Do You Want to be My Boyfriend or (Boy)friend ?

Do You Want to be My Boyfriend or (Boy)friend ?
Chloe ? {2}



Ashley pun menghela nafas lega dan dengan santainya segera duduk di samping Harry. "Hi Harry." sapa Ashley dengan nada ceria, berusaha mengabaikan tatapan membunuh Kelvin yang duduk di belakangnya. "Oh, hai Ashley. Bagaimana kelas mu yang baru ?" tanya Harry. "Membosankan." sahut Ashley menghela nafas dan memutar kedua bola matanya.


 


 


"Anya !" teriak Ashley menyapa Anya yang terlihat celingukan mencari Ashley. Anya pun menghela nafas lega, sambil menaruh nampannya ia mengatakan, "Syukurlah, kupikir kau tersesat. Aku boleh duduk di sini ?" tanya Anya ragu. "Duduklah." kata Ashley. Anya pun segera duduk di samping seorang cowok yang sepertinya bernama Jack.


 


 


"Oh ya ! Jack ini Ashley dan Ashley ini Jack." kata Harry sambil memandang Jack. "Senang bertemu dengan mu Wilson." sapa Jack sambil menguyah roti di tangan kanannya. "Salam kenal juga Jack tapi, bisakah kau memanggil ku Ashley saja ?" tanya Ashley yang kadang - kadang bisa resah jika ada seseorang yang memanggilnya dengan nama belakangnya.


 


 


"Aku yakin kau pasti menemukan teman baru, Shley." kata Harry sambil memandang Anya yang sedang asyik meminum jus jeruk. "Yup, dia satu - satunya murid ternormal di kelasku." sahut Ashley yang mulai mengaduk - ngaduk spaghetti. "Kukira kau bakal ke perpustakaan seperti murid XI-A pada umumnya." canda Harry. "Tidak akan kulakukan." sahut Ashley sambil memutar kedua bola matanya.


 


 


"Kau tidak perlu jauh - jauh Harry, aku pun yang sekelas dengan mereka selama satu tahun lebih pun tidak melakukan hal seperti itu." kata Anya. "Berarti aku kurang teliti." sahut Harry sambil mengangkat kedua alisnya. "Dan wali kelasnya ?" tanya Jack tiba - tiba dengan raut muka penasaran. "Unik dan terlalu ceria tetapi, ia sangat cerdas." sahut Ashley. "Eva memang luar biasa." puji Harry. "Kau menyukainya ?" tanya Anya dengan raut muka kaget. "Dalam arti ia unik dan otaknya luar biasa." sahut Harry.


 


 


"Kau pernah diajar dengannya ?" tanya Ashley penasaran. "Dia guru dansa kami waktu kelas sepuluh dan bahan percobaannya adalah Harry." sahut Jack sambil terkekeh pelan dan memandang Harry yang nampak kesal. "Itu hal yang paling bodoh, Jack." sahut Harry kesal. "Ngomong - ngomong apa yang terjadi waktu kelas sepuluh ?" tanya Anya penasaran. "Katakanlah, Jack." canda Ashley sambil menunjukkan senyum sinisnya. Ini akan menarik pikirnya.


 


 


Jack dengan raut wajah pura - pura mikir mengatakan, "Yah....., yah. Waktu itu Harry yang disuruh sebagai percobaan bersama Eva dan berakhir dengan tangisan Eva gara - gara Harry selalu sering menginjak kakinya." kata Jack sambil terkekeh pelan. "Tapi, Chloe membantuku." sahut Harry sambil mengerucutkan bibirnya.


 


 


"Siapa itu Chloe ?" tanya Ashley dengan raut wajah curiga. "Dia juga teman kami." sahut Jack, tiba - tiba ada seorang cewek mendatangi mereka dan mengatakan, "Kalian di sini Harry dan Jack, seharusnya kalian menungguku tadi di UKS.". "Kau terlalu sibuk dan kebetulan hari ini aku ada janji." sahut Harry.


 


 


Ashley pun langsung menatap cewek itu, dan benar cewek itu adalah cewek yang foto profilnya menarik perhatian Ashley dan cewek itulah yang bercanda dengan Harry ketika di UKS tadi. Cewek itu menghela nafas dan dengan santainya duduk di samping Harry. "Ini menyebalkan." pikir Ashley.


 


 


"Akh...., aku lupa memperkenalkan diriku. Namaku Chloe kelas XI - B. Kalian siapa ?" tanya cewek itu yang ternyata bernama Chloe. "Aku Anya kelas XI - A." sahut Anya yang asyik menguyah rotinya. "Dan kau ? Astaga, kau Ashley Wilson bukan ?" tanya Chloe dengan ekspresi kaget. "Ya itu aku." sahut Ashley dingin.


 


 


 


 


Jack dan Anya yang melihat raut muka Ashley menampakkan raut wajah super super Mega kesal, mengatakan, "Ashley....". Ashley pun menghela nafas perlahan dan tanpa aba - aba, ia menggandeng tangan Harry dan mengatakan, "Ya, kami memang sahabat sejak kecil. Aku sudah lama tidak bertemu dengan Harry, aku sungguh rindu dengan belaiannya dan ucapan selamat malamnya. Bukankah kau selalu memanggil ku bunny sayang ?" tanya Ashley dengan nada genit.


 


 


Jack dan Anya yang melihat itu menahan nafasnya. Harry sendiri pun nampak terkejut dan langsung mengatakan, "Iya.". Ia takut bahwa Ashley akan menginjak salah satu telapak kakinya. "Wooho...., kalian seperti pasangan kekasih. Bukankah kamu Ashley sudah memiliki tunangan ?" tanya Chloe tepat sasaran. "Kau tidak bisa mengoyahkan diriku, sayang." pikir Ashley sambil menunjukkan senyum sinisnya.


 


 


"Hahah...., tunangan itu adalah hal yang paling konyol yang pernah dilakukan oleh nenek ku. Aku dan Harry akan berusaha sekuat tenaga untuk membatalkan pertunangan konyol itu, benar bukan sayang ?" tanya Ashley sambil menatap Harry. "Iya." sahut Harry berusaha tenang meskipun, ia takut bahwa Ashley akan menendang bagian yang diperban dengan keras.


 


 


"Wow, cerita kalian mirip dengan novel - novel romansa yang selalu kubaca. Baiklah, aku akan makan dulu habis ini kita ada pelajaran matematika." kata Chloe sambil terkekeh pelan. "Astaga ! Apa aku boleh memikirkan rencana kabur, Chloe ?" tanya Jack dengan raut wajah panik. Semuanya memandang wajah Jack dan hanya menggeleng - gelengkan kepala dengan pikiran Jack.


 


 


Bel selesai istirahat pun telah berbunyi, mereka pun kembali ke kelas masing - masing. "Kau mengapa tadi ?" tanya Harry melihat raut muka Ashley yang nampak kesal. "Tidak papa." sahut Ashley singkat. Harry yang mendengar sahutan Ashley segera memutar kedua bola matanya dan mengatakan, "Apa arti perkataan tidak papa yang selalu dilontarkan oleh seorang perempuan ?". Ashley pun menghela nafas dan mengatakan, "Nanti kau sadar, bahwa kau itu milikku." sahut Ashley dan langsung masuk ke dalam kelasnya. Meninggalkan Harry yang terkejut dengan perkataan Ashley.


 


 


Malam pun telah tiba, hari ini entah mengapa Ashley merasa uring - uringan. Ashley merasa sangat  sebal dengan Chloe, entah kenapa. Ashley pun segera meminta Arthur untuk mencari tahu mengenai sosok perempuan bernama Chloe ini dan hasilnya lumayan banyak.


 


 


Chloe adalah putri semata wayang keluarga Maureen. Memiliki segudang prestasi di berbagai macam bidang dan Arthur pun berhasil melacak sosial media Chloe dengan keluarganya. Keluarga Chloe adalah keluarga dokter dan mungkin itu sebabnya ia menjadi petugas UKS di sekolah. Satu hal yang menarik adalah, di sosial media Chloe selalu terpampang fotonya bersama Harry dan Jack. Hal itu tidak boleh selamanya terjadi pikir Ashley.


 


Saat Ashley sedang asyik membaca informasi - informasi mengenai Chloe. Arthur pun tiba - tiba muncul di depan pintu dan mengatakan, "Nyonya Ashley, ada panggilan dari kakak anda." kata Arthur. "Bilang saja pada dia tunggu saja, aku akan menghubunginya balik." kata Ashley yang masih fokus dengan kertas - kertas yang berisi informasi mengenai Chloe.


 


 


"Kakak anda mengatakan tidak bisa, nyonya." sahut Arthur. Ashley pun menghela nafas dan mengatakan, "Baiklah, aku akan segera turun ke bawah.".