
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sesampainya di parkiran sekolah, aku mendapati Azka tengah berbicara dengan Feby. Aku berusaha untuk tidak peduli dan langsung memarkirkan motor ku.
"Tetap saja, sekeras apa pun dia berusaha untuk menghindari Feby. Pada akhirnya dia tidak pernah bisa menolaknya,terlebih lagi sekarang Feby sudah putus dengan Dave." bisik ku dalam hati.
Aku pun langsung turun dari motor ku,untuk langsung menuju ke kelas.
"Nay.....!" seru Azka.
Namun aku memilih untuk tidak menghiraukannya dan pergi begitu saja.
"Maksud dia apaan sih,pake panggil aku segala." gerutu ku kesal.
Dengan cepat aku buru-buru mempercepat langkah ku,namun sayangnya Azka sudah lebih dulu meraih tangan ku.
"Kamu kenapa sih?" ucapnya.
"Kenapa apanya?" balas ku langsung berbalik.
"Kok kamu malah main pergi gitu aja?"
"Emangnya aku harus ngapain? Bukannya tadi kamu tengah asik ngobrol sama Feby. Lah terus apa lagi?"
Azka hanya terdiam dan mendekatkan wajahnya pada ku.
"Ingat, kita hanya pura-pura pacaran. Jangan bilang kamu cemburu lagi,lihat aku sama Feby." bisik Azka.
"Kepedean banget kamu,"
"Males banget masih pagi udah bikin mood ku jelek."
"Kalau kamu masih suka sama dia,nggak usah sok-sokan nerima tawaran Dika sama yang lainnya." lanjut ku.
Karena sudah merasa puas,aku pun langsung pergi meninggalkan dia begitu saja.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sesampainya di kelas,Eka langsung menghampiri ku. Mungkin dia langsung menyadari raut wajah ku yang sudah bad mood saat masuk kelas.
"Nay,"
"Kamu kenapa?"
"Lagi kesal aja," balas ku.
"Iya kesal kan pasti ada alasannya. Kesal karena apa?"
"Tau ah, pusing."
Tidak lama kemudian Azka pun datang bersama Dika.
"Loh Farhan kemana?" tanya Eka.
"Dia nggak masuk hari ini, katanya ada saudaranya yang meninggal semalam."
"Ah,pantas semalam dia update status kayak gitu di WA."
"Lah itu Naya kenapa? Kok masih pagi mukanya udah di tekuk kayak gitu." ucap Dika sambil menunjuk ku.
"Hush......"
"Nanti yang ada kamu malah kena amuk dia lagi." balas Eka.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sehabis makan siang, aku langsung ke perpustakaan untuk mengembalikan buku yang waktu itu aku pinjam. Sekalian aku pun ingin kembali meminjam buku bahasa Indonesia dan Geografi juga.
"Oh jadi ini, cewek yang rebut Azka dari kamu."
Ucapan seseorang barusan langsung buat aku terdiam dan langsung berbalik untuk melihat siapa orang yang barusan berkata seperti itu.
Tanpa aku sadari ternyata di belakang ku sudah ada Feby dan kedua temannya.
"Cantik sih, tapi sayang tukang rebut cowok orang."
Aku langsung mengepalkan tangan ku,karena tidak terima dengan apa yang di katakan temannya Feby pada ku.
"Sebaiknya kita bicara di luar saja,"
Ucap ku langsung lebih dulu keluar dari perpustakaan. Aku pun memilih untuk berbicara dengan mereka di belakang laboratorium.
"Apa yang ingin kalian bicarakan?"
"Aku rasa kita tidak ada urusan." lanjut ku.
"Itu sih menurut kamu.Tapi menurut aku tidak," balas Feby dengan laga nya.
"Emangnya apa masalahnya? Coba katakan,aku mau dengar."
"Kamu udah rebut Azka dari aku," balasnya.
Aku langsung tertawa mendengar ucapan Feby barusan.
"Aku nggak salah dengar? Bukanya kamu yang lebih dulu tinggalin Azka dan memilih jadian dengan Dave."
"Sekarang kamu malah kelabakan,gara-gara tahu dia sudah punya pacar. Kemarin-kemarin kamu kemana aja?" lanjut ku.
"Kalau ngomong tuh di jaga yah, kamu tahu apa soal aku dan Azka."
"Bukan lagi apa?" bentaknya.
"Intinya aku mau kamu tinggalin Azka," lanjutnya.
"Apa? Maksudnya apa?"
"Memangnya kamu siapa? Kamu punya hak apa minta aku putus sama Azka?"
"Karena aku sudah lebih dulu kenal dan dekat sama Azka."
"Terus kenapa kamu malah milih jadian sama Dave, bukannya kamu pun tahu saat itu Azka suka sama kamu."
"Aku heran sama kamu yakin, giliran Azka dekat sama cewek lain aja nggak mau nerima. Aneh banget," lanjut ku.
"Kamu yah, aku perhatikan dari tadi di bilangin ngeyel." ucap Feby kesal.
Dia pun langsung aba-aba untuk menampar ku,namun sayangnya aku sudah lebih dulu menyadarinya dan langsung menepisnya.
"Harusnya kamu ngaca,bukanya malah main labrak orang kayak gini."
Aku pun langsung meninggalkan Feby dan kedua temannya,terlihat mereka berdua tampak shock dengan apa yang aku lakukan barusan.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Untungnya pas di tengah perjalanan menuju kelas,aku tidak sengaja bertemu dengan Azka.
"Azka,"
Dia pun langsung melihat ke arah ku dengan raut wajah yang kebingungan.
"Sini kamu,"
"Apaan sih?"
"Tuh bilangin sama cewek kamu itu, jangan suka main labrak orang sembarangan."
"Aku nggak suka yah,"
"Maksud kamu apa sih? Aku tidak mengerti."
"Itu barusan si Feby sama kedua temannya datang melabrak ku."
Azka tampak terkejut mendengar apa yang aku katakan barusan.
"Kamu serius?"
"Buat apa aku becanda,ya serius lah." balas ku.
"Sial......."
Azka tampak kesal,terlihat dari raut wajahnya langsung berubah dan memerah.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Kamu serius kan dengan apa yang kamu ceritakan ini?" ucap Eka kaget.
"Tentu saja,buat apa aku bohong."
"Untung aku pernah belajar ilmu bela diri di sekolah ku yang dulu. Kalau tidak pasti aku sudah menjadi santapan dia dan kedua temannya itu."
"Ini aku baru jadi pacar bohongan Azka, apalagi kalau beneran." lanjut ku.
"Ih yakin yah, aku pun ikut kesal dengarnya. Feby itu orangnya aneh banget, kenapa nggak dari dulu aja dia jadian sama Azka. Sekarang aja giliran tahu Azka pacaran sama kamu,dia malah labrak kamu kayak tadi."
"Pura-pura......"
"Iya itu maksud aku,"
"Ya kita lihat aja, paling kedepannya Azka minta aku untuk mengakhiri hubungan ini. Terlebih lagi kan, sekarang Feby sudah putus sama Dave."
"Iya juga sih, sekarang sudah tidak ada alasan lagi untuk dia dan Feby tidak bisa jadian." balas Eka.
"Udahlah yuk,"
"Eh iya, hari ini kamu mau kemana?"
"Nggak ada sih, paling di rumah aja."
"Gimana kalau kamu main ke rumah ku, kebetulan hari ini di rumah tidak ada siapa-siapa. Ibu dan ayah lagi pergi ke Bogor," jelas ku.
"Boleh juga,"
Saat aku dan Eka tengah asik ngobrol, terlihat Feby dan satu temannya lewat di depan kami berdua.
"Tuh cewek yang tadi labrak aku," tunjuk ku.
"Ah si Niza....."
"Punya nyali juga dia sampai mau ikut labrak kamu." lanjut Eka.
Mendengar aku dan Eka berbicara seperti itu, Feby dan Niza langsung berbalik arah dan berjalan ke arah ku.
"Kalian lagi ngomongin kita?" ucapnya tidak terima.
"Iya,kenapa? Tidak terima?" timpal ku.
"Ish kamu ini....."