
-*Mungkin jika aku berada di dekatmu. Aku akan menebak sebanyak-banyaknya tentang perasaanmu padaku-
-Wildan Nagaswara*-
•••
Sami menendang kursi Arasya dari belakang. Gadis itu berkali-kali menendang kursi Arasya tak ada jawaban.
"Lo bisa diem nggak sih! " Sewot Zizi yang berada di samping bangku Arasya.
Sami melotot pada Zizi, "Berisik! " Sahutnya.
"Lo yang berisik, ogeb! "
"Lo berdua pada bacot aja! " Celetuk Rika yang tengah menonton video KPOP merasa terganggu.
"Dari pada lo! Nggak ada kerjaan! " Ucap mereka berdua serempak membuat Arasya terbangun dari tidur.
"Berisik tahu! Nggangguin orang tidur aja! " Kesal Arasya sambil mengucek matanya.
"Lo-
"KALIAN BEREMPAT KELUAR DARI KELAS! " teriak Bu Patmi marah membuat keempatnya langsung berlari keluar kelas.
"Lo sih! " Tuduh Zizi kepada Sami saat berada di kantin sekolah yang masih sepi.
"Lo juga! Ngapain sewot! " Sami tak terima jika dituduh oleh Zizi. "Dan ini juga salahnya Ara! "Lanjutnya sambil menunjuk Arasya yang mau melanjutkan tidurnya tapi terhenti.
" Kok salah gue?! "Bingungnya.
" Gue tadi nendang-nendang kursi lo! Tapi, lo malah nggak bangun-bangun. Dasar kebo! "Cibir Sami sambil melirik kesal.
Arasya hanya tersenyum bodoh lalu kembali melanjutkan tidurnya tapi terhenti lagi karena teriakan heboh dari Rika.
" WHAT THE HEL! "teriak Rika sambil berdiri dari kursinya.
Tak hanya Arasya yang kaget, Zizi dan Sami pun ikut kaget.
" Ngapain sih lo teriak-teriak! "Kesal Arasya yang hampir melayangkan gelas kaca ke Rika.
" Berisik tau! Ngagetin juga lagi. Kalau gue jantungan gimana! "Semprot Sami kesal rasanya ia ingin menabok mulut Rika dengan sandal.
" Gue siram pakai air kobokan lo! "Ancam Zizi yang berada di samping Rika.
" Maapin gue dah. Soalnya gue ada berita menarik terutama untuk lo, Ara, "ucapnya serius.
" Apaan? "Tanya Arasya ogah-ogahan.
" Cepet. Nggak usah basa-basi! "Timpal Zizi dan Sami bersamaan.
" Lihat aja nih! "Rika menyodorkan ponselnya ke ketiga temannya.
Mood Arasya tiba-tiba down. Gadis itu mengalihkan pandangannya tak suka melihat kebersamaan keduanya di foto tersebut.
Sedangkan Sami dan Zizi menjitak kepala Rika dengan kesal. Sang empu meringis kesakitan. Bingung kenapa Sami dan Zizi menjitaknya dengan kasar.
" Apaan sih?! "Bingung Rika sambil mengusap-ngusap kepala.
" Bego! "Maki Zizi lalu menatap Arasya yang menutupi wajahnya dengan tanganya.
" Lo sih! Pakai nunjukin fotonya Wildan sama cewek lain. Noh liat Ara cemburu kan? "Bisik Sami pelan.
" Ra,lo udah suka sama Wildan? "Tanya Rika tanpa sadar.
Arasya mendongak dengan cepat dan menatap Rika tajam. " Bacot lo di jaga dong. Gue nggak cemburu! Gue ngantuk. Jangan nganggu gue tidur! "
Lo nggak cemburu.
•••
Bel pulang berbunyi sebanyak 4 kali.
Bagi seluruh siswa siswi. Silahkan pergi ke Aula. Akan ada pengumuman penting!
Wildan mengeluh. Lelaki itu ingin bertemu dengan Arasya. Karena ia waktu istirahat tadi tak sempat menemui Arasya karena ada keperluan.
"Ayo! Lo ngapain masih disini? " Ajak Abigail sambil menenteng tasnya.
"Iya, " Jawabnya sambil menggendong tasnya dan melangkah menuju aula bersama Abigail.
"Gue kangen banget sama Ara, BI, " Ucap Wildan terkesan curhat.
Abigail menoleh sekilas. "Emang lo tadi kemana? " Tanyanya penasaran.
"Bukan urusan lo, " Kata Wildan sambil melangkah lebih cepat saat melihat Arasya tengah di tarik oleh seorang lelaki itu.
"Tungguin gue! " Teriak Abigail kesal.
Sedangkan Wildan mulai berlari dan berhenti di belakang gedung anak IPA. Lelaki itu mengintip apa yang dilakukan lelaki itu pada Arasya. Ia bukannya takut untuk menhampirinya. Ia hanya tak ingin berkelahi dengan lelaki itu.
"Lepasin gue! " Sentai Arasya sambil menghempaskan tangan lelaki itu.
"Gue nggak peduli! " Sentaknya lagi sambil menghempaskan tangan itu dari pundaknya.
"Apa karena lo pacaran sama laki-laki brengsek itu? " Nada lelaki itu mulai meninggi.
Wildan mengepalkan tangannya menahan amarah di dalam dirinya. Lelaki itu akan menghapalkan wajah lelaki brengsek itu. Tak akan ia lupa jika ia belum meninju lelaki itu.
Plakkk
Arasya menampar wajah lelaki itu. "Jangan sebut dia brengsek!Lo yang brengsek! Dan jangan temui gue lagi!" Gadis itu ingin melangkah pergi namun tangannya di cegah lelaki itu.
Lelaki itu memegang dagu Arasya dan mendekatkan wajahnya dengan wajah cantik Arasya.
Kali ini Wildan tidak akan tinggal diam. Lelaki itu langsung menendang lelaki itu dari samping, membuatnya tersungkur. Ia langsung menyembunyikan Arasya di belakangnya.
"Jangan sentuh pacar gue! Atau lo akan tahu akibatnya! " Ancam Wildan lalu melangkah pergi tak lupa menggenggam tangan Arasya.
"Pengecut b*ngs*t! " Maki lelaki itu sambil berdiri perlahan-lahan. "Gue nggak akan ngelepasin Ara begitu mudahnya, " Katanya sambil menyeringai.
•••
Zizi mencari-cari keadaan Arasya yang tiba-tiba hilang. Gadis itu melangkah sambil melihat sekeliling. Namun, tak ada hasilnya. Saking fokusnya mencari Arasya, ia hampir saja tertabrak dada bidang seseorang jika lelaki itu tak memegang kepala. Ia mendongak.
"Abi? " Kejutnya sambil menurunkan tangan Abigail dari kepalanya.
Abi kalau dari deket cogan ya.
"Lo lihat Ara, nggak? " Tanya Zizi langsung.
"Gue nggak tahu. Gue aja lagi nyari Wildan. Tiba-tiba ngilang gitu aja, " Ungkapnya. "Lo lihat nggak dimana Wildan? " Tanyanya balik.
"Nggak, " Jawabnya cepat.
"Oke. Gue pergi dulu, " Pamitnya sambil melangkah namun tertahan oleh tangan Zizi.
"Apa? " Tanyanya sambil mengerutkan dahinya.
"Lo juga mau ke aula kan. Bareng aja," Ujar Zizi sambil melepaskan tanganya dari tangan Abigail.
"Iya. Boleh, " Abigail berjalan beriringan dengan Zizi.
Gue pdkt aja sama ni cowok!
•••
"Makasih udah nolongin gue, " Ucap Arasya merasa tak enak.
Wildan mengusap rambut panjang Arasya dengan lembut. "Iya. Itu emang udah tugas gue sebagai pacar lo. "
Arasya tersenyum kecil mencoba menormalkan detak jantungnya. "Iya."
"Tapi lo nggak apa-apa kan? " Tanya Wildan nampak jelas khawatir.
"Gue nggak apa-apa kok."
"Mau gue kenalin sama Ran? " Tanyanya sengaja.
Arasya langsung cemberut. Gadis itu memalingkan wajahnya. "Nggak minat! "
"Beneran nggak minat? " Godanya. "Lo pasti seneng deh punya temen kek Ran. Dia itu cantik, pinter sama baik hati hlo. "
"Berisik! " Ketus Arasya.
Wildan tersenyum puas. "Lo cemburu ya? " Tanyanya menggoda.
"Nggak! " Kilahnya sambil beranjak dari kursi.
"Masak? "
"Masak ayam goreng. "
"Beneran nggak cemburu? " Godanya dengan senyum.
"Gue nggak cemburu! Gue nggak suka lo! "
"Lo cemburu dan lo suka gue. "
Arasya menghentikan langkahnya lalu berbalik, menatap Wildan tajam.
"Bo-do-a-mat! " Ujarnya penuh penekanan.
"Oke. Gue peduli! "
"Whatever! "
Cup
•••