Do You Want to be My Boyfriend or (Boy)friend ?

Do You Want to be My Boyfriend or (Boy)friend ?
Harry Ghost {3}



"Jadi bagaimana ?" tanya Ashley sambil menguyah kentang goreng pesanannya. "Bagaimana apa maksud mu ?" tanya Kelvin yang sedang asyik menjilati es krim cokelat kesukaannya. Ashley menghela nafas perlahan dan mengatakan, "Mengenai jurit malan nanti.".


 


"Ohh, tunggu sebentar." sahut Kelvin. "Aku baru dapat ini dari kepala pelayan ku, katanya ini mampu membuat tim kita menang." tambah Kelvin sambil meletakkan sebuah kertas dan membukanya dihadapan Ashley dan Anya. "Apa ini ?" tanya Anya sambil memakan puding vanila kesukaannya.


 


"Ini adalah rute jurit malam kita. Aku beruntung mendapatkan ini." kata Kelvin bangga. Anya yang mendengar itu hanya memutar kedua bola matanya dan mengatakan, "Kurasa semua orang pun sudah tahu mengenai rutenya, Kelvin.".


 


"Mengapa ?" tanya Kelvin heran sambil mengerutkan kedua alisnya. "Rutenya selalu sama tiap tahun." sahut Anya. "Tapi, mungkin saja berbeda bukan ?" tanya Kelvin. Anya pun segera mengambil kertas itu dan matanya pun membulat sempurna.


 


"Kenapa ? Berbeda ?" tanya Ashley. "Kurasa sedikit...., jalur di sebelah kanan agak lebih panjang mungkin, supaya acara ini lebih seru." kata Anya sambil menunjuk sebuah jalur. "Akhh...., jadi apa rencana kita ?" tanya Ashley. "Tentu yang pasti kita harus mendapatkan pita sebanyak - banyaknya, kedua kita tentu harus menjadi buas." jelas Kelvin. "Buas ? Apa maksud mu ?" tanya Anya. "Kau tidak akan mengalahkan apabila bertemu dengan tim lain ?" tanya Kelvin sambil menunjukkan senyum miringnya.


 


"Kurasa dia memang cocok untuk lomba ini." kata Ashley sambil menatap Kelvin. "Kurasa yang tak kalah penting adalah, menghadapi para anggota khusus." kata Anya. Mendengar kata anggota khusus, membuat Ashley bertanya, "Memang seberapa mengerikan mereka ?".


 


"Mengerikan. MUA yang dipih setiap tahun memang luar biasa dan beberapa dari mereka memang sudah horor sebelumnya." kata Anya sambil memutar kedua bola matanya. "Apa Harry juga mengerikan seperti itu ?" tanya Ashley sambil mengerutkan kedua alisnya. "Ya, dia memang paling angker daripada yang lain. Aktingnya begitu menyakinkan, sampai - sampai ada dua pengalaman yang memalukan berkat Harry." kata Anya.


 


 


"Yah...., syukurlah kau pemberani. Kau mungkin bisa ditaruh di garis depan atau belakang." kata Anya. "Aku tahu bahwa benci akan mengalahkan ketakutan." kata Kelvin dengan mata berkilat - kilat. "Apa maksudnya ?" tanya Anya. Ashley yang mendengar itu hanya menghela nafas.


 


Sekarang mereka bertiga sudah tiba di depan rumah Anya, "Terima kasih sudah mengantarku teman - teman ! Sampai jumpa latihan teater horor sore nanti." kata Anya lalu, segera pergi keluar mobil. Selesai mengantar Anya pulang, di dalam mobil hanya tersisa Kelvin dan Ashley.


 


"Mengenai perkataan mu tadi, kuharap kau tidak bermaksud mencelakakannya." kata Ashley sambil memandang pemandangan dari luar mobil. "Kau takut ? Aku tidak bermaksud buruk kecuali, dia duluan. Kurasa yang harus hati - hati itu adalah dirimu, Ashley." kata Kelvin yang masih fokus menyetir mobil.


 


"Memang kau kira aku seperti cewek yang takut pada hantu ?" tanya Ashley. "Jangan sok berani Ashley, mungkin sekelebat kenangan malam tidak mampu membendung air mata atau jatuh tersandung batu. Itu sudah menjadi tugasku, untuk mencegah mu melakukan tindakan bodoh akibat Harry." jelas Kelvin. Ashley yang mendengar itu hanya menghela nafas dan mengatakan, "Terserah mu lah.".


 


Sekarang mereka berdua sudah tiba di depan rumah, "Tidur yang nyenyak Ashley, wali kelas kita mungkin akan terlalu bersemangat melatih kita." kata Kelvin. "Ya aku juga berpikir begitu. Pulanglah, kau juga harus tidur." kata Ashley yang kemudian berbalik dan menutup pintu rumah.