
Erica, Bram, Jeje, Gary, Jack dan Richo masih berada di balik mobil hitam itu. Mereka masih enggan untuk keluar. Erica melihat Jeje yang mulai tenang.
Di sekeliling mereka hanya ada kegelapan dan bangunan-bangunan yang lumayan besar. Erica melihat Bram, Gary, Jack dan Richo yang duduk dan menyandarkan tubuh mereka ke mobil hitam itu. Dia merasakan ada kejanggalan terhadap diri mereka. Erica sekali lagi menatap dan mengamati ke empat pria itu dan dirinya.
"Velyn sama yang lainnya mana?" Ucap Erica berhasil menyadarkan Bram, Gary, Jack dan Richo. Erica baru menyadari bahwa Velyn, Clara, Chika, Edwin dan Dion tidak ikut bersama mereka. Bram menegakkan tubuhnya, dia melihat mereka yang hanya tinggal 6. Bram kaget ketika melihat Velyn tidak ikut bersama mereka.
"Velyn mana?" Ucap Bram khawatir. Gary, Jack, dan Richo menegakkan tubuh mereka mendengar Erica dan Bram.
"Velyn..." Bram berdiri dan melihat sekelilingnya, dia hendak berjalan, pergi dari tempat itu mencari Velyn Adiknya.
"Kak..!" Panggil Erica menghentikan Bram untuk pergi. Bram berbalik dan menatap Erica. "Velyn dan yang lain mungkin terpisah dari kita waktu lari tadi. Kalo Kakak ingin cari Velyn, kita cari sama-sama." Ujar Erica. Bram mengangguk menjawab Erica. "Hmm... Yah." Ucap Bram. Gary, Jack, dan Richo menyetujui usulan dari Erica. Erica menatap Jeje dan mengelus kepala anak kecil itu. "Jeje jangan takut lagi yah.. Selagi Jeje ada di dekat Kakak, Kakak nggak akan biarin Jeje terluka." Ucap Erica lembut dan tersenyum pada Jeje. "Sekarang kita pergi cari Kak Velyn dan yang lain." Jeje hanya mengangguk menatap Erica. Mereka berdiri dari duduk mereka dan memulai perjalanan mereka untuk mencari Velyn dan yang lain juga.
•••
Di sisi Velyn, Clara, Chika, Dion dan Edwin...
Mereka sekarang berada di lorong jalanan yang lumayan gelap dan sepi. Beruntung mereka berlima dapat selamat dari para Zombie yang mengejar mereka. Tadinya salah satu Zombie yang mengejar mereka hampir menangkap Clara, untungnya Edwin dan Chika dengan cepat memukul Zombie itu dan berlari dari tempat itu. Keadaan mereka tadi lebih mengkhawatirkan dibanding Erica, Bram dan yang lain. Mereka tadi sempat berlawanan dengan Zombie yang mengejar mereka. Di tambah lagi Zombie itu bukannya berkurang tapi malah bertambah banyak.
Usaha mereka yang terus menghindar dari kejaran para Zombie itu tidak sia-sia. Mereka berhasil dan tidak ada yang luka sedikitpun. Dan sekarang tugas mereka adalah menemukan kawanan mereka yang lain. Siapa lagi kawanan mereka kalo bukan Erica dan yang lain.
"Lo apa-apaan sih Ra?" Ucap Velyn menarik tangannya dan berusaha melepaskan tangannya dari Clara. Bukannya terlepas, Clara malah mempererat pegangan tangan nya pada tangan Velyn. "Please, Vel. Gue takut..." Ucap Clara memegang erat tangan Velyn.
"Iya, itu. Renggangin dikit pegangannya. Tangan gue sakit." Ringis Velyn mencoba melepas tangannya. Clara melihat tangan nya yang memegang tangan Velyn. "Hehehe.. Sorry." Ucap Clara dan melepas tangan Velyn. Velyn memegang tangan nya dan mengelus nya. Clara kembali mendekatkan dirinya pada Velyn, kali ini dia tidak memegang tangan Velyn, tapi memegang tangan baju Velyn. Velyn hanya memutar bola matanya malas melihat Clara. Sedangkan Chika, dia hanya tersenyum sambil menggeleng melihat tingkah Clara yang kekanak-kanakan.
"Lo kayak anak kecil aja Ra." Ucap Chika sambil terkekeh. Clara menoleh menatap Chika. "Emang Lo nggak takut." Ucap nya sambil berjalan.
"Takut sih takut. Tapi nggak kayak gitu juga." Jawab Chika dan terkekeh. "Hmph..." Clara memalingkan wajahnya dari Chika dan menyandarkan kepalanya di bahu Velyn. Hal itu sekali lagi membuat Velyn kaget.
"Please deh, Ra. Gue geli lihat Lo tau nggak." Ucap Velyn kesal.
"Iss... Gitu aja nggak boleh."
Chika terkekeh geli melihat tingkah Clara yang manja dan Velyn yang risih akan hal itu. Sementara Edwin dan Dion yang berada di depan bodo amat dengan pembicaraan ketiga wanita yang berada di belakang mereka.
•••
...Bersambung......