Do You Want to be My Boyfriend or (Boy)friend ?

Do You Want to be My Boyfriend or (Boy)friend ?
When We Meet Again {3}



Ashley mengerjap - ngerjapkan matanya perlahan dan melirik jam weker penuh renda yang terletak di meja samping kasurnya. "Jam dua siang."  pikir Ashley sambil berusaha bangun dan merentangkan kedua tangannya. Ashley segera merapikan tempat tidurnya, mengikat rambutnya asal - asalan dan segera turun ke lantai bawah.


 


"Siang nyonya, apa tidur siang anda nyenyak ?" tanya salah satu pelayan dan Ashley pun hanya mengangguk. Kesadarannya belum pulih seutuhnya. "Apa anda ingin makan siang ? Saya sudah menyiapkan makanan kesukaan nyonya untuk menyambut kedatangan anda. Dibuat oleh chef profesional keluarga Wilson." kata pelayan itu bersemangat. "Tentu saja saya mau makan, di mana ruang makannya ?" tanya Ashley sambil melangkah turun tangga."Ikuti saya, nyonya." kata pelayan itu.


 


Beberapa menit kemudian, Ashley tiba di ruang makan yang bergaya klasik sangat khas dengan bibi. Tak lupa dua kursi dihiasi renda - renda yang pasti dimiliki kedua sepupunya. "Apa anda ingin renda - renda juga nyonya Ashley ?" tanya pelayan itu. "Tidak, terima kasih." kata Ashley cepat - cepat, menurutnya itu sangat berlebihan.


 


Ashley pun segera duduk di salah satu kursi yang disediakan. "Baiklah, tunggu sebentar nyonya. Chef kami akan membawanya langsung kepada anda." kata pelayan itu dan Ashley pun mengangguk pelan. Beberapa menit kemudian, seorang chef pria paruh baya dengan kumis panjang mendatangi nyonya Ashley. Ia membawa dua nampan berukuran besar.


 


Dengan langkah anggunnya, chef itu langsung mendatangi Ashley dan mengatakan, "Selamat siang nyonya Ashley ! Ini siang yang indah bukan ? Meskipun bukan malam, cita rasa saya tidak akan berubah sepanjang waktu. Saya akan menyajikan makanan yang baru saya buat dengan penuh cinta dan kasih sayang. Semoga anda menikmatinya." dengan nada genit sambil mengedipkan sebelah matanya.


 


Ketika Ashley ingin mengambil garpu, ia merasa ada yang aneh. Mengapa chef itu meletakkan makanan yang sama dengannya di bagian seberangnya ? "Maafkan saya chef, siapa yang duduk di sana ?" tanya Ashley. "Tentu saja tunangan mu sayang !" teriak seorang cowok tiba - tiba dan ternyata ia adalah Kelvin.


 


 


"Ngomong - ngomong cuaca di sini bagus, bahkan lebih bagus daripada pusat kota Evander. Bagaimana jika kita berkeliling ke kota ?" tawar Kelvin. "Memang kau sudah tahu bagaimana keadaan dan tempat - tempat menarik di kota ini ?" tanya Ashley dengan nada mengejek. "Tentu, aku punya banyak waktu Ashley." sahut Kelvin sambil memutar kedua bola matanya.


 


"Tapi, aku tidak ada mood untuk menyamar hari ini." kata Ashley dengan nada malas. "Kurasa cuaca hari ini sangat bagus nyonya. Lagipula dengan tuan Kelvin, pasti keadaannya lebih aman." kata seorang pelayan yang asyik merapikan dan membersihkan benda - benda antik kesayangan bibi.


 


"Saran yang bagus, coba lihat dia saja mengatakan hal itu. Apa kau akan menolak tawaran ini ?" tanya Kelvin. "Kurasa jawabannya tetap tidak, Kelvin." kata Ashley jengah sambil memutar kedua bola matanya. "Aku mau kembalikan ke kamarku dan membaca sebuah buku." jelas Ashley.


 


Ashley pun segera memutuskan menaiki tangga, sebelum sebuah pertanyaan penting dari Kelvin membuatnya berhenti menaiki tangga.