Do You Want to be My Boyfriend or (Boy)friend ?

Do You Want to be My Boyfriend or (Boy)friend ?
First Snow {2}



Ashley merasa pria ini tak akan melepaskan genggaman tangannya, jadi satu - satunya cara adalah...., "Lepaskan !" teriak Ashley yang berhasil membuat seluruh pengunjung pusat berbelanjaan menatapnya.


 


"Wah...., kenapa tuh ?" 


"Bertengkar ya ?" 


"Pasangan muda zaman sekarang." 


 


Ashley berpikir jika ia berteriak seperti itu, Kelvin akan merasa malu dan melepaskan tangannya tetapi, dugaannya salah besar. Kelvin semakin mengeratkan tangannya, hingga membuat Ashley mengaduh kesakitan. Tiba - tiba seorang pria mendatangi mereka berdua dan menarik tangan Ashley dengan paksa.


 


Kelvin membalikkan badannya dan langsung menampakkan ekspresi kesal luar biasa, "Siapa kau ?!" tanya Kelvin setengah berteriak. "Aku pacarnya, mau apa kamu dengannya ?" tanya cowok itu dingin. Ashley membalikkan badanya dan melihat bahwa tanganya digenggam oleh...., Harry !


 


Ashley memang sudah lama tidak bertemu Harry tetapi, ia langsung mengenalinya dari nada bicara cowok tersebut. "Harry ?" tanya Ashley pelan. Kelvin yang melihat hal itu hanya berdecih kesal, "Siapa kamu ? Jangan bilang bahwa kamu adalah temannya yang menyamar jadi pacar ? Mau jadi sok pahlawan ya ?" tanya Kelvin dengan nada mengejek.


 


Ashley yang mendengar ejekkan Kelvin merasa panas,ia mengeratkan genggaman tangannya dengan Harry dan mengatakan, "Dia memang pacarku, apa maumu ?" dengan nada dingin. "Akh...., jadi kau suka bermain Wilson ? Baiklah, aku akan lapor nenek mu dan tunggu akibatnya." kata Kelvin dengan nada mengancam.


 


Kelvin pun segera pergi dengan menggerutu, meninggalkan Ashley dan Harry sendirian. Sadar bahwa Kelvin sudah pergi, Ashley yang merasa canggung segera melepaskan genggaman tangannya. "Maaf...." kata Ashley lirih. "Kau masih kaku ya nyonya Wilson ? Seharusnya aku yang minta maaf karena mencampuri urusan para klomerat." sahut Harry dengan nada santai.


 


Ashley menatap wajah Harry dan mengatakan, "Kau masih ingat aku ?" dengan nada polos. Harry yang mendenga hal itu hanya terkekeh pelan dan mengatakan, "Kau pikir aku melupakanmu ? Ingatanku masih kuat !" kata Harry. "Sudahlah beruang bodoh. Kau mau ke mana ?" tanya Ashley. "Ternyata kau masih ingat, kupikir kau sudah melupakanku dan berkencan dengan para pria - pria mempesoan yang lebih tua dariku. Aku hanya ingin keliling saja, kebetulan aku bertemu denganmu di kafe sana." jelas Harry sambil menunjuk kafe yang tadi didatangi oleh Ashley.


 


"Jangan bilang...., saat di kafe aku menyenggol mu ?" tanya Ashley melihat pakaian Harry sama dengan pakaian yang dikenakan orang yang duduk di belakangnya. "Yah..., bisa dibilang seperti itu. Mau nonton ?" tawar Harry tiba - tiba dan Ashley pun mengangguk semangat.


 


Mereka berdua pun segera menuju bioskop dan memutuskan nonton film yang berjudul, Will u, Love ?. Film bergenre komedi romantis dan sudah lama ingin ditonton Ashley tetapi, kesibukannya sebagai pewaris Wilson menghalanginya.


 


"Bukankah kau punya bioskop di rumah ?" tanya Harry heran. "Jadwal ku padat, lagipula aku ingin merasakan nonton di bioskop umum." sahut Ashley cuek. Harry yang mendengar hal itu hanya mengeleng - gelengkan kepalanya.


 


"Waktunya masih lama. Kau tidak masalah ?" tanya Harry. "Nggak masalah, lagipula Hari ini aku memutuskan untuk rehat kok." sahut Ashley cuek. "Bagaimana kalo kita ke games center dulu ?" tawar Harry. Ashley pun mengangguk. Mereka berdua pun segera melangkahkan kakinya menuju ke games center.


 


"Aku isi saldo dulu. Kamu tunggu di sini ya." sahut Harry. "Ikut !" teriak Ashley. "Lama loh. " sahut Harry. "Nggak mau, aku harus ikut !" teriak Ashley manja sambil menggembungkan kedua pipinya. Harry yang mendengar hal itu hanya terkekeh pelan dan langsung mengusap puncak kepala Ashley. "Kayaknya sifat ratu es kamu udah hilang ditelan waktu.".


 


 


Selesai mengisi saldo, mereka berdua segera menuju ke tempat permainan basket. "Mau main ?" tawar Harry. "Yup, tapi aku duluan ya ?" tanya Ashley dan Harry pun mengangguk. Ashley pun segera memulai permainan tetapi, setiap ia ingin memasukkan bola, bola tersebut selalu memantul dari ring.


 


"Sepertinya kau agak payah untuk urusan ini nyonya Wilson." kata Harry dengan nada mengejek. "Namanya pertama kali, memang kamu bisa ?" tanya Ashley kesal. "Jangan ragukan aku, Ashley. Aku adalah pemain basket handal di sekolahku." kata Harry yang mengambil bola basket dari tangan Ashley dan melemparnya dengan mulus ke ring.


 


"Ngomong - ngomong soal sekolah, kamu sekolah di mana ?" tanya Ashley sambil memandang Harry yang masih fokus memasukkan bola ke dalam ring. "Eleanor School." sahut Harry. "Sekolah binaan ayahku ?" tanya Ashley. "Nyonya Wilson, tentu semua sekolah di sini adalah binaan ayahmu. Kau ? Homeschooling ?" tanya Harry.


 


"Tidak, ayahku menyuruh sekolah di Evander internasional School katanya agar kemampuan berkomunikasiku lebih baik." kata Ashley. "Apa berguna ?" tanya Harry. "Kurasa tidak kebanyakan dari mereka palsu atau terang - terangan menunjukkan komentar kebencian." sahut Ashley.


 


Selesai bermain basket, Harry melirik jam tangannya. "Kurasa waktunya sudah tiba. Ayo !" ajak Harry sambil mengenggam erat tangan Ashley. Ashley pun nampak kaget sekaligus senang saat bersamaan. Mereka berdua pun segera masuk ke dalam studio dan duduk di bangku tengah.


 


"Har...." kata Ashley lirih. "Ada apa ?" tanya Harry. "Kalo ada trailer film horor, aku pinjam jaketmu ya." kata Ashley. "Kamu takut ? Bukankah kamu sudah mengenakan topi dan jaket ?" tanya Harry sambil terkekeh pelan. "Nggak tahu, aku harus pinjam." kata Ashley sebal.


 


Harry yang mendengar hal itu hanya mengeleng - gelengkan kepalanya, kemudian sesuai dengan dugaan Ashley trailer film horor pun dimulai. "Har, pinjem jaket kamu." kata Ashley sambil menutup kedua matanya. Harry yang melihat itu menghela nafas dan langsung menyerahkan jaketnya ke Ashley. "Terima kasih." kata Ashley.


 


Ketika film dimulai, baru Ashley bisa bernafas lega. "Aku tidak menyangka bahwa kamu penakut." ejek Harry. Ashley yang mendengar itu hanya mengerucutkan bibirnya. Film yang ditonton oleh Harry dan Ashley lumayan membuat mereka berdua tertawa senang atau merasa baper dengan keromantisan kedua tokoh utama.


 


Melihat adegan romatis, membuat Ashley ingin bersandar di pundak Harry. Harry yang sadar mengenai hal itu segera mengatakan, "Ingin bersandar? Silahkan saja." tetapi, matanya masih fokus menonton film. Dengan ekspresi malu - malu, Ashley pun segera menyenderkan kepalanya ke pundak Harry dan memegang erat tangannya.


 


Tanpa diketahui Ashley dan Hary, Axel Wilson pun tiba - tiba muncul. Awalnya ia ingin menarik tangan Ashley dan membawanya pulang ke rumah tetapi, ketika melihat Harry ia mengurungkan niatnya dan pergi sambil tersenyum tipis. Ia tak mau menganggu, ia tahu siapa itu Ashley.


 


Selesai nonton, mereka berdua pun memutuskan untuk pulang. "Kau mau kuantar pulang ?" tanya Harry. "Tak usah." sahut Ashley. "Mereka akan curiga." tambah Ashley dengan mata menyipit. Harry pun melihat jendela besar pusat perbelanjaan dan perlahan - lahan salju pertama pun turun.


 


"Lihat Shley ! Salju pertama turun !" teriak Harry seperti anak kecil yang baru pertama kali melihat salju. Ashley pun menatap jendela besar dan sambil tersenyuk ia mengatakan, "Bagaimana jika kita foto bareng ?" dan Harry pun mengangguk semangat dan langsung menarik tangan Ashley.