Do You Want to be My Boyfriend or (Boy)friend ?

Do You Want to be My Boyfriend or (Boy)friend ?
Wilson Family {2}



Bunyi decitan mobil menandakan bahwa Ashley sudah tiba di rumah utama keluarga Wilson. Ashley menghela nafas, merapikan roknya dan mengatakan, "Terima kasih, pak." kepada supir pribadinya. Supir pribadinya yang mendengar hal itu hanya mengangguk dan mengatakan, "Sama - sama nyonya Ashley. Apa nanti pulang saya yang akan menjemput anda ?". Ashley yang mendengar pertanyaan itu hanya mengangguk dan segeta keluar dari mobil.


 


Ashley memandang rumah yang sudah lama tidak ia datangi, terakhir kali ia datang ketika ulang tahun neneknya dan itu sangat menyebalkan apalagi neneknya selalu menyuruhnya untuk berbincang dengan para pemuda kaya kenalannya.


 


Ketika Ashley berada di depan gerbang, seorang penjaga yang menyadari keberadaan Ashley segera membuka gerbang utama secara cepat. "Selamat datang nyonya Ashley." sambut penjaga itu. Ashley pun hanya mengangguk. Ashley pun segera melangkahkan kakinya menuju pintu utama yang dijaga dua penjaga.


 


"Bagaimana ?"


"Apa nenek terlihat sangat cantik seperti remaja hari ini ?" 


"Ibu...., kau selalu cantik." 


"Oh kau selalu bisa menggodaku, anakku." 


 


Dari luar pun, suara centil dan nyaring dari neneknya pun terdengar di telinga Ashley. Ashley mengetuk pintu utama dan pintu pun langsung dibuka. "Ashley ! Kupikir kau akan terlambat !" teriak Axel. Ashley yang mendengar sambutan bahagia dari kakak semata wayangnya segera mengatakan, "Jangan mengatakan seolah - olah kita tidak bertemu selama dua abad.". Mendengar perkataan adik semata wayangnya, Axel mengatakan, "Kau kembali.". "Itu aku." sahut Ashley sambil memutar kedua bola matanya.


 


Neneknya yang melihat kedatangan Ashley segera mendatanginya dan memeluknya. "Aku senang bertemu lagi dengamu cucu perempuanku yang paling manis ! Apa kesibukan membuatmu tidak sempat ke salon ?" tanya neneknya khawatir. "Tenang nenek, aku baik - baik saja. Coba lihat aku." kata Ashley.


 


 


Sampai di ruang makan, Ashley melihat ayah dan ibunya. "Ayah ! Ibu !" teriak Ashley bahagia sambil memeluk keduanya. "Oh sayangku...." kata ibunya lirih. "Bagaimana sekolah dan pertemuanmu, sayang ?" tanya ayahnya. Ashley melepaskan pelukannya dan mengatakan, "Seperti biasa.". "Kuharap kau terbiasa, sayang." sahut ayahnya.


 


Ashley pun segera duduk di samping neneknya, tiba - tiba ia menyadari bahwa kedua sepupunya tidak ada di sampingnya kali ini. "Mana mereka ?" tanya Ashley bingung sambil menatap dua kursi di sampingnya kosong. Biasanya teriakkan centil, nyaring dan heboh menganggunya setiap jamuan makan malam seperti ini.


 


"Mereka sekeluarga sedang liburan, katanya ada barang karya Alleo yang diincar oleh mereka berdua di sana saat ini." kata Axel. Ashley yang mendengar itu hanya mengangguk. "Baiklah, karena sekarang kita sudah berkumpul. Bagaimana kalian menceritakan kegiatan kalian saat ini ? Nenek sangat penasaran." kata neneknya dengan nada misterius.


 


"Well...., Aku dan istri ku sedang sibuk menghadiri pertemuan yang penting dan dengan persetujuan ayah, kami sudah membuka cabang restoran Wilson yang keseratus." kata ayah Axel dan Ashley. Neneknya pun mengangguk, "Kau bagaimana Axel ?" tanyanya. "Semuanya berjalan dengan baik dan...., sangat sibuk. Kali ini aku ingin membuat pengumuman penting." kata Axel berdiri dari tempat duduknya dan membuat keadaan hening seketika.


 


"Hari esok, aku berencana untuk melamar kekasihku, Leah. Kuharap kalian semua mendoakan ku agar semuanya berjalan lancar." kata Axel tegas. "Kau serius ?" tanya ayahnya. "Oh, ini kejutan yang sangat menyenangkan Axel !" teriak neneknya. "Selesai makan malam ini aku akan nelpon kakekmu, dia pasti senang mendengar kabar ini !" teriak neneknya.


 


"Kau sudah menyiapkan semuanya ?" tanya ibunya. "Bunga ? Cincin ? Dan tempat romantis ? Apa cucuku ini sudah menyiapkannya ?" tanya neneknya bersemangat."Tenang nek, semuanya sudah kusiapkan jauh - jauh hari." sahut Axel. "Syukurlah, ditunggu kabarnya hari esok." kata ibunya.


 


Neneknya mendekatkan dirinya ke telinga Axel dan berbisk, "Dia pasti akan mengatakan ya.". "Kuharap begitu." sahut Axel. "Dan kau bagaimana Ashley ? Apa kau sudah memiliki pacar ?" tanya nenek.