Chasing you

Chasing you
Episode 18



...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Malamnya sekitar jam 8 malam, aku pulang ke rumah dengan menggunakan taksi online. Ibu dan ayah langsung terkejut,melihat aku pulang dalam keadaan kaki terluka.


"Nak, apa yang terjadi sama kamu?" ucap ayah.


"Ah ini, tadi pas aku main sama teman ku di taman tidak sengaja aku tersandung."


"Coba ayah lihat,kelihatannya ini parah."


"Bu,tolong panggilkan bi Ratmi ke sini. Setahu ayah kan beliau bisa urut juga." lanjut ayah.


"Iya ayah......"


Ibu pun langsung berjalan ke arah dapur belakang untuk memanggil bi Ratmi. Kebetulan memang beliau dan suaminya sudah pindah tinggal di kamar yang ada di halaman belakang.


Tidak lama kemudian ibu dan bi Ratmi pun datang dan langsung melihat keadaan kaki ku.


"Coba non, saya lihat dulu."


Aku pun perlahan menjulurkan kaki ku, beliau langsung memeriksa kondisi lutut ku yang memang keadaanya sudah membengkak.


"Ini sepertinya ada yang bermasalah,saya mau membenarkannya. Tapi,nanti pasti sakit." ucap beliau.


"Tidak apa-apa bi, yang penting sembuh." balas ku.


"Tahan ya non,"


Ibu pun dengan sigap langsung meraih tangan ku.


"Ah ......." teriak ku saat bi Ratmi mulai menyentuhnya.


"Udah kamu jangan lihat,ayo sini ibu peluk."


Aku pun bersembunyi dalam pelukan ibu,untuk mengurangi rasa sakit yang aku rasakan saat ini.


Setelah bi Ratmi selesai mengurut kaki ku, beliau pun kemudian membalurkan beras kencur tepat di atas luka ku. Katanya supaya luka memarnya cepat buyar,meskipun memang pada awalnya aku merasakan perih yang teramat sangat.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Dua hari kemudian........


Melihat kondisi kaki ku yang masih bengkak dan sakit saat berjalan, ayah pun menyarankan untuk aku tidak masuk sekolah saja hari ini.


Paginya ibu pun langsung ke rumah Eka untuk memberitahukan kondisi ku saat ini,sekalian ayah berangkat kerja.


Seperti biasa,sebelum mandi bi Ratmi datang ke kamar ku untuk melihat kondisi kaki ku. Beliau pun memijat kembali kaki ku,ya meskipun rasanya tidak sesakit saat pertama kali waktu itu.


"Semoga besok baikan ya non, bibi lihat bengkaknya sudah tidak terlalu parah."


"Iya bi,"


"Tadinya hari ini aku mau masuk saja,hanya saja ayah meminta ku untuk beristirahat sehari lagi hari ini. Padahal aku masih bisa berjalan,meskipun harus di papah."


"Ini kan buat kebaikan non juga,"


"Iya juga sih bi,"


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Di sekolah.........


"Eka......"


"Naya ke mana? Nggak masuk dia?" tanya Dera.


"Iya Der, ini tadi ibunya memberikan surat ini.'' Eka pun memberikan surat ijin tanda aku tidak masuk.


"Kenpa dia,sakit?"


"Iya Der, kakinya terluka cukup parah."


"Ya ampun,"


"Ya udah kalau gitu aku mau kasih suratnya ke wali kelas kita. Sebelum jam pelajaran pertama masuk."


Sepeninggal Dera, tidak lama kemudian Dika,Farhan dan Azka pun masuk. Dika langsung menghampiri Eka ke mejanya.


"Eka, itu maksud si Dera apaan sih? Emangnya Naya kenapa?" tanya nya.


"Sakit,"


Eka hanya terdiam,dia pun bingung harus mengatakan apa. Karena bagaimana pun Aku terluka ini tidak lain karena ulahnya Feby.


"Itu terjadi begitu saja, kita kan tidak pernah tahu apa yang akan menimpa kita kedepannya." jelas Eka.


Mendengar Eka memberikan jawaban seperti itu, Dika merasa tidak puas. Dia merasa curiga ada sesuatu yang tengah di sembunyikan oleh Eka kali ini.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah bel tanda istirahat berbunyi,Dika langsung meminta Eka untuk berbicara. Dia beralasan untuk meminta Eka menemani dia ke perpustakaan untuk meminjam buku.


Sesampainya di perpustakaan,Dika langsung menanyai Eka prihal apa yang terjadi pada ku sebenarnya.


"Sekarang ceritakan sama aku, sebenarnya apa yang terjadi sama Naya. Aku merasa kamu tengah menyembunyikan sesuatu dari aku kali ini."


"Iya........"


"Tadi aku tidak bisa mengatakan secara rinci sama kamu, itu karena aku merasa tidak enak sama Azka."


"Azka? Maksud kamu,apa hubungannya dengan Azka?" tanya nya.


" Jadi gini, pas malam minggu itu aku dan Naya kan nonton di bioskop. Singkat ceritanya itu kita tuh nggak tahu,kalau ternyata malam itu Azka dan Feby pun datang juga buat nonton."


"Nggak tahu apa maksudnya, pas filmnya udah selesai tiba-tiba saja Naya tersungkur dan kakinya membentur kursi begitu keras. Bilangnya sih tidak sengaja, tapi aku yakin si Feby emang sengaja ngelakuin itu sama Naya." lanjut Eka.


"Serius? Dia ngelakuin itu sama Naya."


"Ih benar-benar yah,"


"Ya akhirnya begini, Naya sampai tidak masuk . Karena kondisi kakinya yang masih belum membaik sampai tadi pagi."


"Terus saat kejadian itu Azka nolongin nggak?"


"Enggak,"


"Hah? Yang benar, masa dia nggak nolongin sama sekali."


"Biar bagaimana pun kita kan teman," lanjut Dika.


"Ya itu anggapan kamu, mungkin Azka pun serba salah juga saat itu. Apalagi kan ada Feby juga saat itu, kalau dia bantuin Naya yang ada Feby bakalan ngamuk."


"Iya juga sih,"


"Tapi nih ya, kemarin kan aku pergi sama Azka. Aku kan nanya sama dia prihal hubungan dia sama Feby saat ini,tapi dia bilang hanya berteman. Mereka tidak pacaran juga saat ini,"


"Iya tapi si Feby kayak seolah ingin memiliki Azka dan seolah tidak mau dia dekat dengan kita." timpal Eka.


"Bener banget, aku juga bingung sama apa yang terjadi sama mereka ini."


"Kalau mau jadian ya tinggal jadian,toh sekarang kan si Feby udah nggak pacaran juga sama Dave." lanjut Dika.


"Tau ah, aku pun bingung. Yang terpenting buat aku tuh,mau dia pacaran sama Feby atau enggak. Asal jangan nyakitin salah satu dari kita aja,"


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sepulang sekolah saat Eka hendak mengeluarkan motornya dari barisan, Azka datang menghampiri Eka.


"Eka......."


"Hem......"


"Aku mau bicara sama kamu,"


"Tentang?"


"Ini tentang kejadian waktu kemarin,"


"Udahlah Azka, lagi pula Naya meminta ku untuk melupakan kejadian kemarin itu."


"Aku sendiri pun tidak mau ribut sama kamu,karena kejadian ini." lanjut Eka.


"Tapi tetap saja aku merasa tidak enak,"


"Kalau kamu merasa tidak enak,kenapa saat itu kamu tidak coba untuk nolongin Naya? Kenapa kamu tidak bisa,karena ada Feby?" timpal Eka.


"Aku tahu Azka, sekarang ini prioritas kamu saat ini itu Feby. Aku tahu betul kamu sudah lama sekali menyukai dia, aku atau pun yang lainnya tidak ada masalah dengan itu. Tapi yang aku mau,kamu tuh bersikap adil juga pada kami."


''Jangan karena kamu sekarang tengah dekat dengan Feby, kamu tutup mata sama teman kamu sendiri."