Do You Want to be My Boyfriend or (Boy)friend ?

Do You Want to be My Boyfriend or (Boy)friend ?
Eleanor School



Sinar mentari nampaknya tersenyum malu - malu dibalik jendela kamar Ashley pagi ini. Seorang pelayan muda tiba - tiba langsung masuk ke kamarnya tanpa mengetok lebih dulu dan membuka gorden jendela kamar tersebut lebar - lebar. "Pagi nyonya ! Siap di hari pertama anda sekolah pagi ini ?" sapanya ramah. Ashley yang baru bangun, hanya bisa mengerjap - ngerjapkan matanya perlahan, menyesuaikan intesitas cahaya yang masuk pagi ini.


 


"Ya...., ya. Aku siap." sahut Ashley yang masih berusaha mengumpulkan kesadarannya. "Saya sudah menyiapkan bak mandi untuk anda." kata pelayan itu sambil merapikan gorden kamar Ashley. "Terima kasih." sahut Ashley yang kemudian duduk di meja rias dan merapikan rambutnya asal - asal an. Selesai itu ia menuju ke kamar mandi.


 


"Cuaca di sini dingin sekali." pikir Ashley ketika berendam di dalam bak. Ketika Ashley turun dari tangga tadi, suhu dingin selalu terasa setiap kali ia menapaki tangga padahal, matahari terlihat bersinar dari kamar Ashley. Selesai berendam di bak, Ashley segera mengambil jubah mandi dan mengenakannya.


 


Ketika Ashley baru menutup pintu kamar mandi, Sara dan Sera sudah muncul di hadapan Ashley. "Pagi nyonya !" sapa mereka bersamaan. "Pagi Sara dan Sera." sapa Ashley balik. "Ayo kita ke ruang pakaian." kata Sera yang langsung memegang lengan Ashley dan diikuti oleh Sara.


 


Mereka sudah sampai di sebuah ruangan yang berukuran sama besar dengan ruang makan. "Gaun - gaun anda sudah saya rapikan kemarin." kata Sara. "Terima kasih, Sara. Seragam apa yang akan kukenakan hari ini ?" tanya Ashley yang sudah duduk manis di kursi rias.


 


"Sebentar...., aku melihat jadwal seragam dulu." kata Sera sambil mengambil sebuah kertas dari sakunya. "Putih dengan luaran biru dan rok biru kotak - kotak. Sepatu bebas tapi tidak boleh sepatu hak tinggi." baca Sera. "Baiklah, aku mencarikan apa yang kau sebutkan tadi dalam lemari." kata Sara. "Baiklah, biar aku yang menata rambut dan mempercantik wajah nyonya." kata Sera.


 


Sara dan Sera merupakan dua pelayan kepercayaan ibunya Ashley sejak ia masih kecil. Tanpa mereka mungkin tidak ada sosok Ashley yang terkenal modis dan cantik. "Sekarang kau boleh membuka matamu !" teriak Sera centil. "Bagaimana ?" tanya Sera.


 


Ashley menatap dirinya di depan cermin. Ashley kali ini pun tak kalah cantik daripada biasanya, dengan rambut digerai dan di curly  bagian bawahnya, jepitan kupu - kupu dan riasan sederhana membuat Ashley terlihat seperti remaja cewek yang tampil untuk pemotretan majalah - majalah remaja.


 


"Kurasa ini bagianku !" teriak Sara centil yang kemudian membawa seragam, kaus kaki panjang dan sepatu. Sara pun segera membantu Ashley untuk mengenakannya. "Jangan lupa jam tangan !" teriak Sara centil sambil memasangkan jam tangan di pergelangan tangan Ashley.


 


"Sempurna !" teriak mereka bersamaan sambil berpegangan tangan. "Terima kasih banyak Sara dan Sera." kata Ashley tersenyum tulus. "Baiklah, anda sekarang harus sarapan." kata Sara, Ashley pun segera mengangguk dan pergi ke lantai bawah.


 


Ketika Ashley menapaki anak tangga terakhir, seseorang berteriak "Pagi Ashley ! Kau terlihat cantik hari ini.". Ashley menatap seseorang yang lebih dulu duduk di meja makan, siapa lagi kalo bukan Kelvin. "Kau menganggu pagiku saja." kata Ashley memasang wajah kesal dan menarik kursi di seberang Kelvin.


 


"Apa kau tidak pernah disiapkan makanan oleh keluarga mu ?" tanya Ashley ketika seorang pelayan meletakkan sarapan pagi dihadapan Ashley. "Sarapan pagi ? Tentu aku disiapkan oleh mereka. Mereka tak ingin pewaris pertama keluarga Smith kelaparan." sahut Kelvin. "Ngomong - ngomong ini enak." kata Kelvin sambil memegang sebuah roti kepada seorang pelayan yang sedang asyik mengaduk adonan. "Terima kasih tuan." kata pelayan itu senang dan Kelvin mengangguk.


 


 


"Benarkah ? Aku lupa. Sebaiknya aku batalkan saja penawaran yang kuterima malam tadi, aku akan berangkat dengan supir pribadi ku." kata Ashley yang segera keluar dari rumah. Kelvin yang mendengar hal itu menghela nafas, "Tapi, kau sudah menerimanya." kata Kelvin yang langsung mendatangi Ashley dan menarik tangannya menuju mobilnya. "Hey, lepaskan !" teriak Ashley. Sara dan Sera yang melihat hal itu dari balkon mengatakan, "Mereka memang romantis !" dengan centil.


 


Sekarang Ashley sedang berada di dalam mobil dengan Kelvin. "Kau tidak masalah jika aku memutar lagu ?" tanya Kelvin. "Tidak masalah." sahut Ashley cuek. Kelvin pun dengan gembiranya memutar lagu - lagu 1D dan sesekali ia ikut bernyanyi dan mengoyang - goyangkan badannya. Ashley sebenarnya juga menyukai 1D dan ingin ikut bernyanyi tetapi melihat di sampingnya adalah Kelvin, itu bukanlah hal yang baik.


 


Beberapa menit kemudian, mereka berdua tiba di halaman khusus parkir Eleanor School. .


 


"Benarkah, murid baru kita adalah Kelvin Smith ?" 


"Pewaris terakhir keluarga Smith bukan ?" 


"Kudengar dia bersama tunangannya." 


"Wohoo..., Ashley Wilson ?!" 


"Keluarga Wilson ?!" 


 


Ketika Kelvin baru keluar dari mobil, ia langsung disambut oleh segerombolan cewek yang menyapanya dan ada juga yang membawakan hadiah untuk menyambut kedatangannya.


 


"Kelvin !" 


"Apa kau bisa menerima hadiah ku ?" 


"Ini untuk mu !" 


"Kelvin, ini hadiah untuk mu !" 


"Kau keren sekali" 


 


Kelvin pun mulai merasa tidak nyaman. Jack yang melihat itu segera membawa segerombolan temannya dan berteriak, "Hi Gurls ! Menyingkirlah ! Pangeran kalian pun butuh waktu !" teriak Jack yang langsung menyelamatkan Kelvin dari segerombolan penggemar dan lari entah ke mana.