Bad or Good Girls

Bad or Good Girls
Bekerja



Lia berjalan senang setelah sampai di komplek mewah.


Dia melihat rumah rumah besar di sana yang sangat indah. Dia juga melihat taman taman yang di hiasi bunga yang indah indah.


Lia melirik kembali hpnya untuk memastikan apakah dia sudah sampai atau belom.


"heh!". Lia mendonggak.


"apa?" jawab Lia.


"ngapain lo disini" tanya Stevan.


"mau mulung~".


"gue aminin loh!".


"silahkan! Mendoakan orang akan kembali kepada diri sendiri" jawab Lia enteng.


Stevan senang karena dia mendapatkan sedikit ilmu lagi.


"lo pasti mau ke rumah atasan bapak lo kan?" tanya Stevan. Lia terkejut karena 'kenapa Stevan tau' namun dia masih menampakan wajah yang selow~


"iya".


"yok gue anter" Stevan langsung menarik tangan Lia.


"et et et! Jangan sentuh sentuh!".


Stevan langsung melepaskan tangannya.


"jalan lebih dulu, jaga jarak 3 langkah!" perintah Lia.


Stevan pun mundur tiga langkah dan mulai jalan lebih dulu.


Lia agak sedikit curiga kenapa akhir akhir ini Stevan rada berbeda, kek orang mau mati ajah.


Dia mengikuti Stevan dari belakang dan melihat punggungnya. Ada sedikit degupan seperti yang dia alami biasanya, namun sepertinya hal ini biasa di rasakan remaja jika dekat 'laki laki'.


Stevan memasuki rumannya yang juga di ikuti Lia. Lia agak sedikit familiar dengan rumah ini, sampai dia telah masuk ruang tamunya.


"pak Charlie?" tanya Lia.


"ehh Lia? Ohh kamu tohh anak pak Mansyur" ucap Charlie.


"Assalamualaikum pak" Lia langsung menyalimi Charlie. "waalaikumsalam".


"kamu bisa ke dapur buat minta pekerjaannya sama mom Stevan" jelas Charlie.


Mom?


Stevan berjalan lebih dulu yang pastinya di ikuti Lia.


"mom ni Lia" ucap Stevan duduk di kursi depan meja masak.


"wahhh Lia ini ternyataa momy kira yang manaa. Sini Lia". Lia mengangguk dan mendatangi Rina.


"sekarang kamu masak dulu aja, baru bersih bersih. Karena kamu datengnya terlalu pagii" jelas Rina.


"ahh masa tante aku dateng kepagian?" ucap Lia.


"ngak papa berarti kamu itu termasuk orang yang gesit!" jawab Rina.


"yaudah tante Lia masak dulu" Rina mengangguk dan meninggalkan dapur.


Stevan melihati Lia yang lincah memasak. Dia melihat Lia memasuki bumbu bumbu yang sama sekali tidak dia ketahui.


"ngapain liat liat?!" ketusnya.


"ngak, takutnya lo masukin racun" ucap Stevan.


Dia mengurungkan niat itu dan melanjutkan memasak.


"Stevan kamu siap siap mandi baru sarapan trus ke kantor! Kek suaminya aja diem di situ" ledek Charlie.


"iya" Stevan langsung pergi meninggalkan dapur setelah memberi kiss bye kepada Lia. Lia mengangkat bibinya sebelah seolah 'jijik'.


Tak perlu waktu yang sangat lama, Lia menyelesaikan tugasnya dan mengantar semua makanan ke meja makan dengan hati hati.


"sini Lia ikut makan" ucap Charlie.


"ehh ngak usah pak saya udah makan tadi di rumah".


"makan aja lo kurus gitu" timbal Stevan.


Lia menggeleng dan langsung kembali ke dapur.


"sini momy tuangkan" Rina pun memberikan nasi beserta lauk pauk ke ke anak dan suaminya. Setelah selesai berdoa, mereka pun mulai memakan.


Lia membersihkan semua alat masak yang ia pakai tadi. Dia mencuci piring piring juga wajan plus sendok garpu.


Lia sedikit sedikit menatap kiri kanan mencari pel an atau sapu namun tak ada.


"dimana sapu sama pel an ya?" tanya Lia.


Dia masuk ke kamar mandi yang ada di dapur itu. Melirik kesana kemari namun tak ada apa apa. Dia keluar kembali dengan melihat seorang wanita tua melotot ke arahnya.


"ehh? Ibu..".


"kamu berani masuk situ nak?!" seru si pembantu Stevan.


Lia menatap kembali wc kemudian berganti ke si pembantu.


"emang nya kenapa? Berhantu?".


Bibi mengangguk.


"haha, ngak ada yang ganggu kok bi.. Saya permisi ya" Lia kembali ke ruang makan.


Bibi menatap punggung Lia yang segera menghilang dan melirik wc.


"Ya ambil daging" suruh Stevan.


"ihh punya tangan sendiri!" balas Lia.


"ehh lo pembantu gua!".


"gue pembantu masak sama bersih bersihh! Bukan ngeladenin orang lumpuhh!" bela Lia.


"udahh malah berantem, daging deket kamu juga Stevan!" sela Rina.


"Lia tolong bereskan ya, semua makanannya di simpan buat pak supir sama pak satpam. Juga sama tukang kebun jangan lupa. Masakan kamu enakk bangett lohh" ucap Rina.


"hhe makasih tante" Lia langsung membereskan meja makan.


"gak usah panggil tante.. Panggil aja momy".


"ehh?".


Stevan langsung melirik.


"momy itu pengen banget punya anak cewek, tapi blom kesampaian" jelas Rina, Lia tersenyum.


"momy mau hamil lagi?" tanya Stevan.


"kan ntar momy punya menantu".