Bad or Good Girls

Bad or Good Girls
Doa Tulus



"apa sih" ucap Stevan merasa risih.


"itu anak istri lo yah?!" ucap Klara.


"gila aja!".


"ngapain mereka ke sini?!" tanya Rissa.


"mo nyemen, ngejenguk lah nanya" jawab Stevan.


"ngapain mereka jenguk malem malem?!" sambung Klara.


"terserah mereka siapa elo".


Klara dan Rissa memutar bola mata malas.



"Din, gimana?" tanya Lia.



"operasinya masih berjalan. Lo bisa pulang aja gak papa" jawab Dina.



"ngak papa" Lia tersenyum.



"jangan Ya, liat Ila udah ngantuk. Lo pulang aja gue gak papa kok. Mungkin kalo senpet besok sekolah, lo cukup bantu doa aja gue juga udah merasa senang" ucap Dina.



"bener?".



Dina mengangguk tersenyum.



"yaudah gue pulang. Tapi inget! Jangan lupa sama makan, lo juga butuh tenaga buat nemenin mama lo, jangan lupa kabarin gue kalo ada apa apa?!" seru Lia.



"iya Yaa" jawab Dina.



"assalamualaikum kak Dina".



"waalaikumsalam Ilaa" Dina mencubit pipi Ila.



Lia dan Ila pun kembali kerumah menggunakan kendaraan umum. Mereka langsung membersihkan badan sebelum tidur.



Ohya, Lia sempat melihat sepercik kertas tulisan ayah nya bahwa 'papah bakal lembut 2 hari di padang Lia, jaga rumah dan Ila ya.. Assalamualaikum'.



Papah lembur? Trus Ila sendiri dong? Batin Lia.



Pagi pagi sekali Lia pergi ke rumah sakit dengan Ila untuk mengetahui keadaan Dina dan ibunya.


Karena sang ibu masih belom sadar, Dina akan absen dari sekolah nya dan Lia menitip Ila di sana.


"maaf ya Dinn, gue jadi ngerepotin" ucap Lia.


"ngak papa kokk, Ila anaknya pinter" ucap Dina.


"Ila inget yaa jangan nyusahin kak Dina! Jangan suka pergi dari kak Dina juga! Awas kalo kabur kaburan tanpa sepengetahuan kak Dina!" tegas Lia.


"iya kakak, Ila bakal terus sama kak Dina" jawab Ila tersenyum.


"yaudah gue berangkat ya Din. Assalamualaikum".


"waalaikumsalam".




Kali ini Lia duduk bersama Kintan. Karena Dina absen jadi dia memanfaatkan kesempatan dari pada harus duduk bersmaa Stevan.



Ahiya, Stevan hadir hari ini.



"ngak percaya lo sakit" ucap Liam.



"baru kali ini bule sekolah sakit satu hari" sambung Devan.



"kek nya ini abal abal" sambung Raffa.



"bacot kalyan".



"kenapa bisa begini coba, gak normal banget lo!" seru Liam.



"keknya gara gara kemaren gue di doain anak kecil, jadinya sembuh".



Liam, Devan, dan Raffa langsung memecahkan ketawanya.



"eh tolol ngapain ketawa".




"kagak ngarti gua, baru kemaren mabok sekarang tobat lagi" sambung Raffa.



Stevan memutar bola matanya malas.



"siapa yang doa in?" tanya Liam.



Stevan terdiam.



"eh btw, jodo lo itu sekolah dimana?" tanya Raffa.



"Cilaksa".



"Cilaksa? Yang punya si Alfid itu?" sambung Devan.



Stevan mengangkat bahunya acuh.



"UANG KAS" teriak bendahara kelas layak nya singa yang mengaung.



"SEMUA KELUARIN UANG DUAREBU PAS" teriak sang bendahara lagi bernama, Kintan.



Semua langsung menyiapkan uangnya dan ada juga yang pura pura budeg ato nyumput di balik sapu, namun semua itu PERCUMA.



"yang pas bego lo ngak denger?!" sentak Kintan kepada Stevan yang memberi selembar uang berwarna merah.



"itu bareng sama kita" jawab Liam.



"kagak ada kembalian!".



"itu buat satu kelas!!" teriak Devan.



"YEAYYYYY" teriak satu kelas.



Kinta langsung mengambil uangnya dan mencontreng semua nama siswa di kelasnya. \(andei di kelas author begitu~\)



Lia yang duduk di sebelah Kintan membantu Kintan untuk mengurus tentang peralatan yang akan dibeli karena semua sudah rusak!



Sapu yang di pakai laki laki untuk memukul meja. Kemoceng yang bengkok bengkokan untuk dijadikan rambut metal. Sosodok yang di pake sebagai 'mimin pergi kepasar'. Mpelan yang ntar di apakan jadi pada copot. EMANG DENDAM KEKNYA.



"udah nih. Abis tu beli lemari buat nyimpen semua biar ngak di oprek!" seru Lia.



"bener juga!".



Kintan mulai menulis kembali di list nya. Merasa sudah cukup, dia membereskan alat tulisnya.



"Yaa, gimana Dina?" tanya Shalma dari depan Lia.



"Dina gak papa".



"maksudnya, ibunya" sambung Mitha.



"owhh, udah di operasi tinggal nunggu siuman" jawab Lia.



"pulsek kita jenguk kuyy!" seru Shalma.



"gue emang bakal kesana soalnya gue nitip Ila" jawab Lia.



"owhh, bapamu kemana?" tanya Shalma.



"bapa lembur di padang".



Shalma dan Mitha pun ber'oh'ria.



"LIA,STEV\-\-"