Chasing you

Chasing you
Episode 27



...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Apa?" balas ku terkejut.


"Kenapa?" tanya Eka yang baru saja kembali menghampiri ku.


"Ah tidak," balas Azka.


"Kita ke warung yang ada di depan sekolah yuk, beli cemilan buat kita. Lumayan kan, 2 jam kita kan bisa nongkrong di sana." ajak Eka.


"Ya udah hayu......."


Aku dan Eka pun langsung keluar menuju warung yang di maksud Eka tadi. Di tengah perjalanan aku tidak sengaja bertemu dengan Dafa,ternyata dia pun sama kelas jam pelajaran pertamanya tidak masuk.


"Hei....." sapa ku lebih dulu.


"Kalian mau kemana nih?" tanya nya.


"Ini Eka ngajakin aku pergi ke warung yang ada di depan itu. Lumayan kan kita punya waktu selama 2 jam." balas ku.


"Baru aja aku balik dari sana, itu aku lagi nongkrong sama teman-teman ku." tunjukkan.


Ternyata Dafa tengah nongkrong bersama teman-temannya di bawah pohon manggis yang berada dekat dengan lapangan basket.


"Biasa, sekalian aku mau main basket juga." lanjutnya.


"Oh......"


"Ya udah kalau gitu, aku pamit yah."


"Hem........"


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sesampai di warungnya, Eka sendiri langsung menjelajah ke semua penjuru di dalam warungnya. Sedangkan aku memilih untuk beli minuman kesukaan aku yang berjualan di depan warungnya.


"Hei kamu.....'' panggil seseorang.


Aku memanggil seseorang yang tengah memanggil, namun aku memilih untuk tidak menolehnya. Karna takutnya itu di maksudkan untuk orang lain.


"Hei kamu, yang lagi beli minuman....." lanjutnya.


Setelah mendengar ucapannya itu, aku langsung berbalik untuk melihat siapa yang memanggil ku dari tadi.


Di sana terdapat seorang laki-laki yang tengah berdiri sambil melihat ke arah ku.


"Iya, kenapa ya?"


"Kamu anak sekolah sini kan?" tanya nya.


"Iya......."


"Apa kamu tahu sama yang namanya Azkara atau sering di panggil Azka. Kalau tidak salah sekarang dia itu kelas 3," jelasnya.


"Siapa orang ini? Perasaan ini kali pertama aku melihatnya." bisik ku dalam hati.


"Iya kenal, kebetulan saya satu kelas dengan dia. Kalau boleh tahu kenapa yah?"


"Bisa tolong panggilkan? Ada urusan yang sangat mendesak yang harus saya sampaikan sama dia."


"Saya kebetulan saudara dari adik ibunya," lanjutnya.


"Ah........"


"Saya mau menelponnya, tapi saya tidak punya nomor HP nya. Ibu nya dia masuk rumah sakit, karena tadi mengalami kecelakaan tunggal saat pulang dari supermarket. Dan sekarang tengah menjalani operasi di RSU." jelasnya.


Setelah mendengar penjelasannya barusan,tidak menunggu lama lagi aku langsung berlari ke arah sekolah untuk mencari keberadaan Azka.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sesampainya di area dalam, aku malah kebingungan karena tidak tahu keberadaan Azka sekarang ini.


"Ya ampun di mana dia?" ucap ku cemas.


Aku mencoba untuk mencarinya ke dalam kelas, tapi ternyata dia tidak ada di sana.Setelah itu aku ke kantin untuk mencarinya kembali, namun sayang di sana hanya ada Farhan sendirian tengah fokus main HP.


"Terus kemana dia,kalau tidak ada di sini." gerutu ku.


Baru saja aku berbalik arah, Dika baru saja datang.


"Eh Nay, kamu lagi cari apaan sih? Sepertinya kamu lagi cari sesuatu sampai celingukan kayak gitu." ucap Dika.


"Ini aku cari Azka, tadi di depan aku tidak sengaja bertemu sama orang yang cari Azka. Katanya dia adik dari ibunya,"


"Maksud kamu mas Daren bukan?"


"Kamu lihat nggak? Azka di mana?" tanya ku kembali.


"Baru aja aku bareng sama dia di toilet,mungkin dia masih di sana."


Aku pun buru-buru berlari menuju toilet yang jaraknya sedikit jauh dari kantin.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sesampainya di sana,ternyata benar saja Azka baru saja keluar dari toilet. Tanpa menunggu lama,aku buru-buru menariknya keluar.


" Eh ada apa ini? Kok kamu main narik gitu aja."


"Cepatlah, itu ada yang nungguin kamu di depan."


Aku dan Azka pun buru-buru lari menuju gerbang depan,orang yang bertemu dengan aku pun tadi tengah menunggu sambil ngobrol dengan Eka.


"Mas Daren," ucap Azka pelan.


"Itu, orang itu tadi nanyain kamu."


Azka pun buru-buru menghampirinya dengan tergesa-gesa.


"Mas......."


"Azka,"


"Kenapa mas? Kok tumben sampai nyariin aku ke sini?"


"Ibu......"


"Kenapa ibu,mas?"


"Ibu kamu tadi mengalami kecelakaan dan sekarang tengah di RSU. Ayah tiri kamu minta mas untuk jemput kamu ke sini." jelas mas Daren.


Mendengar penjelasan dari mas Daren barusan, Azka langsung melongo. Aku tahu pasti dia pasti sangat shock mendengar berita yang mendadak ini. Ya meskipun hubungan dia dan ibunya tidak begitu baik.


"Ayo mas," balas Azka.


"Ya sudah, kalau gitu aku ikut dengan kamu."


"Eka, tolong nanti buatkan surat ijin nya yah." lanjut ku.


"Ah iya......" balas Eka masih kebingungan.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah melakukan perjalanan sekitar 20 menitan, akhirnya kami pun sampai di RSU nya. Sepanjang perjalanan tadi,Azka terlihat sangat gelisah dan terus mengepalkan tangannya.


Mas Daren pun langsung memarkirkan mobilnya,tanpa menunggu lama Azka buru-buru turun dari mobil.


Begitu pun dengan aku,terus mengikutinya dari belakang.Sampai akhirnya kami pun sampai di sebuah ruangan,di depannya terdapat beberapa orang yang tengah menunggu hasil operasi ibu nya Azka.


"Azka....." ucap salah seorang wanita yang pertama menyadari kehadiran Azka.


"Tante, gimana keadaan ibu?"


"Kami pun masih belum tahu, setelah sampai di sini ibu kamu sama sekali tidak sadarkan diri. Dia banyak kehilangan darah,untungnya di rumah sakit ini ada banyak stok darah yang di butuhkan oleh ibu kamu." jelas wanita itu.


Azka langsung tertunduk lemas,aku pun buru-buru menahannya dan mencoba untuk menguatkan dia.


Terlihat air matanya sudah membasahi wajahnya,dengan deras.


"Kamu tenang saja, dokter pasti berusaha untuk menyelamatkan ibu kamu sekarang ini. Kamu harus kuat," ucap ku.


"Sebaiknya kita tunggu dulu sekarang," lanjut ku.


"Iya......"


Aku pun memutuskan untuk membawanya menuju kursi yang jaraknya sedikit jauh dari ruangan dimana ibunya di operasi.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah menunggu sekitar satu jam,akhirnya lampu tanda operasinya pun padam. Azka yang melihat itu pun langsung buru-buru menghampiri yang lainnya untuk menanyakan bagaimana kondisi ibunya saat ini.


"Gimana dok?" tanya ayah tirinya.


"Beliau sudah melewati masa kritisnya, hanya saja beliau belum sadar. Karena obat biusnya masih ada," jelas dokternya.


"Untung saja,tadi beliau langsung di larikan ke rumah sakit. Kalau tidak saya tidak tahu,apa nyawanya masih bisa tertolong atau tidak. Soalnya beliau banyak kehilangan darah." lanjut dokter itu.


Azka langsung tertunduk lemas kembali,terlihat kelegaan di raut wajahnya sekarang. Berbeda dengan tadi saat pertama kami sampai,dia begitu lusuh.