
"Harry ?" tanya Ashley sambil mengerutkan kedua alisnya ketika memandang sosok cowok yang tak asing di matanya sedang menyapanya saat ini dan jangan lupa...., kentang goreng di tangan kanannya. "Apa yang kau lakukan di sini Ashley ?" tanya Harry yang sepertinya tidak menyadari kehadiran Kelvin.
"Yah...., aku sepertinya akan pindah sekolah di sini." kata Ashley. "Jangan bilang bahwa kita satu sekolah ?" tanya Harry sambil menyipitkan kedua bola matanya. "Apa aku terlihat seperti seorang pembohong ?" tanya Ashley balik sambil menatap tajam Harry meskipun begitu, ia tetap tidak bisa menyembunyikan senyuman yang terukir manis di bibirnya. "Oke....,oke aku percaya. Kau memang tidak pernah bisa bercanda dari dulu." kata Harry sambil membuka topi Ashley dan mengelus pelan rambutnya sambil tersenyum.
"Apa yang kau lakukan ?!" teriak Ashley yang langsung mengambil balik topi yang diambil oleh Harry dan menjual kepalanya. "Aw ! Kau selalu mirip dengan ibuku." kata Harry sambil mengerucutkan bibirnya, hal itu membuat Ashley terkekeh pelan.
"Ehemm...." kata Kelvin berdehem karena merasa diabaikan oleh Ashley dan Harry. "Kau lupa siapa yang duduk di depan mu, sayang ?" tanya Kelvin kepada Ashley. "Wohoo...., bukankah cowok ini adalah penguntit mu semalam ? Berani sekali dia memaksa mu di sini, apa mau kuusir saja dia ?" tanya Harry sambil menatap tajam Kelvin.
"Jaga mulutmu, brengsek. Ashley adalah tunangan ku ! Seharusnya kau sudah mengatakannya, sayang." kata Kelvin tegas sambil menatap tajam Ashley. Harry yang mendengar itu hanya bisa berdiam dan matanya pun membulat sempurna.
Ashley yang merasa tidak enak kepada Harry hanya bisa menghela nafas dan mengatakan, "Maafkan ku Harry, nenek ku sedang merencanakan perjodohan konyol dengan Kelvin bodoh yang duduk di seberang ku. Sungguh, aku akan membatalkan perjodohan ini bagaimanapun caranya." sambil menatap mata Harry dengan tulus.
"Kurasa kau terlalu banyak nonton drama komedi romantis, Ashley. Ayolah itu hanya drama, takdir sudah ditentukan." kata Kelvin sambil memutar kedua bola matanya dan menghela nafas. "Kurasa kau juga banyak nonton drama penguntit. Buktinya kau pun mengetahuinya." sahut Harry tajam dan membuat pipi Kelvin memerah menahan amarahnya.
"Cukup." kata Ashley tegas melihat suasana yang mulai mendingin. "Baiklah, Ashley ayo kita ke bioskop. Ada film terbaru dan aku sudah khusus memesannya untuk hari ini." ajak Kelvin. "Tapi, kau tidak memberitahuku ?" tanya Ashley. "Ini kejutan Ashley." sahut Kelvin sambil tersenyum.
"Bagaimana jika kita mengajak Harry ?" tanya Ashley kepada Kelvin. "Ini kencan romantis kita, Ashley ! Maaf, aku tidak mau ada penganggu kali ini." kata Kelvin kesal. Ashley yang mendengar itu mengerucutkan bibirnya dan mengatakan, "Jika kau tidak mau mengajak Harry, aku juga tidak ikut." kata Ashley sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Saat ini Ashley menatap cemas Harry yang duduk di seberangnya dalam bioskop kali ini. Ashley duduk di samping Kelvin, berbeda dengan Harry yang duduk di seberangnya dan diapit oleh dua pengawal Kelvin dari kanan dan kiri. Awalnya Ashley menolak tetapi, kata Harry bukankah mereka juga satu ruangan pada akhirnya ? Jadi ia tetap bisa melihat Ashley.
Film yang mereka tonton adalah film terbaru dari aktris favorit Evander yaitu, Andreas Gealisky. Andreas Gealisky umurnya memang sudah memasukki paruh baya tetapi, kecantikanya...., memang tidak ada bandingnya. Dulu paman pernah dijodohkan dengannya tetapi, waktu itu drama Romeo dan Juliet pun dimulai, jika kau tahu apa yang kumaksud.
Film ini bergenre komedi romantis dan sepertinya Kelvin sangat menikmatinya. Menceritakan mengenai seorang wanita yang berkerja sebagai model, penyanyi dan aktris. Wanita itu bernama Agatha, sampai suatu hari ia bertemu dengan orang yang ia sukai waktu sekolah menengah pertama dan rangkaian kejadian cinta lama bersemi kembali pun terjadi. Bahkan ketika aku melihat ke seberang pun, Harry nampaknya menikmatinya. "Dasar cecunguk sialan !" pikir Ashley.
Saat pertengahan film bagian romantis, Kelvin berusaha untuk memegang tangan Ashley tetapi, Ashley berhasil menepisnya dengan memukul tangan Kelvin. "Aw !" jerit Kelvin kesakitan. "Apa kau diam - diam latihan tinju ?" tanya Kelvin sambil mengusap telapak tangannya, tiba - tiba Harry yang duduk di seberang pun menyahut, "Ya, dia suka olahraga tinju !".
"Apa ?! Nggak kok ! Kelvin saja yang lemah." sahut Ashley kesal. Dua penjaga Kelvin yang sepertinya merasa terganggu segera mengambil sebuah tas dan mengambil dua penutup telinga, sepertinya mereka berdua sangat ingin menghayati dan mendalami film ini.
Selesai menonton, hari pun sudah menunjukkan pukul delapan malam. "Baiklah, kami pulang. Aku yakin kau bisa pulang sendiri." ejek Kelvin kepada Harry. "Kau meremehkan ku, penguntit ?" ejek Harry balik. "Kurasa aku ingin pulang dengan Harry malam ini." kata Ashley.
"Apa ?! Kau ingin pulang dengan si brengsek ini ?! Tidak...., tidak. Aku sebagai tunangan mu mengatakan tidak ! Kau tidak akan tahu apa yang akan terjadi di kota yang tak dikenal bersama pria asing !" teriak Kelvin sebal. "Tapi...." kata - kata perlawanan Ashley terhenti ketika Harry mengatakan, "Tidak papa Ashley, kau pulanglah dengan dia. Esok kita juga bertemu di sekolah. Oh ya, jangan lupa mimpi aku ya ?" kata Harry sambil mengusap rambut Ashley pelan dan tersenyum.