
"Kita harus pergi dari sini!" Pinta Velyn dengan panik.
"Nggak! Zombie itu cuman satu. Kita bisa mengatasinya."
Zombie yang berjalan mulai mendekati mereka tidak menghentikan langkahnya sedetik pun. Dia berjalan dengan lesu, sedikit pincang, dan tidak baik. Clara maju ke depan tanpa menggunakan alat di tangan nya, Velyn berjalan secara perlahan di belakang Clara. Dengan keberaniannya, Clara memukul kepala Zombie yang sudah berada tepat di depannya menggunakan tangannya sendiri. Velyn kaget, yang dia tahu Clara itu penakut dan juga tidak sanggup jika melakukan hal-hal yang ekstrem, tapi ini? Dia bahkan tidak ragu memukul Zombie itu.
Zombie yang dipukul Clara menunduk dan diam, dia seperti tidak menghiraukan perempuan yang ada di depannya. Clara dan Velyn memandangi Zombie itu, Velyn sebenarnya sedikit takut dan was-was melihat Zombie yang ada di depan Clara. Dengan tidak adanya respon dari Zombie itu, Clara berbalik dan menatap Velyn.
"Nggak jadi masalah, kan?" Ujar Clara tersenyum, Velyn mengangguk ragu dan menatap Zombie itu kembali. Tiba-tiba saja Zombie itu mendongak dan menatap Clara, Velyn shock dan kaget melihat itu.
"Clara awas..!!"
Jika Clara lengah sedikit saja, mungkin dia sudah menjadi santapan Zombie itu. Dia memegang kepala Zombie yang sudah membuka mulut dan siap memakannya.
"Woargh.." Clara sekuat tenaga memegang dan menghalang Zombie itu. Velyn takut dan shock, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
"Velyn! Lari..!!" Teriakan Clara menyadarkan Velyn, dia menatap Clara yang masih berusaha memegang Zombie yang memberontak dari pegangan perempuan itu. Velyn masih diam memerhatikan Clara dan juga Zombie itu.
"Velyn..!" Teriak Clara yang melihat Velyn tidak melakukan pergerakan sedikit pun.
"Pergi..!!" Sambung nya dan menahan Zombie yang terus melawan.
"T-terus Lo gimana?!"
"Gue nanti nyusul!"
Velyn menutup mulutnya, dia masih diam dan menatap Clara. Hal yang tidak mungkin dia lakukan meninggalkan Clara disaat-saat seperti ini. Clara tetap menyuruh Velyn untuk pergi, meski dengan berat hati, Velyn tetap melaksanakan perintah dari Clara. Velyn melewati Clara dan juga Zombie yang terus memberontak dari perempuan itu, dia belum benar-benar pergi, setelah melewati Clara dan Zombie itu, Velyn diam dan menunggu Clara, berharap Clara terbebas dari Zombie itu. Clara yang tetap memegang Zombie itu menatap ke depan, dia melihat Velyn yang diam dan memerhatikan nya.
"Lo kenapa nggak pergi?!" Teriak Clara melihat Velyn. Velyn diam dan tetap memerhatikan Clara. Dia tidak menggerakkan kakinya sedikit pun untuk pergi dari tempat itu.
"Pergi, Vel..!" Pinta Clara memaksa.
"G-gue, gue nggak bisa pergi." Gumam Velyn yang ingin menangis. Sibuk memerhatikan Velyn yang terus diam, Clara sedikit lengah sehingga Zombie itu berhasil menggigit tangannya. Clara berteriak kesakitan, dia memukul-mukul kepala Zombie itu dan berusaha melepaskan gigitan dari Zombie.
"Ya, Tuhan!" Ucap Velyn menutup mulutnya. Clara masih berusaha melepas gigitan Zombie itu, sementara Velyn hanya diam dan tidak tahu harus berbuat apa.
"Velyn..!!"
Gary tiba-tiba datang dan berlari menghampiri Velyn, Velyn yang melihat Gary menghampiri nya merasa lega akan kedatangan nya.
"Kak Gary." Ucapnya senang.
"Lo ngapain disini?" Bingung Gary melihat Velyn.
"I-itu." Tunjuk Velyn memperlihatkan Clara yang di gigit oleh Zombie. Gary yang melihat Clara kaget, dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Kak.. Tolong Clara, Kak!" Pinta Velyn yang melihat Gary diam dan memerhatikan Clara. Gary melihat Velyn. "Ta-tapi--."
"Woargh!" Gigitan terlepas, Zombie itu beralih dan ingin menggigit Gary, dengan cepat Gary langsung menahan kepala Zombie itu.
Clara memegang tangannya dan merasakan lemas pada tubuhnya, Velyn yang melihat Clara langsung berlari menghampiri wanita itu.
"Ra. Lo nggak papa?!" Ucap Velyn khawatir. Clara melihat Velyn dengan tatapan lemas dan nafas yang terengah-engah.
"L-lo. Lo kenapa nggak pergi? G-gue kan udah bilang Lo pergi dari sini!" Ujar Clara lemas.
"Nggak! Gue nggak mungkin pergi ninggalin Lo!" Jawab Velyn. Clara tidak menjawab Velyn, nafasnya terengah-engah, dia benar-benar merasakan sedikit aneh pada tubuhnya.
"Ra! Tangan Lo." Ucap Velyn yang melihat Clara memegangi tangannya. Velyn sedikit melihat bekas gigitan di tangan Clara, dia ingin menyentuh tangan Clara, tapi Clara langsung menepis tangannya.
"Vel! G-gue mohon, Lo pergi dari sini!" Ucap Clara memohon.
"Nggak! Gue nggak akan ninggalin Lo, Ra." Bantah Velyn.
"Gue mohon, Vel. Gu-gue, gue udah nggak tahan lagi." Ujar Clara dengan nada lemas. Bukannya pergi, Velyn malah diam dan tetap memandangi Clara.
Gary memegang kepala Zombie yang ingin memakannya, Zombie itu tidak dapat diam, dia terus berteriak dan memberontak dari kekuasaan Gary. Tidak punya pilihan, Gary membenturkan kepala Zombie ke dinding bangunan yang ada di samping nya.
"Mati Lo, sialan!" Ucap Gary dan terus membenturkan kepala Zombie itu. Entah sudah berapa kali Gary melakukan hal itu, kepala Zombie hampir hancur karena ulahnya. Merasa Zombie itu sudah lengah dan tidak mampu untuk bangun lagi, Gary melepaskan Zombie itu. Alhasil Zombie itu terjatuh dan tergeletak di aspal.
Velyn masih memandangi Clara, dia tidak menuruti perintah Clara untuk pergi dari tempat itu. Melihat Clara yang hanya diam dan menunduk membuat Velyn bingung, tidak ada pergerakan sedikit pun dari perempuan itu. Velyn memegang pundak Clara dan memastikan keadaan nya.
"Ra!"
"Clara! Lo nggak papa, kan?" Ucap Velyn dan mengguncang tubuh Clara. Clara masih diam dan tidak merespon sedikit pun, Velyn tambah bingung, kebingungannya kini berubah menjadi ketakutan.
"Clara!" Ujar Velyn ketakutan. Suara erangan terdengar dari Clara, Clara mendongak dan menatap Velyn. Velyn yang memegang pundak Clara seketika mematung dan tidak tahu harus berbuat apa.
"C-clara!" Ucapnya tidak percaya. Velyn sedikit mundur melihat Clara yang mulai berjalan mendekati nya.
"Ya, Tuhan. Kalian tuh permanen atau apa sih? Kok nggak bisa mati." Ucap Gary melihat Zombie tadi yang mulai bangun.
"Aakkhhh...." Suara teriakan Velyn mengalihkan Gary, dia menatap Velyn yang sudah di gigit oleh Clara. Gary jelas kaget, dia menatap Zombie tadi yang ingin bangun, Clara yang sudah menjadi Zombie dan Velyn yang di gigit oleh Clara.
"Velyn.." Lirih Gary.
Merasa tempat itu tidak aman lagi, Gary memutuskan untuk pergi dan meninggalkan tempat itu.
•••
Bersambung.