kaget. Dengan emosi seketika Kai langsung pamit dan pergi meninggalkan mereka.


Kai terus berjalan meninggalkan acara yang masih belum selesai itu. Ya tuhan apa ini...


kenapa aku sangat bodoh.. Kai mengingat semua kejadian masa lalu.. ada beberapa kesamaan antara Anya dan Rava tapi mengapa ia tidak dapat berpikir sejauh itu.


Kai masuk ke mobil dan segera menancapkan gas. Seketika ada sosok gadis cantik berbalut busana merah berambut coklat itu tiba-tiba menghadang di depan mobilnya. Kai menginjak rem dalam-dalam hampir saja gadis itu tertabrak.


Gadis itu mengetuk kaca mobil Kai berkali-kali tapi Kai enggan membukanya. Gadis itu tak pantang menyerah. Akhirnya Kai membuka kaca mobilnya.


"Cepat masuk" ucap Kai dingin


Dengan segera Anya masuk kedalam mobil dan duduk di bangku samping sopir. Tanpa menunggu waktu lama Kai melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tak ada percakapan kala itu. Anya sangat takut karena mobil yang mereka kendarai melaju diatas batas normal. Sampai akhirnya mereka berhenti di laut Whitehaven. Kai turun dan membanting pintu mobilnya, Anya tau Kai sangat emosi saat ini. Anya turun perlahan dan berusaha mendekati Kai yang tampak frustasi di bibir pantai.


"Kai maafkan aku"


Kai tak bergeming mendengar suara lirih itu.


"Kai dengarkan dulu penjelasanku"


"Penjelasan apa lagi yang harus aku dengarkan Rav, ah aku lupa namamu buka. Rava"


"Kau bilang tak bermaksud membohongiku tapi kau jelas bermaksud mempermainkanku. Jelas dulu aku curhat dengan Anya tentang Rava. Bodohnya aku mereka orang yang sama. Kau benar-benar mempermainkan perasaanku Rav." ucap Kai mengusap kasar wajahnya tampak emosi


"Maaf bukan maksudku seperti itu Kai" ucap Anya sambil menangis


"Aku memang bukan berlatar belakang seperti kalian, tapi kalian tak punya hak untuk mempermainkanku" Teriak Kai bertambah emosi


"Kai ini tak seperti yang kau bayangkan, Aku tulus mencintaimu Kai" tangis Anya semakin jadi..


Kai melirik gadis itu pundaknya yang terbuka seiring terpaan angin malam bibir pantai beberapa kali ia meringkuh kedinginan dalam tangisnya. Kai sangat ingin memeluknya, rasa rindu ini sangat menyiksanya.


Dengan sigap Kai melepas jas yang ia pakai dan memberikan kepada Anya.


"Sudah ayo masuk ke mobil, nanti kau sakit" ucap Kai perlahan. Emosinya mereda melihat wajah itu sungguh berbeda dengan kekasih hatinya.


"Kai dengarkan penjelasanku sekali saja, setelah itu aku tak memaksamu lagi"


"Ayo masuk mobil dulu" Kai menuntun Anya hingga masuk ke mobil.


"Kai.. aku minta maaf bukan maksudku mempermainkan hatimu"


"Hmmm" Kai terdiam dingin


"Sebenarnya dulu awal aku pindah ke Sydney karena aku mengalami titik terendah dalam hidupku. Aku frustasi dan perasaanku hancur. Ini rahasia bahkan kak Marcell dan mama pun tak mengetahuinya. Papaku Presedir BS Group yang dilihat orang tampak sempurna dan sayang keluarga ternyata mengkhianati kita semua. Ia berselingkuh dengan gadis yang seumuran denganku. Aku mengetahuinya dan aku pendam sendiri. Lama-lama aku sudah muak melihat tingkah laku papaku yang selalu membodohi mama. Aku tak tahan dan akhirnya aku pindah ke Sydney. Disini aku ingin mencoba hidup baru melepaskan statusku. Memang caraku sangat konyol tapi aku ingin mencari seorang yang tulus bersamaku. Tak memandangku sebagai pewaris perusahaan ternama. Sampai aku mengenal dirimu. Aku tak bermaksud mempermainkanmu Kai sungguh. Aku minta maaf."


Kai hanya terdiam mendengar penjelasan dari Rava alias Anya gadis yang dicintainya.


"Aku tulus mencintaimu Kai. Sampai detik ini aku masih sangat mencintaimu Kai" Air mata Anya semakin mengalir deras..


"Hah cinta katamu. Kau bahkan mau bertunangan dengan cucu CEO BHP. Begitu mudahnya kau bilang tetap mencintaiku"


"Apa kau sendiri sudah tak mencintaiku Kai"


Kai terdiam..


"Tolong jawab Kai. Aku bertunangan bukan keinginan dari hatiku aku tidak mencintainya. Ini adalah rencana pernikahan bisnis. Perusahaan ayahku sedang mengalami penurunan selama setahun ini aku berjuang. Kak Marcell menerima tawaran bantuan dari perusahaan BHP tanpa izin dariku. Aku tak punya pilihan lagi Kai"


"Kau bisa saja menolak, tapi mengapa ekspresimu tadi sepertinya sangat menantikan momen itu"


"Demi tuhan Kai, aku tak menginginkan hal ini aku menjadi satu-satunya penyelamatan untuk perusahaan BS Group."


Kai mulai mencerna penjelasan dari Anya satu persatu.


"Mengapa bukan kak Marcell saja, dia anak tertua biasanya perusahaan itu di wariskan pada anak sulung laki-laki."


"Semua karena saham terbesar 70% BS Group yang tersebar di penjuru dunia adalah namaku. Sisanya 10% nama papa dan kakak 10% dan mama 10%. Papa dan mama sangat menyayangiku mungkin karena hal itu kakakku akhirnya tak ingin menjadi penerus. Ia mengambil jurusan kedokteran dan menjadi dekan di Universitas Sydney, selama ini ia selalu ada disampingku."


"Sangat tak masuk akal"


"Tapi ini kenyataannya Kai. Hari itu aku pergi ke Indonesia secara mendadak karena mendapat kabar orang tuaku kecelakaan. Parahnya sampai sekarang ayahku koma"


Kai kembali melirik gadis itu tampak lesu bersedih di dalam segukan tangisnya.


"Kau sendiri, akan bertunangan dengan Ruby. Apakah dia gadis yang baik hingga hatimu cepat beralih" ucap Anya lirih..


🥀🥀🥀🥀