
Pagi ini, Lia menyiapkan makanan untuk adik dan ayahnya. Lia sangat suka memasak. Dari dia kecil berumur 5 tahun, dia selalu mengikuti ibunya bila memasak catring. Mencoba resep baru sendiri sampai akhirnya, dia bisa berkreasi dengan masakannya sendiri.
Lia mulai memotong motong bawang dan seledri karena hari ini dia akan memasakan sup untuk keluarganya.
Dia sangat lincah dalam memotong. Ila yang melihatnya pun sangat kagum karena bakat kakak nya yang bisa memotong sangat cepat dan tepat, sampai.
"aww!"
"kakak?! Kakak kenapaa?!?!?!" teriak Ila yang melihat banyak darah di jari Lia. Buru buru Ila mengambil kotak p3k dari kamar kakaknya.
"kakakk cepatt bersihkann luka kakakk!!" seru Ila.
Lia pun mencuci tangannya dan mengobati lukanya. Mmm buakan sendiri, tetapi sama Ila.
Karena Ila bercita cita ingin menjadi dokter, semua keluarganya membiaskan Ila untuk mengobati luka luka kecil milik kakak, ibu, atau ayahnya.
"selesai. Kakak jangan motong cepat cepat yaa, pelan pelan saja. Kami sabar menunggu masakan kakak kok" ucap Ila lembut mengusap tangan kakaknya.
"iya Ila. Ila bantu papa bersih bersih rumah ya?" suruh Lia yang di balas anggukan.
Kenapa hati gue ngak tenang ya batin Lia.
Lia berjalan melangkahkan kakinya menuju sekolah. Setelah libur akhir pekan 'sabtu minggu' akhirnya dia bisa kembali belajar dengan semangat. Tak lupa dengan perasaan yang tidak enak datang kembali pagi ini. Lia sangat takun akan terjadi hal hal yang tidak di inginkan.
Sesampainya di sekolah, ia langsung duduk di tempatnya besama Stevan yang masih kosong.
Gak mungkin banget tu kebo dateng pagi batin Lia.
Lia duduk sambil menunggu murid murid datang berhamburan. Sudah dua jam pelajaran terlewatkan tetap saja teman sebangku Lia itu tak kunjung datang menimbulkan penasaran mendalam baginya.
Dia melirik meja sebelah yang berisikan Liam dan Devan yang tengah sibuk menyalin tulisan di bor.
"ssst" panggil Lia. Liam langsung menoleh.
"apa ini bukan ulangan" bisik Liam.
Lia pindah ke tempat Stevan agar bisa lebih dekat dengan Liam.
"Stevan kemana?" tanya Lia berbisik.
"aaciieee nanyain Stevannnn" goda Liam.
"ishhh gue seriuss!!" teriak Lia masih dalam bisikan.
"tabrakan" jawabnya selow ae.
"HAH ?!" teriak Lia yang membuat semua langsung memperhatikan ke arahnya.
"kenapa Lia?" tanya pak O'oh.
"ituu pakk, emm, ada kecoaa! Iya tadi ada kecoa!" jawab Lia gugup.
"ngakk udah matii, tadi gue takut takutinn" timpal Liam membuat semua kembali tenang.
"lanjutkan menulisnya, jangan bercanda" tegas pa O'oh.
"kenapa bisa tabrakan?" lanjut Lia berbisik.
"mabok"
"kok bisa?" jawab Lia berusaha tenang.
"kagak taw" jawab Liam sambil menulis.
Gak ada iman banget tabrakan karena mabok. Eh bentar? Tabrakan?.
"kapan tabrakannya?" tanya Lia.
"tadi pagi" jawab Liam.
Huhh berarti bener tadi pagi gue ke seret pisau gara gara dia! Kurang ejer. Eh tapi kok filing nya bisa sampe ke gue ya? Batinnya dengan ekspresi yang sulit di jelaskan.
"woi cewek" goda Devan. "paansih" balas jutekan dari Dina.
"mau ikut kagak ngelengok Stevan. Yaa siapa tau temen kalian ada yang mau icutt" tawar Liam sambil menunjuk Lia dengan matanya.
Shalma, Mitha, dan Dina melirik Lia.
"ehh apaan sihh" ucap Lia canggung.
"maaf Ya gue gak bisa nemenin" ucap Shalma.
"gue jugaa" sambung Mitha.
"gu—". "pliss Dinn" potong Lia.
Dina menatap heran Lia dengan tatapan 'kenapa mau kesana?'
Dan dijawab oleh puppy eyes dari Lia yang membuat Dina mengalah.
"yaudah ayo" Dina menarik lengannya.
"ayo masuk mobil gue" ucap Liam yang membukakan pintu untuk teman wanitanya.
"lo ngak nyulik kita kan?!" ketus Dina.
"ye kagak alhh! Gue mau nyulik juga milih dulu kali ngak yang kerempeng kek lo pada!" balas Liam. Para wanita memutar bolanya.
Mereka pun masuk mobil dan melaju menuju rumah sakit.
"Stevan ada temen temen kamu" ucap Rina.
Semua teman temannya pun muncul dari balik pintu yang membuahkan senyuman di muka Stevan. Apa lagi ketika bertemu Lia, uuuuuu.
"apa kabar bro" ucap Liam yang tengah sedia meninju temannya yang sedang terkeper di kasur rumah sakit itu.
"ehh kampret" tahan Devan.
"ngapain Lia kesini?" tanya Stevan. Lia mengenggak.