Chasing you

Chasing you
Episode 6



...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sepeninggal Azka, aku pun langsung duduk di atas motor ku sambil terus memandangi toko yang tadi di masuki Azka.


"Kenapa bisa yah,ibunya sendiri menolak kehadiran anak nya?" ucap ku pelan.


Saat aku tengah duduk keheranan,tidak lama kemudian munculah mobil berwarna hitam yang langsung parkir di depan tokonya. Habis itu turunlah seorang laki-laki,mungkin ada seumuran ayah di susul anak laki-laki yang sudah agak besar mungkin sudah menginjak SMP.


"Ayah udah datang......!"


Seruan ibu-ibu tadi yang aku anggap sebagai ibunya Azka dari dalam toko. Raut wajahnya tampak berbeda 180°,di bandingkan saat dia menghadapi Azka.


Wanita itu langsung merangkul anak laki-lakinya dan sempat mencium pipinya juga.


"Ayo kita masuk,bunda sudah pesan makanan kesukaan ayah dan Ziano." ajaknya.


Mereka pun kemudian langsung masuk ke dalam tokonya.


"Ya ampun, ih kok bisa setega itu dia sama Azka. Berbanding terbalik banget sama anak dia yang barusan." gerutu ku.


Aku sendiri ikut kesal melihatnya, mungkin karena selama ini aku selalu mendapatkan perhatian yang penuh dari keluarga. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Azka saat ini,terlebih lagi tadi aku dengar hari ini merupakan hari ulang tahunnya.


"Dek......"


"Adek sedang ngapain di sini?"


Ucapan seseorang barusan langsung membuat aku terkejut,aku pun segera melihat ke arah belakang.


Tampak seorang bapak-bapak tengah berdiri memperhatikan aku sambil menuntun sepedanya.


"Ah ini pak,"


"Aku ke sasar pak,aku kebingungan untuk mencari arah jalan pulang. Terus ini HP saya nya malah mati lagi," jelas ku.


"Lah ya ampun,"


"Memangnya adek tinggal di mana?"


"Komplek Ardana pak,"


Raut wajah bapak itu langsung berubah dan memandangi ku sesaat.


"Itu kan setahu saya komplek khusus anggota militer kalau tidak salah."


"Apa mungkin adek anaknya,"


Aku hanya mengangguk saja,tanpa menjawabnya pasti bapak itu pun sudah tahu.


"Nah sekarang adek melaju sedikit aja sekitar 200 meteran, nah habis itu puter balik aja. Nanti ada pertigaan,adek langsung ambil kiri,tidak jauh dari sana komplek perumahannya pun sudah dekat." jelas beliau.


"Ya ampun makasih ya pak,karena bapak sudah mau menolong saya."


"Sama-sama dek,"


"Kalau begitu bapak duluan ya dek,"


"Iya pak silahkan......."


Bapak itu pun langsung menaiki sepedanya dan mengayuh kembali sepedanya.


"Ya ampun untung banget ada bapak itu,kalau tidak ada beliau aku pulang bagaimana ini."


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah mengikuti petunjuk dari bapak tadi,akhirnya aku pun sampai di rumah ku dengan selamat. Segera ku parkirkan motor di garasi depan dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Nay.......!"


Seruan ibu cukup buat aku terkejut dan langsung mengehentikan langkah ku.


"Kamu dari mana saja? Katanya tadi sebentar saja cobain motornya."


"Ah iya bu, itu tadi aku keasikan naikin motornya. Aku hanya keliling di daerah ini saja kok bu,tidak jauh."


"Ya sudah, yang terpenting sekarang kamu sudah sampai dengan selamat kembali ke rumah. Nah,sekarang sebaiknya kamu cepat-cepat mandi. Sebentar lagi ayah pulang,sudah waktunya untuk kita makan."


"Baik bu, kalau begitu aku naik dulu ya bu."


"Ya sudah......"


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Keesokan paginya,aku pun berangkat sekolah dengan menggunakan motor milik ku bareng Eka.


"Ah iya,"


Padahal tadi di perjalanan aku sempat kebingungan untuk mencari alasan sama Eka, Tahunya dia sudah lebih dulu ijin pada ku untuk pergi lebih awal.


Tidak lama sepeninggal Eka, Azka pun datang..Tampak sembab di wajahnya sudah tidak nampak,raut wajahnya sudah kembali seperti semula kembali.


Dengan cepat aku langsung mengeluarkan buku yaang kemarin aku pinjam dan menghampirinya.


"Nih......"


"Makasih ya, karena kamu sudah mau membantu ku."


Habis itu aku langsung beranjak pergi menuju kelas ku.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setibanya di dalam kelas,aku langsung duduk di meja ku dan mulai membuka buku pelajaran pertama untuk mengulas kembali apa yang sudah di ajarkan. Kebetulan memang aku sendiri sudah mempunyai bukunya,karena Eka lah yang membantu aku untuk membeli buku nya di toko buku.


"Ya ampun Nay, rajin kali kamu." ucap Dika yang baru saja sampai.


Aku hanya menyunggingkan sedikit senyuman padanya.


"Pantaslah nilai kamu bagus," lanjutnya.


"Kalau kamu mau mendapatkan nilai bagus,harusnya kamu juga melakukan hal yang sama aneh." timpal Farhan.


"Malas anjir,"


"Ya sudah,"


"Nanti jangan lupa bagi kita jawaban untuk soal ulangan bahasa Inggris yah." ucap Dika kembali.


"Ish kamu ini,nggak tahu malu banget." Farhan langsung menepuk Dika.


Dika hanya terkekeh langsung duduk di mejanya. Tidak lama setelah itu Eka pun masuk di ikuti Azka dari belakang.


"Nay nih, aku beliin susu." ucapnya sambil memberikan satu kotak susunya pada ku.


"Makasih ya,"


"Buat gue mana Eka, hanya Naya saja yang kamu kasih."


"Ya ampun Dika maaf yah,aku lupa tidak membelikannya untuk kamu juga. Soalnya uang ku hanya cukup untuk beli dua kotak susu saja. Kalau mau beli sendiri lah," ucap Eka.


"Anjir sadis....." ucap Farhan.


Eka pun langsung duduk di mejanya sambil terus mengejek Dika. Mereka pun saling membalas satu sama lain layaknya anak TK yang tengah berantem.


"Udahlah, kalian masih pagi juga udah ribut aja. Hanya karena satu kotak susu lagi," ucap Farhan.


"Biarin," timpal Dika dan Eka bersamaan.


*Kring..........


Bel tanda jam masuk pun sudah berbunyi, aku pun langsung memasukan kembali buku milik ku dan mengeluarkan alat tulis dari dalam tas.


Seminggu ini kami memang tengah melaksanakan ulangan saja. Makanya saat di rumah aku selalu menyempatkan untuk belajar sebelum tidur atau bahkan sebelum berangkat sekolah.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah mengikuti dua mata pelajaran yaitu Geografi dan bahasa Inggris,tiba lah saatnya untuk kami istirahat.


Hari ini aku kembali mendapatkan nilai yang cukup memuaskan.Seperti biasa aku langsung mengambil foto dan mengirimkannya pada ayah dan ibu.


Eka pun dengan semangat langsung beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri ku.


"Yuk kita ke kantin," ajaknya.


"Ya udah yuk."


Aku dan Eka pun keluar dari kelas dengan semangat menuju kantin sekolah. Di tengah perjalanan kami berdua tidak sengaja melihat Azka dan Feby tengah mengobrol di depan kelas IPS.


"Wih momen langka ini," ucap Eka.


"Ih udahlah,sebaiknya kita langsung ke kantin yuk."


"Nggak baik tahu,kepo sama urusan orang lain." aku langsung menarik tangan Eka dan membawanya ke arah kantin.


"Ih Nay mah,padahal aku ingin tahu apa yang akan terjadi sama mereka berdua."


"Enggak baik Eka," timpal ku.