
"Sekarang ! Hey, kau bocah yang duduk di bangku paling belakang !" teriak Eva centil. Semua orang pun mulai memandang Kelvin. Kelvin yang sadar bahwa semua orang melihatnya segera mengatakan, "Saya ?" dengan raut muka bingung. "Ya kau ! Siapa lagi ?" tanya Eva menghela nafas. Kelvin pun segera menutup komiknya dan segera maju ke depan.
"Perkenalkan nama saya Kelvin Smith, sebelumnya saya home schooling. Umur enambelas tahun dan kebetulan sebentar lagi umur saya tujuh belas...., jangan lupa datang di Smith Manor ! Saya yakin pesta ulang tahun ketujuh belas nanti akan berjalan dengan sangat meriah ! Dresscodenya....." kata - kata Kelvin berhenti ketika Eva mengatakan, "Pesta ulang tahun mu pasti akan menarik sayang, tapi ini hanya sesi perkenalan. Jangan terlalu berlebihan, ngomong - ngomong kau bisa menjelaskan hobi mu." kata Eva dengan raut muka bosan.
Kelvin pun kembali memperkenalkan diri meskipun, dengan raut muka kesal. "Hobi ku tidak terlalu menarik, aku suka olahraga tinju, panah, berkuda dan...., membenci seseorang." kata Kelvin tajam sambil memandang Eva. Eva pun nampaknya tidak peduli dengan perkataan Kelvin, "Baiklah, kau boleh duduk." kata Eva.
"Bukankah ini kelas XI-A ? Mengapa dia dipilih sebagai wali kelas, kelas ini ?" tanya Ashley kepada Anya. "Karena sebagian orang - orang di sini kaku dan membosankan, itu sebabnya ia dipilih menjadi wali kelas sebagai penghibur dan penyejuk. Itu kata - kata kepala sekolah. Aku harap kau tidak menganggap remeh Eva, Ashley." jelas Anya dengan nada misterius.
"Baiklah ! Pelajaran pertama adalah fisika. Kuharap semuanya tidak akan mengantuk, terutama kau Mr.Kelvin." kata Eva tajam. Kelvin yang merasa disindir mengatakan dalam hati bahwa guru ini tidak tahu siapa dia sebenarnya ! Pelajaran pertama pun dimulai, setiap siswa dan siswi nampak sangat fokus dengan pelajaran yang diterangkan oleh Eva.
Ashley akhirnya paham bahwa Eva adalah guru yang hebat, dan perkataan Anya memang benar adanya. Semua murid fokus memperhatikan, berbeda sekali dengan sekolah Ashley yang dulu meskipun, sekolah ini dan sekolahnya dulu berada dalam tingkat sosial yang sama.
"Baiklah, kau Kelvin ! Majulah ke depan dan jawab soal ini ! teriak Eva centil. Kelvin pun yang merasa tertantang segera maju ke depan dan mulai menjawab soal itu dengan mudah. Selama homeschooling, Kelvin diajarkan berbagai macam hal terutama fisika oleh seorang profesor fisika terkenal di Evander dan kebetulan dia sudah diajarkan mengenai materi ini di tahun - tahun sebelumnya.
Kelvin pun sudah selesai, ia merasa puas dengan jawabannya dan kembali duduk ke bangkunya. "Terima kasih Kelvin, jawabannya benar !" teriak Eva yang merasa agak kesal. Beberapa menit kemudian, Ashley merasa ingin ke kamar kecil.
"Kau tau di mana kamar kecil ?" tanya Ashley kepada Anya. "Dekat dengan UKS, keluar dari sini belok kanan dan belok kiri sampai di lorong barat lalu belok ke kiri ke kanan dekat UKS dan di sampingnya." jelas Anya panjang lebar. "Kau ingat ?" tanya Anya. "Kuharap begitu." kata Ashley yang bingung karena terlalu banyak belokkan.
Ashley pun segera bangkit dari bangkunya dan meminta izin kepada Eva untuk ke kamar kecil. "Baiklah sayang, waktu mu paling lama lima belas menit. Tidak ada waktu untuk memcurly rambutmu dan menggunakan make up di sana." kata Eva. Ashley pun mengangguk paham dan segera pergi.
"Baiklah, belok kiri dan kanan." kata Ashley di tengah perjalanan sambil berusaha mengingat perkataan Anya. Beberapa menit kemudian, "Akh...., Ini UKS berarti di sampingnya kan ?" tanya Ashley pelan. Ashley pun segera masuk ke dalam kamar kecil.
Ketika baru keluar dari kamar kecil, Ashley mengingat suatu hal. "Aku akan ke UKS saja, kau tidak perlu repot-repot memanggil dokter pribadi mu", perkataan dari Harry membuat Ashley memutuskan untuk melihat dari jendela UKS. Apa Harry berada di dalam sana ?
"Apa yang dia bicarakan ?" pikir Ashley kesal. Harry dan perempuan itu terlihat sangat akrab, perempuan itu mengobati luka Harry dan sepertinya sesekali Harry melontarkan candaan dan membuat mereka berdua tertawa terbahak - bahak.
"Hey kau !" teriak seorang cowok kepada Ashley. Ashley yang merasa dirinya ketahuan menguntit, segera memalingkan wajahnya. "Kelvin, apa yang kau lakukan ?" tanya Ashley polos sambil turun dari kursi panjang, berusaha untuk mengalihkan perhatian.
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu, Ashley." kata Kelvin sambil menunjukkan senyum sinisnya. "Ngomong - ngomong waktu yang diberikan Eva padaku hanya lima belas menit, sekarang sisa lima menit dan aku harus pergi." kata Ashley sambil melirik jam dan berlalu pergi.
"Yang benar saja, Ashley." kata Kelvin lirih sambil memandang Ashley yang pergi dengan tergesa - gesa. Kelvin yang penasaran dengan apa yang dilihat Ashley segera berdiri di kursi panjang dan mengintip keadaan di dalam. Kelvin melihat Harry sedang asyik bercanda dengan seorang perempuan. Kelvin mengangkat kedua alisnya ketika melihat pemandangan itu, sambil menunjukkan senyum sinisnya ia berpikir, "Ini akan menarik.".
Bel istirahat pun berbunyi, "Baiklah, anak - anak jam pelajaran selanjutnya adalah bahasa Spanyol ! Sekarang isi perut kalian dan gunakan waktu istirahat sebaik - baiknya !" teriak Eva centil. Seluruh kelas pun berhamburan menuju keluar kelas tapi, kebanyakan dari mereka membawa buku pelajaran.
"Mengapa mereka membawa buku pelajaran ?" tanya Ashley kepada Anya. "Persiapan untuk ulangan akhir yang dilaksanakan dua bulan nanti." bisik Anya. Ashley pun mengangguk, tak disangka ia harus masuk ke dalam kelas yang dipenuhi dengan orang - orang pekerja keras.
"Kau juga tidak membawa buku pelajaran ?" tanya Ashley. "Waktu istirahat digunakan untuk mengisi perut, bukan untuk hal - hal seperti itu." sahut Anya cuek bebek. " Mau ke kantin bareng ?" tawar Anya dan Ashley pun mengangguk pelan.
Ashley dan Anya pun tiba di kantin sekolah. Kantin sekolah yang mereka maksud, bukan sebuah kantin biasa. Kantin ini mirip seperti sebuah restoran dan para siswa - siswinya akan mengambil makanan dan minuman secara prasmanan.
Ketika Ashley mengambil makanan, ia baru ingat bahwa ia memiliki janji dengan Harry. "Kurasa aku harus kembali ke kelas." pikir Ashley tetapi, matanya teralihkan ketika melihat Harry yang sedang duduk dengan asyiknya dengan seorang cowok dan Ashley yakin bahwa cowok itu adalah Jack.
"Harry !" teriak Ashley. Sontak seluruh murid memandangnya dengan raut muka keheranan dan Kelvin yang mendengar itu hanya menaikkan kedua alisnya. Ashley yang merasa semua orang memperhatikannya segera mengatakan, "Ya temanku ! Sudah lama tidak bertemu !".
Seluruh murid yang mendengar itu hanya ber ohh ria dan kembali kepada kesibukannya masing - masing. "Ada apa dengan tunangan mu itu, bro ?" tanya Theo yang duduk di seberang Kelvin. "Bertemu dengan teman lamanya mungkin ?" tanya Kelvin cuek dan kembali memakan makanannya.