Chasing you

Chasing you
Episode 29



...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Azka pun langsung menghampiri kami berempat sedari menyunggingkan sedikit senyuman di bibirnya.


"Kalian udah sampai duluan ternyata...." ucapnya.


"Aku pikir kamu nggak bakalan masuk hari ini." timpal Eka.


"Tidak lah, tidak ada alasan untuk aku tidak masuk." balasnya.


"Baru aja aku mau ambil buku yang kamu minta," ucap Dika.


"Tidak jadi, lagi pula aku sudah di sini ini."


Kami pun akhirnya memutuskan untuk berangkat langsung ke kelas,sedangkan Azka dan Dika mereka mampir dulu untuk mengambil buku milik Azka di loker miliknya.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Jam istirahat pun tiba,seperti biasa kami langsung pergi menuju kantin.


"Eh gimana kalau pulang sekolah nanti kita main ke rumah ku yuk?" ajak Eka.


"Emangnya kamu punya apaan di rumah? Kalau nggak ada apa-apa,aku nggak mau." timpal Dika.


"Ya biasa paling ada cemilan,emang nya kamu berharap ada apa di rumah ku?"


"Gimana kalian mau nggak?" lanjut Eka.


Kami pun mengiyakan ajakannya itu,sedangkan aku perhatikan Azka di seperti kebingungan dan hanya mengangguk pelan saja.


Setelah mengantri mengambil makanan, kami pun langsung menuju meja tempat biasa kami beristirahat.


Hari ini kami tidak banyak mengobrol seperti biasanya, entah kenapa suasana terasa sedikit canggung. Terlebih lagi Azka yang sedari tadi hanya diam saja.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Kenapa?" tanya nya.


"Tidak ada yang penting sih, hanya saja aku penasaran saja. Aku perhatikan dari tadi kamu hanya diam saja,kenapa?"


Azka langsung menghela nafasnya dalam,sambil menatap ke arah depan kosong.


"Sejujurnya, aku mengkhawatirkan ibu. Aku sama sekali tidak tahu bagaimana keadaan dia sekarang ini. Aku bahkan tidak punya keberanian untuk menghubungi atau sekedar menanyakan keadaanya pada saudara ku yang di sana." ucapnya.


"Kalau kamu mau, aku bisa antar kamu ke rumah sakit untuk menjenguk ibu kamu."


"Buat apa Nay? Kamu tahu ibu ku sama sekali tidak mengharapkan kehadiran ku. Jadi buat apa pula aku pergi ke sana,makanya aku memilih untuk memendamnya saja. Dan mendo'a kan ibu cepat pulih dan kembali berkumpul dengan keluarganya."


"Terlebih lagi, di rumah ada ayah ku yang harus aku jaga dan pantau setiap saat. Lengah sedikit bisa saja sakitnya kambuh," lanjutnya.


Mendengar ucapan Azka barusan, hatiku merasa teriris. Seusianya saat ini harus menanggung beban yang sangat berat bagi ku. Kalau semua yang di alami Azka saat ini menimpa ku, aku tidak yakin aku bisa bertahan atau tidak.


"Ya sudah, aku harap mulai sekarang kamu lebih memperhatikan kebahagiaan kamu sendiri. Aku tahu meskipun ibu kamu bersikap dingin terhadap kamu selama ini,tapi kamu sebagai anak sangat menyayangi nya."


"Iya......"


Setelah mengobrol beberapa saat dengan Azka, kami pun langsung masuk kembali ke dalam kelas untuk mengikuti pelajaran berikutnya.


... ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sepulang sekolah, Azka sendiri memilih untuk tidak ikut bersama kami ke rumahnya Eka. Kami pun tidak bisa memaksa dia untuk ikut bersama kami,karena baik aku atau pun yang lainnya pun tahu keadaan Azka seperti apa sekarang ini.


"Semoga saja masalah yang menimpa Azka sekarang ini cepat selesai. Aku tidak bisa berbuat banyak dan membantu dia." ucap Dika.


"Iya semoga saja, aku pun mengharapkan hal yang sama seperti kamu." timpal Eka.


Aku hanya bisa menatap melihat ke arah perginya Azka dengan mengendarai motornya ,keluar dari area sekolah.