Do You Want to be My Boyfriend or (Boy)friend ?

Do You Want to be My Boyfriend or (Boy)friend ?
When We Meet Again {4}



"Bagaimana jika kita berkeliling sekolah baru kita ?" tanya Kelvin tiba - tiba. "Eleanor school ? Huh ?" tanya Ashley sambil memalingkan wajahnya, menatap tajam Kelvin. Kelvin pun hanya mengangguk. "Baiklah, aku setuju. Aku ganti pakaian dulu." kata Ashley menaikki tangga.


 


Saat ini Ashley sedang berada di dalam kamarnya, memilih pakaian yang membuatnya tidak terlalu mencolok. Ashley menatap dirinya di depan cermin, di sisi lain ia senang akan ke sekolah yang Harry tempati dan di sisi lain ia sadar mengapa harus Kelvin yang mengantarnya ?


 


"Ini menyebalkan."  pikir Ashley yang sudah berganti pakaian dan menutup pintu kamarnya. Ashley segera turun dari tangga, Kelvin yang melihat penampilan Ashley yang serba hitam bertanya, "Apa kau suka hitam ?". "Tidak, aku tidak terlalu suka mencolok." sahut Ashley datar.


 


"Ayo kita pergi." ajak Kelvin menuju parkir rumah bersama dengan Ashley. Saat di mobil Ashley memutuskan untuk duduk di belakang Kelvin. "Hey ! Kau tunanganku ! Mengapa kau duduk di belakang ?" tanya Kelvin kesal. "Aku suka duduk di sini, duduk di depan selalu membuatku mual." jelas Ashley cuek sambil memainkan telepon genggamnya.


 


Kelvin menghela nafas, "Aku bukan supirmu, lagipula aku tunangan mu. Duduk saja di depan." kata Kelvin. Ashley menghela nafas gusar, menurutnya Kelvin akan terus - menerus memaksanya hingga malam tiba. "Baiklah...., baiklah. Tolong jangan ganggu aku." kata Ashley yang kemudian duduk di samping Kelvin.


 


Selama diperjalanan, mereka hanya berdiam diri dan hal itu membuat sifat ramah Kelvin frustasi. "Apa ada topik menarik yang harus kita bicarakan ?" tanya Kelvin. "Kurasa, jawabannya tidak ada." sahut Ashley tegas. "Kurasa ada yang ganjil sampai - sampai kau memilihku jadi tunangan mu. Katakan apa yang kau inginkan." kata Ashley langsung.


 


"Wohoo...., kurasa kau terlalu banyak nonton drama di tv Ashley." kata Kelvin sambil terkekeh. "Kurasa aku melihatnya seperti itu." sahut Ashley tajam. "Aku sudah terlalu kaya, buat apa aku meminta lebih dari keluarga mu ?" tanya Kelvin sambil menunjukkan senyum sinisnya. "Perkembangan bisnis, mungkin ?" tanya Ashley yang masih asyik dengan telepon genggamnya. "Terserah kamu lah, ngomong - ngomong selesai melihat sekolah dari luar, bagaimana jika kita makan bersama di salah satu pusat perbelanjaan di sini ?" tanya Kelvin.


 


"Ya, aku melihat salah satu restoran yang menyajikan makanan terbaik di sini. Kita ke sana saja." kata Ashley. "Baiklah, jika itu keinginannan mu my lady." sahut Kelvin. "Aku ingin kencan kali ini tidak ada yang menganggu." tambah Kelvin.


 


"Maksudmu Harry ?" tanya Ashley sambil mengerutkan kedua alisnya. "Oh, jadi si brengsek itu namanya Harry." sahut Kelvin dengan nada mengejek. "Jangan katakan sesuatu hal yang buruk mengenai Harry, Kelvin." sahut Ashley tajam. "Well, seharusnya kau mempertanyakan hal mengenai perkembangan bisnis dengan Harry. Kurasa ia tahu jawabannya. Kau sama sekali tidak tahu mengenai dunia realita bisnis, Ashley." jelas Kelvin.


 


 


Ashley segera mematikan telepom genggamnya dan melihat bangunan sekolah yang didominasi warna biru dan putih. Beberapa murid sekolah itu sepertinya berlalu - lalang. Kelvin pun segera memakir di salah satu parkir sekolah itu. "Apa yang kau lakukan ?" tanya Ashley. "Aku lumayan memiliki kenalan di sini. Ah, itu dia !" teriak Kelvin sambil memandang seorang cowok dengan rambut kribo.


 


"Hi, sob !" teriak cowok itu. "Hi, Jack !" sahut Kelvin. "Mau berkeliling sekolah ini ?" tawar Jack sambil mengedipkan sebelah matanya. "Nanti saja sob...." sahut Kelvin sambil melirik Ashley yang cuek bebek duduk di sampingnya. "Oh ya, Ashley Wilson bukan ? Wihh...., bakal jadi ratunya Eleanor nih ! Tapi, sayang udah ada yang punya !" teriak Jack sambil terkekeh pelan. "Yoi sob, ya udah kami keliling kota ini dulu ya. Sampai nanti hari esok !" teriak Kelvin.


 


Mobil mereka pun kembali melaju di jalan raya. "Kenalan kamu ?" tanya Ashley. "Bisa dibilang kayak gitu, udah sohib an dari kecil, makanya tuh anak nggak tahu di malu." kata Kelvin sambil terkekeh pelan. Mendengar kata sohib, membuat Ashley merindukan Harry. Toh, hari esok mereka akan bertemu juga.


 


Mereka berdua sudah tiba di salah satu pusat perbelanjaan yang terkenal di Evander bagian timur. Ashley segera turun dari mobil diikuti oleh Kelvin. "Seharusnya aku keluar duluan." kata Kelvin. "Memang kenapa ? Biasa aja kok." sahut Ashley. Kelvin menghela nafas, "Bukan begitu...., Ashley. Biasanya cowok akan membukakan pintu mobil untuk kekasihnya." katanya. "Sepertinya kau juga banyak nonton drama di tv." ejek Ashley yang kemudian, meninggalkan Kelvin.


 


Sekarang mereka berdua sudah memasukki pusat perbelanjaan itu dan memutuskan mampir di restoran yang diinginkan oleh Ashley. Mereka berdua duduk bersama lalu, seorang pelayan datang menawarkan makanan terbaik yang dipunya oleh restoran itu dan mereka Berdua pun sepakat untuk memesannya.


 


"Kau tau ? Aku selalu berpikr bahwa cewek seperti kau tidak akan pernah memesan makanan yang memiliki banyak lemak." kata Kelvin. "Kurasa kau harus menghapus omong kosong kuno mu itu, Kelvin." sahut Ashley. Beberapa menit kemudian, pesanan mereka datang dan mereka mulai memakannya.


 


"Hi !" teriak seseorang cowok tiba - tiba. Ia berdiri tepat di samping Ashley. Ashley memalingkan wajahnya dan melihat Harry dengan sebungkus kentang goreng di tangan kanannya.