
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Azka hanya terdiam menatap kosong ke arah lain.
"Maaf kalau misalkan aku berbicara terlalu kasar sama kamu. Aku berbicara seperti ini....."
"Apa yang kamu katakan memang benar, aku terlalu terobsesi dengan hubungan ku dan Feby."
Azka pun langsung pergi begitu saja,sedangkan Eka dia balik merasa tidak enak karena sudah bicara keterlaluan sama Azka.
"Ish aku ini, kalau ngomong tuh nggak pernah di jaga." ucap Eka sambil menepuk-nepuk bibirnya.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Di rumah.......
*Tok.....tok....
"Masuk...."
Pintu kamar ku pun langsung terbuka,ternyata itu bi Ratmi.
"Kenapa bi?"
"Ini bawain cemilan buat non."
Beliau menyimpan nampannya di atas meja.
"Ya ampun bi,baik banget. Tahu aja kalau jam segini tuh,aku suka ngemil."
Bi Ratmi hanya tersenyum sambil memijat kaki ku.
"Gimana bi,setelah hampir satu minggu di sini. Apa bibi betah?"
"Tentu saja non, di sini bapak,ibu begitu pun non sangat baik sama bibi dan mang Diman."
"Ya meskipun bibi terkadang rindu dengan kampung bibi,suasana di sana." lanjut bi Ratmi
"Di kampung enak ya bi, nggak seperti di kota."
"Ada enaknya,ada enggaknya."
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Malamnya aku berusaha untuk turun,karena merasa sudah bosan hanya berdiam diri di kamar terus.
"Nak......" ibu langsung datang menghampiri ku dan membantu ku turun dari tangga.
"Kenapa turun?"
"Aku bosan bu, hanya berdiam diri di kamar terus tidak ada aktivitas apa-apa."
"Ya meskipun tidak ada yang harus aku lakukan di sini juga." lanjut ku.
"Ayah mana bu?"
"Itu di ruang tamu,lagi ada tamu rekan kerja ayah."
"Sebaiknya kita ngobrol di ruang TV aja."
Ibu langsung memapah ku ke arah ruang TV.
"Bi......"
"Iya bu,"
"Tolong bawain mangga yang tadi saya kupas ke sini. Sekalian sama susunya Naya."
"Baik bu...."
Tidak lama kemudian bi Ratmi pun datang dengan membawa makanan dan minuman yang di pesan ibu tadi. Tanpa menunggu lama aku pun langsung mengeksekusinya,karena sudah menjadi kebiasaan ku tiap malam pasti makan buah-buahan apa pun itu.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sebenarnya ayah masih belum mengijinkan aku untuk masuk sekolah hari ini,tapi aku memaksa untuk masuk karena mengingat aku sudah kelas XII,sehari nggak masuk ku sudah pasti ketinggalan banyak pelajaran.
Sesampainya di parkiran sekolah, aku langsung berjalan menuju kelas meski dengan kondisi kaki yang masih terpincang-pincang.
"Ya ampun Nay," Eka langsung menghampiri ku.
"Kamu kenapa nggak bilang sama aku,kalau hari ini kamu masuk. Aku kan bisa jemput kamu tadi,"
"Tadinya emang aku nggak bakalan masuk,soalnya ayah belum mengijinkan aku. Tapi aku memaksa ingin masuk,lagi pula aku merasa kondisi ku sudah agak lebih baik sekarang ini. Lihat aja,lutut ku sudah tidak begitu memar." jelas ku.
"Iya sih memang,tapi kamu jalan saja masih kesulitan."
"Aduh,udahlah ini bukan masalah besar. Aku tidak mau ketinggalan pelajaran soalnya." balas ku.
Eka pun langsung membawa ke arah meja ku,tidak lama setelah itu Dika pun datang beserta Farhan.
"Eh Nay,"
"Kamu udah masuk ternyata, aku kamu nggak bakal masuk lagi hari ini." ucap Dika.
"Ah ini, kondisi kaki kamu itu. Lumayan parah juga sih,"
"Nggak kok,"
"Syukur deh, kalau kamu sudah baikan. Tadinya hari ini aku mau ajak Eka buat jenguk kamu ke rumah. Tapi ternyata kamu sudah masuk lebih dulu," jelas Dika.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Jam istirahat aku tidak pergi ke kantin,melainkan makan di kelas. Kebetulan memang hari ini aku membawa bekal dari rumah,itu pun ibu yang memaksa ku untuk membawanya.
Saat aku tengah menikmati makanan ku,tiba-tiba saja Azka masuk dengan membawa botol minuman di tangannya. Aku sendiri memilih untuk tidak memperdulikannya dan meneruskan makan ku.
Dia kemudian menyimpan botol minumannya di atas meja ku.
"Ini apa?"
"Tentu saja untuk minum,"
"Dalam rangka apa,kamu kasih aku ini?"
"Ambil saja, emangnya kamu makan tidak akan minum."
Apa yang di katakan Azka ada benarnya juga, aku pun lupa tidak membawa minum untuk ku.
"Ah iya, terima kasih......"
Setelah itu dia pun kembali keluar dari kelas dan meninggalkan aku sendirian.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sepeninggal Azka, aku pun tidak lama menghabiskan semua makanan ku. Setelah itu, aku pun keluar untuk pergi ke toilet karena kebelet.
"Kalau nggak bisa jalan, kenapa nggak minta orang lain atau teman kamu untuk bantu kamu."
Ucapan Dafa langsung menghentikan langkah ku.
"Apa sih kamu, kalau tidak mau bantu mending diam saja." balas ku.
Dia kemudian meraih tangan ku dan langsung merangkulnya.
"Eh kamu mau ngapain?"
"Ya ngapain lagi, bantuin kamu lah."
"Emang kamu mau ke mana sih? Keluyuran dengan kondisi kaki seperti ini."
"Aku kebelet mau ke toilet, nggak mungkin kan kalau aku buang air kecil di kelas."
"Ya udah hayu, sekalian aku pun mau ke sana."
Aku dan Dafa pun berjalan ke arah toilet yang terletak di dekat kelas XI IPA.
"Oh iya, kamu anaknya pak Andhika yah?"
"Iya, kamu kok bisa tahu?"
"Semalam aku antar ayah aku ke rumah kamu, beliau sempat menceritakan kamu semalam. Makanya aku tahu,"
"Ah jadi semalam yang bertamu itu kamu sama ayah kamu?"
"Iya......."
"Kalau di ingat lagi, emang iya sih aku baru lihat kamu akhir-akhir ini di sekolah ini."
"Iya aku baru pindah baru-baru ini,"
"Kenapa harus pindah sih? Padahal kan nanggung sebentar lagi kamu lulus."
"Ya mau gimana lagi, aku harus ikut dengan ayah ku pindah lagi ke sini."
"Iya juga sih,"
Tanpa terasa kami pun sampai di depan toiletnya,Dafa pun kemudian melepaskan rangkulannya.
"Ya udah sana, hati-hati nanti kepeleset."
"Iya........"
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sesampainya di kelas, semua mata tertuju pada ku. Mungkin karena melihat aku di antar oleh Dafa sampai ke depan pintu.
"Makasih ya....."
"Sama-sama." balasnya.
Aku pun kemudian langsung menuju meja ku untuk membereskan barang-barang ku bekas tadi aku makan siang.
"Eh Nay, sejak kapan kamu dekat dengan Dafa?" tanya Dika.
"Sejak kapan yah, ya kenal aja."
"Keren banget,kamu sampai bisa di anterin dia ke sini." sambung Farhan.
"Dia hanya bantu aku saja,tidak lebih. Lagi pula kami....."
"Kami apa? Ayo loh, jangan-jangan kalian berdua.....''
"Jangan-jangan apa?" timpal ku.
"Aku sama dia itu hanya berteman saja, terlebih lagi emang ayahnya itu teman ayah ku juga." jelas ku.