
"Assalamualaikum" ucap Mansyur memasuki rumah mewah atasannya itu.
"nahh Mansyur, sini!" bapak tua itu mengibaskan tangannya. Mansyur mengangguk dan mendekati dia.
"ini berkas saya, semua kamu urus. Nahh kalau yang ini urusi lebih dahulu, baru yang lain. Kalau yang ini coba kamu jelaskan ke anak saya agar dia yang menyelesaikannya" jelas atasan Mansyur itu.
"baik pak, laksanakan. Eh.. Mengapa anak bapak yang menyelesaikan map ini?" tanya Mansyur.
"agar dia bisa belajar meneruskan projek ayahnya" jawabnya.
Mansyur mengangguk dan melihat ke arah ruang tengah.
"Stevan menjadi ibu rumah tangga sekarang?".
Charlie tertawa.
"pembantu di rumah kami sedang cuti, jadi Stevan membantu momynya dikit dikit" jelas Charlie.
"untuk ngisi libur ini, Lia mau jualan kue pah".
"ahh, apa bisa anak saya bekerja satu minggu disini?" tanya Mansyur.
"bekerja? Jadi apa?" tanya Charlie.
"dia bisa bersih bersih dan juga masak. Kemarin malam dia bilang akan berjualan kue ngeliling kota, tapi saya khawatir sendiri karena dia perempuan" jelas Mansyur.
"ohh anak gadis kamu itu.. Saya kira anak yang pernah kamu bawa ke kantor, haha" ucap Charlie.
"tentu saja boleh, kebetulan pembantu saya juga cutinya satu minggu. Akan sangat senang bila dia membantu Rina, besok bawa kesini" sambungnya.
"wahh.. Terima kasih banyak pak sudah membantu saya" ucap Mansyur berjabar tangan.
"iya Mansyur tak masalah" jawab Charlie.
"kalau begitu saya permisi ke kantor pak, assalamualaikum".
"waalaikumsalam".
"yang bener pakk?!?!".
"Yaaa jangan teriakk, pokonya besok kamu jangan jualan kue papah khawatir, besok kamu dateng ke alamat yang papah sms in ya"
"iya pahh... Waalaikumsalam".
Telepon pun dimatikan.
"apa kata papah?" tanya Ila.
"besok kakak kerja di rumah atasan papah!!" seru Lia.
"Ila ikutt!!".
"Ilaa harus sekolah.. Kan dari kemaren mau sekolah, masa sekarang pas sekolah ngak mau sekolah?!" bujuk Lia, Ila cemberut.
"iya kakak Ila bakal sekolah" Ila mengembangkan senyumnya dan di balas juga oleh Lia.
Tok tok tok
Lia menoleh dan bangun dari duduknya. Dia membuka kan pintu dan munculah sesosok remaja.
Dia langsung memeluk Lia.
"kenapa?" tanya Lia setelah melepas pelukannya.
"kangen aja sama lo masa ngak boleh?! Gue pengen main sama Ila udah lama" dia langsung masuk dan mendekati Ila.
"haii Ilaa!!".
"hai kak Dinaa" sapa Ila kembali.
"kak Dina kan baru kemarin kemarin sama akuu, masa kangen lagi?" tanya Ila.
"hhe, gakpapa dongg. Ohiyaa, kak Dina bawa ini nihh!!" Dina memberikan sebungkus martabak manis.
"wahh jadi ngerepotin.." ucap Lia.
"ngak papa jenggg, biar nax mu senangg" jawab Dina.
"ehh lo liburan panjang gini mao kemana?" tanya Dina.
"gue mau kerja" jawab Lia.
"HAH?! KERJA?!" teriak Dina.
"ihh brisik. Nyapu ngepel masak doang sihh, kek hari hari biasa gue lakuin" jelas Lia.
"owhh, lo mao tkw".
"ihh ngak tkw juga!!".
"berapa gajinya?" tanya Dina.
"hmm, gue ngak tau pasti sih.. Tapi semoga bisa bantu buat bayar udb" ucap Lia. Dina mengangguk.
"ehh gue ngak suguhin apa apa nihhh".
"ahhh ngak usahh gue juga bawa martabak".
"gue bikinin minum dehh" Lia langsung pergi ke dapur.
"capee" Stevan membaringkan tubunya di lantai.
"ehh ntar kotor lagi!!" canda Rina.
"ya ampun mom, keringat Stevan ini mengandung unsur ketampanan, mana mungkin jadi kotor" jawab Stevan.
Orang tuanya terkekeh.
"mulai besok bakal ada yang bantu kok" ucap Charlie.
"siapa?".
"anak Mansyur".
"Mansyur?".
"hus pake pak!" tegas Rina.
"iya kariawan dad punya anak gadis yang senang bersih bersih rumah, jadi yaudah" jelas Charlie.
"dia masih sekolah?" tanya Stevan.
"mungkin udah ngak" jawab Charlie. Stevan ber'oh'ria.
"siapa namanya dar?" tanya Rina.
"duhh aku lupa nanya nama. Tapi kayaknya seinget aku anak keduanya ituuu masih empat tahun. Nama anak mereka tuh lucu loh. Kan asalnya punya tiga anak, trus setiap anak di kasih nama tiga huruf yang sama juga. Kalo gak salahh yang masih kecil tuh.. Duhh siapa ya?? Iiii, iii.. Ii".
"Ila?".
"nahhh iya Ila! Berarti kakaknya.. Liaa, adek yang udah meninggal nya Ali! Hebatkan Mansyur cari namanya" seru Charlie.
"iyaiya bagus banget kayak anak kembar. Lia, Ali, Ila" sambung Rina.
Lia bakal jadi pembantu di rumah gue?!