Chasing you

Chasing you
Episode 12



...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Iya tadi ada tetangga yang ribut di depan rumahnya tante Ismi. Tapi untungnya sekarang sudah selesai,untung ada satpam yang menghentikannya." jelas ibu.


"Emangnya kenapa?"


"Tante pun tidak tahu jelasnya seperti apa, tapi setahu tante itu kalau tidak salah dulunya mereka merupakan pasangan suami istri."


"Terus,"


"Sekarang mereka sudah lama berpisah dan wanitanya pun sudah menikah lagi. Padahal sudah agak lama juga tante tidak melihat mereka bertengkar," lanjut tante Ismi.


"Sebaiknya kita cerita di dala saja,tidak enak. Sebentar lagi anaknya pulang,kalau dia lihat kita kumpul di sini kasihan."


Tanpa rasa curiga aku pun langsung mengikuti ibu dan tante Ismi masuk ke dalam rumah beliau.


Kami pun langsung duduk di ruang TV,tante Ismi pun langsung melanjutkan kembali ceritanya di hadapan aku dan ibu.


"Namanya pak Azhari dan mantan istrinya itu ibu Eva. Mereka sudah lama berpisah,karena istrinya memilih untuk pergi dengan laki-laki lain dan menikah."


"Pak Azhari sempat sakit selama beberapa bulan setelah kejadian itu. Tante dan tetangga di sini saling membahu membantu beliau untuk mengurus anaknya yang masih kecil saat itu." lanjutnya.


"Terus lanjut dong," ucap ibu.


"Ya begitu,intinya istrinya tidak mau mengurus anaknya dan meninggalkan anaknya bersama pak Azhari yang tengah sakit."


"Intinya mantan istrinya itu malah lebih memilih kebahagian keluarga barunya di bandingkan dengan anaknya ini."


" Sebuah mukjizat Azka bisa bertahan sampai sekarang ini, anak itu tumbuh tanpa kasih sayang dari seorang ibu." lanjut tante Ismi.


Mendengar ucapan tante Ismi yang terakhir barusan, aku langsung tersadar akan cerita Eka waktu itu. Apa mungkin yang di ceritakan sama tante Ismi itu Azka teman sekelas ku?


"Nay, kamu kenapa malah melamun?" tanya ibu.


"Enggak bu,"


"Hanya saja apa yang di ceritakan sama tante Ismi barusan itu persis banget dengan apa yang di ceritakan Eka pada ku."


"Terlebih lagi aku pun mempunyai teman sekelas bernama Azka juga." lanjut ku.


"Lah iya, kan kamu sekolah di SMA 3 bukan yah?"


"Iya di sana,"


"Lah benar, emang Azka itu yang tante ceritakan barusan."


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sorenya aku dan bunda pun pulang,saat aku melewati rumah Azka yang berada tepat di depan rumah tante Ismi. Aku melihat Azka yang tengah tertunduk di depan rumahnya sendirian sambil melingkarkan tangannya di atas lutut.


"Kamu lihat anak itu," ucap ibu.


"Iya bu,"


"Sepertinya dia tengah menangis,"


"Tapi kita pun serba salah juga kalau ikut campur. Ibu merasa dia......"


Belum sempat ibu menyelesaikan ucapannya, seorang laki-laki paruh baya mungkin seumuran dengan ayah keluar dari dalam rumah.


Bapak itu langsung meraih tubuh Azka dan langsung membawanya masuk ke dalam rumah,aku sempat melihat raut wajah Azka yang tampak sembab karena habis menangis.


"Kasihan sekali bu," ucap ku sambil naik ke dalam mobil.


"Nak, bukan nya ibu tidak ingin membantunya. Hanya saja dia malah akan lebih terpukul lagi kalau dia tahu temannya mengetahui tentang masalahnya saat ini. Sebaiknya kita biarkan saja kali ini,nanti kalau udah ada waktu kamu coba ajak dia ngobrol." jelas ibu.


"Iya bu......."


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setibanya di rumah, ternyata ayah sudah sampai lebih dulu. Beliau tengah membaca buku di ruang tengah sambil mendengarkan musik.


"Ayah......" aku langsung berlari untuk memeluk ayah.


"Anak ayah,"


"Sepertinya ada yang senang habis main dari rumah tante Ismi."


"Iya dong,"


"Tadi di rumah tante Ismi aku makan empek-empek."


"Bawa tidak buat ayah?"


"Tentu saja,"


"Tenang aja ayah, masa iya kita lupa sama ayah." sambung ibu.


"Lah memangnya jadi yah, istrinya mang Diman ikut ke sini?"


"Jadi......."


"Ibu lupa belum menceritakannya sama kamu."


"Syukurlah,"


"Ya udah, sebaiknya sekarang kamu mandi."


"Ya udah, benar juga aku merasa badan ku ini lengket banget."


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Saat jam pelajaran kedua,Azka tiba-tiba saja terjatuh dari kursinya saat dia hendak mengumpulkan buku di atas meja Dera. Seisi kelas langsung terkejut dan mengerubungi Azka.


"Azka bangun," ucap Dika berusaha untuk menyadarkan Azka.


"Sepertinya dia sakit, bawa saja ke klinik." ucap Dera.


Baru saja Dera mengatakan untuk membawa Azka ke klinik,Azka sudah lebih dulu pingsan saat Farhan hendak membantunya untuk bangun.


"Yah dia pingsan," ucap Farhan.


"Ayo cepat kita langsung bawa dia ke klinik," Dika langsung meraih tangan Azka.


Dika dan Firman pun langsung memapah Azka untuk di bawa ke klinik,dibantu juga sama Dera dan Arya.


"Bertahan lah Azka, sebentar lagi kita sampai." ucap Dika khawatir.


Aku dan Eka pun ikut ke klinik untuk melihat kondisinya,karena memang ini sudah waktunya untuk istirahat.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Ada apa ini? Kenapa dengan Azka?" tanya bu Ratih.


"Kami pun tidak tahu bu, dia tadi tiba-tiba saja jatuh dan langsung pingsan." jelas Dika.


"Ayo bawa ke sini,biar ibu periksa dulu." ucap bu Ratih mengarahkan untuk di bawa ke dalam bilik.


"Kalian tunggu di sini saja," lanjut beliau.


"Baik bu,"


Setelah berhasil membawa Azka masuk ke dalam bilik dan menidurkannya, Dika dan Farhan pun langsung keluar dan bergabung dengan kami.


"Makasih ya Der, Arya. Kalian sudah bantuin kita untuk bawa Azka." ucap Dika.


"Sama-sama, itu sudah jadi tanggung jawab kita juga." balas Dera.


"Ya sudah kalau gitu kita pamit, nanti kalau ada apa-apa langsung kasih tahu aku." lanjutnya.


"Sip,"


Dera dan Arya pun lebih dulu keluar dari kliniknya dan sekarang tinggal lah kami berempat.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah menunggu beberapa saat,bu Ratih pun keluar dan meminta Dika untuk mengambil minum. Dengan sigap Dika langsung keluar di ikuti Farhan.


"Kalian sudah bisa temui Azka, tapi ingat jangan buat keributan yah." ucap bu Ratih.


"Baik bu,"


Aku dan Eka pun langsung masuk ke dalam bilik untuk melihat keadaan Azka. Dia ternyata sudah sadar,namun terlihat pucat dan lemas.


"Azka......" ucap Eka pelan.


Azka hanya melihat ke arah kami dengan tatapan yang kosong.


"Bentar yah, Dika lagi ambil minum dulu." lanjut Eka.


"Aku ingin bangun," ucapnya lemas.


"Udah sebaiknya kamu istirahat aja sekarang, kondisi kamu sedang tidak baik sekarang." bentak ku.


"Iya Azka, sebaiknya kamu istirahat aja sekarang." sambung Eka.


Tidak lama kemudian Dika pun datang dengan Farhan. Tanpa menunggu lama dia langsung memberikan minumannya pada Azka dengan membantunya untuk minum.


" Apa yang terjadi sama kamu sih? Sampai-sampai kamu bisa sakit seperti ini. Pantas saja,tidak seperti biasanya semalam kamu sulit banget untuk di hubungi." gerutu Dika.


Aku tahu betul Dika mengatakan itu bukan karna kesal atau amarah,melainkan dia khawatir dengan keadaan Azka sekarang ini.