Do You Want to be My Boyfriend or (Boy)friend ?

Do You Want to be My Boyfriend or (Boy)friend ?
Change



Ashley pulang dengan perasaan bahagia. Ini hari yang terbaik yang pernah ia alami. Ashley pun segera masuk ke dalam rumahnya, Ia sangat senang sampai - sampai bersenandung ketika memasukki rumah. Seorang pelayan yang sedang asyik membersihkan lemari dengan kemoceng menanyakan, "Apa yang membuatmu bahagia malam ini nyonya ? Ini pertama kalinya saya melihat anda bersenandung.".


 


"Banyak hal." sahut Ashley singkat tetapi, tidak bisa menyembunyikan sebuah senyuman yang terukir manis di bibirnya. Arthur yang entah dari mana asalnya tiba - tiba muncul di hadapan Ashley dan membuat ia kaget. "Maafkan saya nyonya." kata Arthur. "Akh...., tidak papa." sahut Ashley.


 


Ashley pun memegang pegangan pintu. Ketika ia ingin masuk, Arthur tiba - tiba bertanya, "Apa anda ingin sesuatu nyonya ?". Ashley pun segera menoleh dan mengatakan, "Tidak ada. Hari ini sudah cukup." dan masuk ke dalam kamar.


 


Ketika Ashley memasukki kamar dan ingin mengunci kamar, tiba - tiba ia melihat seorang cowok yang sedang asyik rebahan sambil membaca komik kesayangan Ashley. Siapa lagi jika bukan Axel ? "Kau sudah pulang ?" tanya Axel kepada Ashley tetapi, tidak sedikit pun mengalihkan pandangannya dari komik.


 


"Astaga ! Kau membuatku terkejut !" teriak Ashley. "Santai saja." sahut Axel sambil membolak - balikkan halam komik yang ia baca. "Apa yang kau lakukan ?" tanya Ashley. "Harusnya aku yang tanya, apa yang kau lakukan malam ini  ?" tanya Axel balik.


 


Ashley pun menghela nafas, ia pikir tak ada gunanya menyembunyikan hal inI dari Axel. Ia tahu bagaimana sifat asli kakak semata wayangnya itu. "Jadi....,  aku tadi jalan - jalan dengan Harry. Pertemuan yang tak terduga." kata Ashley.


 


"Jalan - jalan atau berkencan ?" tanya Axel menunjukkan senyum menggodanya. "Apaan sih ? Cuma jalan - jalan kok !" teriak Ashley manja. "Mana ada orang jalan - jalan sambil menyenderkan kepala ke pundak Harry ?" tanya Axel balik. Ashley yang mendengar pertanyaan itu langsung terkejut.


 


"Dari...., mana kau tahu ?" tanya Ashley gugup. "Insting seorang kakak." sahut Axel yang menutup komik yang ia baca dan segera duduk. "Bohong, aku tahu kau Axel." sahut Ashley sengit. "Ya..., ya baiklah. Aku melacak mu dan menemukan mu di sebuah pusat berbelanjaan. Lebih tepatnya di dalam bioskop dan cowok di samping mu itu pasti Harry. Dari jauh pun, aku pun pasti mengenalnya." jelas Axel sambil memutar kedua bola matanya.


 


 


"Dan kebetulan Harry datang dan menyelamatkanku." kata Ashley. "Benarkah ? Kukira kau menelpon Harry. Ketika kau bercerita seperti itu...., entah mengapa seperti sebuah komik yang kubaca." kata Axel sambil menunjukkan senyum mengodanya.


 


"Karena aku beruntung." kata Ashley sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Axel pun menghela nafas sambil meremas - remas jarinya ia mengatakan, "Ada hal  penting yang harus kukatakan padamu.". "Apa maksudmu mengenai mengapa kau di kamarku sambil membaca komik tidak melakukan pertemuan apapun ?" tanya Ashley tiba - tiba.


 


"Bukan...., tapi perkataanmu ada benarnya juga. Rencananya malam ini aku istirahat untuk melamar Leah hari esok." kata Axel sambil tersenyum. "Usulan dari nenek ?" tanya Ashley. Axel pun mengangguk, "Sudah kuduga." sahut Ashley. "Sebenarnya bukan hal ini yang mau kukatakan padamu, ini ada kaitannya dengan Harry." kata Axel.


 


"Apa maksudmu nenek mengetahui Harry ?" tanya Ashley khawatir. "Syukurnya tidak. Keluarga kita dan keluarga Smith sepakat memindahkan kamu ke sekolah lain." kata Axel. "Aku tidak masalah selama tidak di luar Evander. Tunggu, mengapa mereka memindahkan ku ?" tanya Ashley sambil mengerutkan kedua alisnya.


 


"Mereka pikir jika kau pindah sekolah, kau lebih fokus dalam hal ini." kata Axel. "Maksudmu perjodohan ?" tanya Ashley. "Yup." sahut Axel. "Nenek memang masih berpikir primitif." kata Ashley sambil menghela nafas. "Tapi kau tidak perlu sedih." kata Axel. "Apa maksudmu ?" tanya Ashley sambil mengerutkan kedua alisnya. "Kau akan pindah ke Eleanor School dengan kata lain kau akan satu sekolah dengan Harry." kata Axel.


 


"Kau serius ? Tunggu, dari mana kau tahu ?" tanya Ashley terperangah sekaligus tak percaya. "Aku selalu serius, Ashley. Aku tahu dari instingku." kata Axel cengir lebar.