Classical Love

Classical Love
Buram



akhirnya ada seseorang yang melakukan sesuatu untuk kami. seseorang datang, aku benar-benar sangat bersyukur untuk hal yang satu ini.


mana orang yang datang itu adalah Neron juga lagi. aku sungguh benar-benar sangat bersyukur.


rasakan kalian wahai orang-orang yang tak tahu aturan. rasakan akibat dari apa yang kalian lakukan.


"Dasar orang-orang kurang kerjaan," Komentar kak Clari.


Kejadian tadi tidak berakhir kericuhan maupun keributan.


Neron sangat bijaksana dalam menghadapinya. Ku rasa Neron sudah terbiasa menghadapi kejadian seperti tadi.


orang yang punya banyak fans memang harus memutar otak kalau fans tersebut melakukan sesuatu yang merepotkan. Jangan sampai malah jadi gila dengan apa yang terjadi saat ini.


kalau aku sih pasti sudah gila, Sungguh.


Apa dia juga sering mendapatkan 'hadiah' seperti di novel-novel itu?


iya sih kalau hadiahnya baik-baik ya. kalau hadiah yang bikin repot bagaimana?


oke, untuk hal yang satu ini aku memang terlalu banyak bicara.


Satu hal yang masih ku sesalkan. Meskipun penyelesaian berjalan lancar tetap saja sebagian dari mereka--fans Neron masih saja menatap tak suka pada kami.


aku bisa melihat dan merasakan hal itu lho. kalian benar-benar sangat menyebalkan melebihi apapun. aku harus melakukan sesuatu untuk ini, ya itulah yang harus ku lakukan.


tapi nanti sih. kalau mereka berbuat macam-macam baru aku akan mengambil tindakan.


Kami. Aku dan Dzrilla tadi aku sempat ikut dalam misi penyelesaian masalahnya. mungkin karena itu para fans gila itu jadi menatap tak suka.


terutama anak yang ku ketahui bersama Kellisya. orang yang pernah menyerang kami.


dia benar-benar sangat menyusahkan.


°°°°°°°°


pagi yang indah dalam keluarga ku. ya ku rasa begitulah. apa yang harus ku lakukan adalah bangun tidur setelah itu melakukan aktivitas sehari-hari.


biasanya aku memang akan begitu kok, ya setelah itu tidak ada lagi kecuali belajar.


"Aaaa!"


Bugh!


"Maes kenapa kamu ada dikamar ku!?"


Aku sungguh kaget.


Pagi buta seperti ini bukannya kesegaran sehabis tidur panjang alias istirahat yang ku dapatkan melainkan malah wajah bantal manusia es.


Bagaimana bisa dia tidur disini, dikamar ku, bahkan diranjangku!? Kami tidur seranjang!


menyebalkan.


aku pasti sudah gila saat ini juga.


"Ah..., bokongku sakit."


"Ya!"


Bantal, guling, boneka melayang bagaikan kertas menuju manusia es. Ini masih kurang jika bisa aku sangat ingin melempar ranjang. biar dia tak terlihat lagi pada muka bumi ini.


aku marah!


"Hey hentikan."


Perkataannya sontak membuat ku melihat seluruh tubuh. Akibat sudah terlanjur mengamuk aku sampai lupa memastikan keadaan.


Aku menarik napas lega saat melihat seluruh tubuh ku masih utuh--sehat tidak kurang satu apapun termasuk pakaian.


Bukannya aku terlalu parno, namun setelah mendapati diri kita tidur dekat orang berlawanan jenis hal pertama yang harus dipastikan adalah sebagaimana yang ku lakukan.


sebaik-baik seseorang tak menutup kemungkinan orang tersebut melakukan sesuatu. baik secara disengaja ataupun tidak.


yang jelas dampaknya pasti padaku, kan?


untuk itu aku harus berhati-hati. entah apapun itu aku harus cepat.


tidak peduli dengan apapun yang terjadi!


Aku sontak langsung menatap sengit manusia es.


"Kenapa. Kamu. Bisa. Ada. Di Ka-Mar-Ku?"


Bisa ku lihat wajah manusia es berubah linglung. aku bicara dengan menekankan kalimat pada masing-masing diksinya.


entahlah, apapun itu aku benar-benar sangat marah terhadap apa yang terjadi ini.


sungguh itulah yang ku rasakan saat ini.


Semoga saja dia tidak mengatakan bahwa punya 'penyakit' tidur sambil berjalan kalaupun ia jatuh tertidur. Sebab hal yang ku ingat adalah kami sedang sibuk melakukan tugas masing-masing.


Awal pertama kronologi kejadiannya adalah ketika manusia es ingin meminjam laptop ku untuk mengerjakan tugas kantor. Pada saat itu aku sedang mengerjakan tugas kuliah dan kehadirannya tentu saja mengganggu kegiatan ku.


Bagaimana aku bisa meminjamkannya laptop sementara aku saja sedang menggunakan benda itu?


Hanya saja aku tidak tega melihat manusia es. Dilihat dari ekspresi wajahnya tugas kantor tersebut sangat penting dan juga mendesak.


Apakah aku salah memintanya mengerjakan tugas kantor di kamar karena aku juga masih membutuhkan laptopnya?


Selama menunggu orang itu selesai ku putuskan untuk membaca buku. Meski dengan perasaan tak tenang sekalipun tetap ku usahakan untuk bertahan.


Lantas apa yang terjadi sekarang, kami tidur ditempat yang sama!?


Ingat manusia es itu mesum.


Tidak menutup kemungkinan dia menggambil kesempatan dalam keluasaan kan.


"Maafkan aku."


Tuh kan.


Berarti dia sengaja melakukannya.


Tanpa harus pikir-pikir lagi segera ku hampiri manusia es licik itu serta hendak memukul wajahnya. Namun yang terjadi adalah.... Kakiku tersangkut selimut dan berakhir menimpa tubuhnya.


Berakhirlah kami seperti adegan pada film-film, novel-novel, drama-drama dan semacamnya.


Aku jujur ya, aku pernah kok membaca ataupun menonton apa yang ku sebutkan tadi. Hehehe.


Hal yang masih sangat ku syukuri kami tidak mengalami kontak fisik berlebihan--berciuman.


Tidak. Aku harus tetap memukul orang ini. Agar dia tahu akibat bermain-main dengan orang seperti ku. habislah anda, tuan mesum Deri Cloria, si manusia es yang kurang ajar!


******


"Pelan-pelan Dela."


Hatiku sungguh dongkol.


Jangan pernah berpikir aku akan mengobati manusia es jika dia tidak menjelaskan seluruh detail kejadian muram tadi. dia benar-benar membuatku ingin menerkam orang itu saat ini juga.


akan ku bunuh walau bagaimanapun dan apapun yang terjadi. lihat saja!


hanya saja pada akhirnya aku malah mengobati manusia es juga sih.


Haruskah aku menceritakannya?


Jika hal itu terjadi sama saja dengan mempermalukan diri sendiri.


tapi baiklah, begini.


Aku terbiasa tidur memeluk guling.


Mungkinkah buku-buku yang ku baca semalam mengakibatkan otakku korslet hingga tak bisa membedakan yang mana guling dan yang mana manusia?


Mungkin juga saking lelahnya menghabiskan waktu liburan bersama Hiery mengunjungi Museum Sejarah dan taman bermain sampai membuat ku jatuh tertidur dengan posisi memalukan?


Aku tidur di meja ya, bukan dipangkuan Maes apalagi bersikap agresif dengan langsung memeluknya. tidak, itu sama sekali bukan style hidup ku.


Maes mengatakan dia memindahkan ku ke tempat tidur saat melihat ku tidur di meja.


Tapi..., sekuat apapun pegangan ku harusnya manusia es bisa melepaskan diri. Bukannya malah keenakan sampai jatuh tertidur juga!


saat itu kan aku dalam keadaan tidak sadar. ini pasti manusia es sedang ambil kesempatan dalam kesempitan.


"Sudahlah. Kalau tidak ikhlas lebih baik hentikan. Aku akan pergi ke kantor."


Ya ampun. Dia ternyata bisa marah juga.


"Jangan. Lukamu belum selesai ku obati."


"Tidak perlu. Aku sudah hampir terlambat," kata manusia es yang sama sekali tak melihat padaku.


nada bicara orang itu terlihat sangat tidak bersahabat. dingin, sedingin batu es di kutub Utara.


Aku menarik tangan manusia es, ini tidak bisa dibiarkan.


tahu apa yang ku pikirkan saat ini?


rasanya sangat ingin melayangkan satu pukulan lagi melihat sifat kekanak-kanakan manusia es satu ini.


aku benar-benar sangat kesal!


"Aku juga menghargai waktu tuan Cloriea. Akan tetapi setidaknya makanlah terlebih dahulu dan biarkan aku menyelesaikan tugas ku."


Dia perlahan melepaskan tanganku. Apa orang tersebut benar-benar marah, marah besar?


ya! kalau memang benar akan ku pukul kepalanya!


biar tidak bersikap seperti anak kecil.


*****