City Destruction (The Zombies)

City Destruction (The Zombies)
Adanya Rasa Persahabatan



"Awas aja, gue bakal balas Lo berdua! Gue janji, gue akan habisin Lo berdua dengan tangan gue sendiri!" Dion mengoceh dalam batinnya, hatinya mungkin dipenuhi dengan dendam pada Richo, ditambah tadi dia yang mendapat makian dari Jack. Mungkin tidak ada lagi rasa pertemanan di dalam jiwanya, semua yang pernah dia lalui bersama Edwin dan Richo hilang seketika. Anggaplah dia sebagai lelaki yang egois. Dion tidak merasa tersinggung ataupun sedih sedikit pun karena ditinggal oleh Jack dan Richo. Bahkan dia berniat untuk membalaskan dendam nya pada kedua lelaki itu.


Dion berjalan sendiri, mengikuti arah jalan Jack dan Richo, pentungan yang dia dapat tadi sudah diambil oleh Jack, dan sekarang dia berjalan menggunakan tangan kosong. Entah perbuatan bodoh apalagi yang ingin dilakukan Dion, yang pasti didalam hatinya sudah bertekad untuk membalaskan dendam nya. Dengan penuh rasa kebencian dan kekesalan, Dion berjalan tanpa mempedulikan keadaan yang terjadi sekarang. Dia tidak menghiraukan tempat yang dia jalani sekarang, tujuannya sekarang sudah pasti untuk melenyapkan Richo, dendam yang sudah dia pendam selama ini.


"Gue sebenarnya nggak ada niat buat jadiin Lo target gue juga Jack. Tapi karena Lo belain Richo, gue dengan senang hati habisin Lo juga." Umpat Dion dengan senyum menyeringai nya.


'PRANK..'


Dion seketika berhenti mendengar suara itu, dia sedikit melirik kebelakang.


"Suara apaan, tuh?" Dengan ragu dan hati-hati, dia membalikkan badannya pelan, Zombie yang sudah berdiri di sana menatap Dion dengan tatapan menyeramkan nya. Dion kaget, seketika diantara mereka terjadi eye contacts.


"Eerggh..!" Zombie itu melangkah kan kakinya mendekati Dion, Dion mundur melihat Zombie yang berjalan mendekati nya. Melihat ada pergerakan dari Dion, tiba-tiba saja Zombie itu berlari menuju Dion.


"Astaga!" Dion berniat untuk berlari, dia baru membalikkan badannya, tanpa sengaja kakinya kesandung yang membuat dia terjatuh. Zombie yang sudah sampai di tempat Dion menindih dan ingin menggigit lelaki itu. Dion menahan tubuh Zombie yang sangat agresif, berniat untuk segera memakannya.


"Aargghh.. Zombie, sialan!" Dion tetap menahan Zombie itu, dia memegang kedua bahu Zombie yang tetap memberontak darinya.


"Woargh... Woargh..." Teriak Zombie yang membuka mulutnya. Melihat kepala Zombie yang terus maju ingin menggigit nya, Dion tanpa ragu memegang dan menutup mulut Zombie itu. Zombie itu tidak menyia-nyiakan kesempatan nya, dia langsung membuka mulutnya kembali dan mengigit tangan Dion.


"Aakkkhh....!" Teriak Dion kesakitan. Dion menatap Zombie yang mengigit tangannya, dia memegang rambut belakang Zombie itu dan menjambak-nya.


"Aakhh..!" Dion menghempaskan Zombie itu ke sampingnya, Zombie itu terjatuh, gigitan terlepas. Dion langsung berdiri, dia melihat Zombie yang ingin berdiri kembali.


'DUG'


Dion menendang kepala Zombie yang membuat Zombie itu kembali terjatuh. Dia langsung berlari dari tempat itu. Sepanjang perjalanan, Dion terus memegangi tangannya yang sudah berbekas gigitan dan berdarah akibat Zombie tadi.


"Hah... Hah..." Dion melirik sekilas kebelakang, Zombie itu sudah tidak terlihat dari tempatnya sekarang.


***


Jack dan Richo kembali berjalan, setelah mendengarkan penjelasan Richo tadi, mereka memutuskan untuk tidak berdiam diri di sana. Jack berjalan tanpa ragu, sementara Richo berjalan dengan sedikit ada kejanggalan di dalam hatinya. Lelaki itu memberhentikan langkahnya, dia melihat Jack yang terus berjalan.


"Jack!" Panggil Richo memberhentikan Jack. Jack kemudian berbalik dan menatap Richo.


"Kita harus nyusul Dion."


"Hah?!" Jack kaget mendengar perkataan Richo barusan.


"Lo gila!" Ucap Jack tak percaya.


"K-kita, kita nggak mungkin ninggalin Dion sendiri. Bagaimana pun, dia tetap teman kita."


"Hahaha." Jack tertawa kecil melihat Richo. Dia berjalan dan mendekati lelaki itu. "Sadar, Richo! Dion udah mau hampir ngebunuh, Lo. Dan sekarang? Lo bilang kita nyusul Dion lagi." Jack menggeleng. "Nggak!"


"Gue nggak peduli! Mau dia jadi Zombie, gue tetep nggak peduli." Jack menjauhkan tubuhnya sedikit dari Richo. "Biar dia tahu gimana rasanya ditinggal. Seperti yang dia lakuin pada Edwin."


Entah Jack yang sudah tidak menyukai Dion, tapi yang jelas dia sangat menyimpan dendam pada Dion sekarang, sementara Richo yang menjadi sasaran Dion tidak menyimpan dendam atau rasa tidak suka sedikit pun. Dia tetap menganggap Dion sebagai temannya.


Mengingat kembali waktu yang pernah dia lalui bersama Edwin dan Dion membuat kebencian pada hati Richo terhadap Dion pudar. Terutama di waktu Dion mengungkapkan semua perasaannya, hal itu membuat Richo merasa bersalah, baginya hubungan persahabatan mereka hancur karena nya.


"Kita harus tetap nyusul Dion!" Tegas Richo.


"Itu hanya buang-buang waktu." Ucap Jack malas.


"Oke. Kalo Lo nggak mau, biar gue sendiri yang pergi."


"Eh.. Ehh, tunggu." Ujar Jack memegang tangan Richo.


"Hufftt.. Oke, gue ikut. Kita susul Dion sekarang." Dengan perasaan terpaksa, Jack mengiyakan ajakan Richo untuk menyusul Dion.


"Hem, yok." Richo berjalan terlebih dahulu baru di susul oleh Jack. Mereka berjalan ke arah belakang, menyusul Dion yang sudah mereka tinggalkan. Jack berjalan dengan malas, kalo saja ini bukan perintah dari Richo, dia sama sekali tidak punya niat sedikit pun untuk menyusul Dion kembali.


Jack dan Richo sudah berjalan beberapa meter, di depan, Richo melihat seorang lelaki berdiri dengan posisi membelakangi mereka. Richo berhenti, Jack ikut berhenti. Richo kembali menatap lelaki itu, postur tubuh yang tidak asing dan pakaian yang dikenakan lelaki itu sangat familiar baginya.


"Dion!" Ucapnya melihat lelaki itu. Jack ikut melihat lelaki yang berdiri di depan mereka. Dan Richo benar, itu adalah Dion, kawan mereka. Richo berjalan mendekati Dion, Jack pun ikut berjalan mengikuti langkah Richo.


"Dion!" Panggil Richo yang sudah berada tepat di belakang Dion. Jack diam dan hanya melihat Dion yang masih memunggungi mereka. Tiba-tiba Dion membalikkan badannya dan menatap kedua lelaki yang ada di depannya.


"Astaga, Dion!" Richo kaget melihat keadaan Dion, Jack pun ikut kaget melihat lelaki itu. Mata Dion berubah, urat di kepalanya muncul dan wajahnya juga pucat. Richo mundur beberapa langkah melihat Dion.


"Hey, Buddy." Ucap Dion dengan wajah pucat-nya.


"Hah... T-tolong aku hah... Hah... Aku, aku ingin membalas kan dendam ku. Eerggh... Hah... Tolong aku membalas kan mereka. A-aku, aku akan menunjukkan siapa orangnya." Ucap Dion dengan tubuh lemas-nya. Jack dan Richo jelas kaget, mereka mundur melihat Dion yang berjalan dengan langkah lemas mendekati mereka. Richo yang berada tepat di depan Dion tidak sengaja melihat tangan Dion yang berdarah akibat bekas gigitan. Dia baru tahu apa yang terjadi pada Dion sekarang.


"Dion! Lo, lo terinfeksi." Ucap Richo dengan hati-hati. Mendengar itu Dion langsung berhenti, dia memegang wajahnya lalu melihat kedua tangannya.


"Tidak... Tidak... Tidak....!" Panik Dion sambil menggeleng. Dengan hati-hati Jack dan Richo melihat Dion yang masih menggeleng kan kepalanya.


"Ayo kita pergi!" Ajak Jack. Richo diam dan menatap Dion. Tiba-tiba saja Dion mendongakkan kepalanya dan melihat Jack dan Richo. Kedua lelaki itu kaget melihat tingkah Dion yang tiba-tiba.


"Woargh...!!"


•••


Bersambung.