
"ILAAAAAA!!".
"kakak kakak kenapaaaa?!" teriak Ila yang ikut terbangun karena teriakan sang kakak.
"Ilaaa kamu gak papa sayang?!" Lia menyentuh pipi Ila dengan lembut.
"Ila gak papa kakak" ucap Ila sambil tersenyum.
"Ila jangan pergi dari kakak ya?! Ila harus selalu ada di samping kakak!" seru Lia langsung memeluk Ila sambil menangis.
"iya kakak, Ila janji gak bakal jauh jauh dari kakak" ucap Ila menenangkan Lia.
"kita solat aja ya kak, nanti kakak pasti tenang" sambung Ila yang di balas anggukan.
Mereka pun menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu. Setelah selesai, mereka pun salat subuh berjamaah.
Ya Allah, tolong lindungi selalu aku dan semua keluarga ku. Jauhkan kami dari orang orang yang musyrik, jauh kan kami dari orang orang munafik, dan jauh kan kami dari orang orang yang tidak baik. Hamba hanya meminta pada mu untuk selalu melindungi hamba, adik hamba, juga kedua orang tua hamba ya Allah. Jadikan juga kami orang orang yang bertaqwa. Semoga orang yang membantu kami selalu mendapatkan keberuntunga. Aamiin. Batin Lia setelah selesai salat.
Stevan pagi ini pergi ke rumah Sella untuk menjempunya kencan. Setelah sampai di rumahnya, dia mengetuk pintu beberapa kali barulah ada respon dari sang pemilik rumah.
Seorang wanita membuka pintunya dan tersenyum ramah sambil kebingungan.
"hai Sell" sapa Stevan hangat.
"hai" jawabnya kikuk.
"lo siapa ya?" tanya wanita itu yang membuat Stevan terkejut.
"lah lo kejedot ya? Gue kan jodo lo masa lo lupa?!" seru Stevan.
Wanita itu terlihat berfikir dan tak lama mengeluarkan ekspresi tersenyum sumringah.
"owhhh Stevann!!". Stevan mengangguk tersenyum. "tapi gue itu kakak ipar lo bukan jodo lo!" sambung nya. Stevan berhenti tersenyum.
"maksud?"
"lo belom tau apa? Gue Misella, kakak kembarnya Sella, jodo lo" jelas Misella.
"ohh lo kembarannya toh, maaf gue ngak bisa ngebandingan soalnya gue baru ketemu Sella sekali" balas Stevan.
Misella mengangguk dan langsung mempersilahkan Stevan masuk.
"SELL ADA STEVAN NIHH" teriak Misella dari bawah. Tak lama Sella pun datang dengan piamanya.
"loh ngapain lo kesini pagi pagi?" tanya Sella dengan muka polosnya.
"kan kita bakal ngedate hari ini" jawab Stevan menahan emosi.
"malem Stev gue ngak mau pagi. Lagian juga bukanya malam" ucap Sella dengan santai.
"emang mau kemana malem malem kek mau ngeclub aja" balas Stevan.
"ishhh sttt! Uda lah lo pulang sana jumput gue malem jam 11 titik". Tak ada respon dari Stevan.
Sella langsung pergi meninggalkan Stevan sendiri di ruang tamu.
"ngapain ni anak ngedate jam 11 malem. Mall aja dah nutup!" serunya.
Stevan pergi ke apartemen Liam untuk sekedar nongkring nongkring ganteng sambil nunggu jam 11. Busyet kan nunggu dari jam 9 sampe jam 11 melemm.
Tiba nya Stevan di apartemen Liam, dia memencetkan bel ruangannya. Ntah kenapa Liam tak pernah memberi taunya soal kunci apartemen. Alasan clasic 'punya ade cewek'.
Liam pun membuka pintu apartemennya.
"wehhh ada Stevan nichh!! Ayo masuk brooo!" Liam langsung merangkul Stevan dan mengajaknya masuk.
Stevan terkejut melihat teman teman nya yang lain juga ada di sini.
"kok lo pada ngumpul gak ngomong ke gue! Kalau gue gak ke sini pasti lo pada—". "ehh kutu, kita dah nyamperin lo kerumah, tapi kata mommy lo lo lagi ngedate sama calon. Kok lo ngak bilang sama kita kalau lo mau nikah?!" ucap Devan panjang lebar.
"lahh bukannya udah nikah sama si Lia trus dah punya anak juga?!" seru Liam.
"goblok!"
Semua seketika tertawa terbahak bahak.
"gue juga mau nyerita ke kalian, tapi ya gimana ya. Pas gue nyerita ke si Liam aja gue di responnya jelek banget, jadi tambah males gue nyeritanya" jelas Stevan.
"emang si Liam ngomong apa?" tanya Raffa.