Do You Want to be My Boyfriend or (Boy)friend ?

Do You Want to be My Boyfriend or (Boy)friend ?
Eleanor School {2}



Ashley yang sedari tadi memperhatikan di dalam mobil, akhirnya bisa keluar ketika gerombolan fans baru Kelvin pergi. Ashley berpikir ketika gerombolan fans itu pergi ia bisa keluar dengan selamat tetapi, nyatanya ia salah besar. Ketika Ashley menutup pintu mobil Kelvin, ia bisa melihat segerombolan pria mendatanginya serta membawa buket bunga dan cokelat.


 


"Ashley !" 


"Ashley, cokelat dan buket bunga ini untuk mu !'


"Ini surat untuk mu !"


"Kau manis sekali, Ashley !" 


"Ashley !" 


 


"Oh ya tuhan...., aku harus bagaimana ?!" pikir Ashley. Ashley pun berpikir sebentar dan pikirannya ia harus lari secepat mungkin dan menerobos gerombolan cowok sekolah ini. Sebelum Ashley mempercepat langkah kakinya, seorang cowok menariknya dari belakang.


 


"Orang gila mana yang berhasil mengetahui rencanaku ?!' pikir Ashley panik. Ashley segera berbalik ke belakang dan mengigit telapak tangan cowok itu tetapi, nihil. Cowok itu malah membekap mulut Ashley dan memariknya menjauhi kerumunan.


 


Ketika sampai di sebuah lorong agak sepi, Ashley segera menendang kaki cowok itu dari belakang dan membuat cowok itu mengaduh kesakitan. Cowok itu pun juga melepaskan Ashley. "Terima kasih, sepertinya kau harus menunggu seribu tahun untuk mengalahkan ku." kata Ashley segera pergi. "Hey ! Tunggu !" teriak cowok itu. Ashley pun segera berbalik dan melihat Harry yang sedang duduk sambil memegang lutut dan telapak tangannya.


 


"Oh ya tuhan !" teriak Ashley. "Seharusnya kau mengatakan bahwa itu kau, Harry !" teriak Ashley yang bergegas mendatangi Harry. "Seharusnya kau berterima kasih padaku, nyonya Wilson." sahut Harry. Ashley segera melihat beberapa bagian tubuh dan mengatakan, "Aku akan memanggil dokter pribadiku." sambil mengambil telepon genggam dari dalam tasnya.


 


"Tunggu ! Tidak perlu, Ashley ! Aku akan ke UKS dan apa kau bisa mencari kontak Cole di telepon genggam ku ? Dia temanku di sini, tolong kirim pesan bahwa di harus ke lorong barat." jelas Harry. "Kau serius tidak kupanggilkan dokter pribadi ku ? Biasanya UKS jarang memberi pelayanan optimal." kata Ashley khawatir. "Tenang saja, Ashley, penjaga - penjaga UKS di sini jauh lebih baik daripada kau kira." kata Harry.


 


Ashley yang melihat keyakinan Harry, hanya bisa menghela nafas. Ketika ia mencari kontak Cole, matanya teralihkan dengan salah satu kontak cewek yang terlihat manis dan lembut. Cewek itu mengenakan pakaian khas petugas UKS seperti di sekolahnya dulu. "Ini bukan hal yang bagus." pikir Ashley sambil menatap tajam foto profil cewek itu.


 


"Kau sudah mendapatkan kontaknya ?" tanya Harry. "Ya...., ya sudah. Sekarang aku mulai mengirim pesan kepadanya." sahut Ashley gugup. Ia takut bahwa Harry akan mengetahui apa yang dipikirkannya. "Selesai." kata Ashley. "Terima kasih Ashley, ngomong - ngomong selamat datang di Eleanor School. !" teriak Harry bersemangat.


 


 


Sekarang Ashley sedang berada di depan pintu kelas XI-A, Ashley masuk ke dalam kelas dan melihat Kelvin yang sudah duduk manis dibangkunya sambil membaca komik. Ketika Ashley masuk, reaksi mereka biasa saja malahan banyak dari mereka hanya membahas soal - soal pelajaran. "Ini bakalan kaku dan membosankan." pikir Ashley sambil menghela nafas.


 


Ashley pun segera duduk di bangku paling belakang, ia meletakkan tasnya di belakang punggungnya dan segera memainkan telepon genggamnya. "Hi ! Kau Ashley Wilson, bukan ?" tanya seseorang di sampingnya. Ashley melirik seseorang yang duduk di sampingnya. Cewek itu terlihat normal mungkin, sangat normal.


 


"Iya, siapa nama mu ?" tanya Ashley balik sambil membalas uluran tangan cewek itu. "Aku Anya." sahut cewek itu yang namanya ternyata adalah Anya. "Akh...., salam kenal." sahut Ashley singkat dan kembali fokus dengan telepon genggamnya.


 


"Membosankan bukan ?" tanya Anya tiba - tiba. "Apa maksud mu ?" tanya Ashley. Matanya pun tak sedikit pun beralih dari telepon genggamnya. "Di sini murid - muridnya kaku dan membosankan semua. Apa kau merasa betah ?" tanya Anya. Ashley mematikan telepon genggamnya dan mengatakan, "Nanti kulihat dan kau, mengapa masuk ke kelas ini ?" tanya Ashley. "Aku sebelumnya bersekolah di sekolah umum biasa tetapi, karena sering ikut olimpiade dan memperoleh banyak medali, aku mendapatkan beasiswa di sini." jelas Anya dan Ashley pun mengangguk pelan.


 


Beberapa menit kemudian, seorang pria berumur duapuluh tahun an atau lebih memasuki kelas. Baiklah, ia terlihat tidak seperti guru secara bersamaan. Pria itu atau wanita (?) terlihat manis dengan rambut pirang panjang dan diikat ke belakang, langkahnya lemah gemulai dan kostumnya mirip dengan penari latar yang siap beraksi kapan saja.


 


"Siapa dia ?" bisik Ashley kepada Anya. "Apa dia mau mempromosikan klub dansa sekolah ?" tanya Ashley lagi dengan nada yang pelan. "Klub tari ? Jangan konyol deh, Ashley ! Ia wali kelas kita !" teriak Anya. "Kau serius ?" tanya Ashley balik, ekspresinya pun menampilkan kekagetan.


 


"Hey kalian semua ! Met pagi !" teriak guru itu."Pagi !" teriak seisi kelas yang awalnya hening berubah menjadi ceria. "Siapa namanya ?" tanya Ashley. "Evalilyana Elizabet Scott." sahut Anya. "Dia perempuan ?" tanya Ashley kaget. "Sebenarnya...., Ia laki - laki tapi, kau tidak boleh mempertanyakan gender kepada dia. Dia akan menangis dan melemparkan kursi atau meja ke jendela." jelas Anya. "Sebaiknya kita memanggilnya pak atau bu ?" tanya Ashley lagi. "Langsung panggil namanya, ia bilang bahwa seorang guru pun bisa menjadi seorang teman." kata Anya.


 


"Hey kau ! yang duduk di samping Anya, bisa perkenalkan dirimu ? Selesai kau, cowok yang duduk paling ujung membaca komik juga dipersilahkan memperkenalkan diri !" teriak Eva dengan nada yang centil dan manis. Teman - teman satu kelas pun mulai menatap Ashley. Ashley pun menghela nafas perlahan dan memutuskan untuk berdiri dihadapan para teman - temannya.


 


"Hi ! Namaku Ashley Wilson biasa dipanggil Ashley. Umur enambelas tahun dan...., pindahan dari Evander Internasional School." kata Ashley singkat. "Kau memiliki hobi ?" tanya Eva sambil menaikkan kedua alisnya. "Ngomong - ngomong kau bisa memanggil saya Eva, wali kelas mu di sini." kata Eva ramah. "Baiklah Eva, hobi saya adalah menulis, membaca, memanah dan menunggang kuda." kata Ashley. "Baiklah, terima kasih Ashley ! Sekarang mana tepuk tangannya !" teriak Eva kemudian, seluruh penghuni kelas XI-A bertepuk tangan.