Bad or Good Girls

Bad or Good Girls
Pertemuan



Stevan memasuki ruang kelas nya dengan tidak niat. Jika bukan karena paksaan sang ayah, dia sangat tidak sudi untuk memasuki kelasnya.


Saat memasuki kelasnya ternyata disana tidak ada guru, Stevan bernafas lega lalu duduk di tempat duduknya yang sudah di isi orang di sebelahnya. Stevan menghiraukan hal tersebut dan langsung meneggelamkan mukanya untuk pergi ke alam mimpi.


Blom juga satu menit dia langsung di bangunkan oleh seseorang.


"ehhh bangunn!! Ini bangku guee!! Jangan disinii!!" teriak wanita itu mengguncangkan tubuh Stevan dengan buku. Steva bangun dan menatap wanita yang membangunkannya itu.


Wanita itu sangat kaget ketika melihat yang tidur di meja nya itu adalah Stevan sang pemilik sekolah yang baru saja di resmikan beberapa waktu yang lalu, katanya.


"aduhhh, jangan tidur di tempat cewek dongg! Sana tuh duduk sama Liam!" usir wanita itu.


Stevan meneliti wajah wanita ini yang asing di memorinya. Karena seingat nya terakhir masuk, dia tidak pernah menemui spesies wanita seperti ini. Karena risih terus di lihat, Lia melemparkan bukunya ke wajah Stevan yang membuahnya terkejut.


"ngapain lo liat liat" bentak Lia.


"lo murid baru huh?" Stevan menyenderkan tubuh nya ke dinding.


"iya!" jutek Lia melipat tangannya.


"siapa nama lo?" tanya Stevan kembali.


"Lia"


"lo duduk di sini?"


"iya ini—"


"tempat gue" ucap dingin Stevan.


"owhh, orang yang jarang masuk kelas ternyata punya tempat duduk tohh?!" ketus Lia.


"pergi lo dari sini! Lebih baik gue sendiri dari pada sama lo!" sambung Lia kembali.


"duduk aja apa susahnya sih! Ntaran juga gue cabut" Stevan kembali ke posisi tidurnya.


"ihh kan gue bilang jangan di tempat gueee!!!" Lia terus memukuli Stevan dengan buku.


Stevan langsung bangun dari tidurnya dan menarik lengan Lia untuk masuk ke pelukannya.


"EHH LO MAU NGAPAINN SIHH LEPASSIN GUMMMHPPH". "berisik lo kek yang mau gue telanjangin aja! Aww".


"maksud lo apa peluk peluk! Muhrim juga bukan lo! Enak enaknya meluk!" bentak Lia yang langsung mengambil tas nya.


Lia pun pergi ke bangku yang ada di depan dan duduk bertiga dengan sahabatnya Shalma dan Mitha.


Stevan yang melihatnya acuh dan kembali menutup matanya dengan tenang.


Tak lama guru pun datang dan langsung duduk di kursinya. "Lia ngapain kamu duduk bertiga kayak cabe cabean gituu?!" ucap bu Nista.


"dibelakang ada Stevan bu" jawab Lia.


"terus kenapa?" tanya bu Nista kembali.


"takut dia bu, soalnya tadi di peluk! Hahahaha!" teriak Liam sengaja agar Stevan bangun ternyata tidak bangun bangun.


"MELUK?! KAPAN DIA MELUK KAMU LIAA?!" teriak bu Nista membuat semua tersentak kaget.


"ehh, mm, ituuu, tadi bu.. pas Lia berusaha usir Stevan dari bangku Lia" jelas Lia sedikit gugup.


"yasudah, biarkan. Nanti ibu laporkan ke ayahnya. Sekarang kalian buka bukunya masing masing".





"kalian kenapa sih?!" ketus Stevan.



"anak dad sudah besar ya! Sampe berani meluk cewek di kelas!" tegas Charlie.



Meluk? Perasaan gue emang sering meluk. Tapi dad tau gue meluk sama siapa ya? Batin Stevan.



"meluk siapa?" jawab enteng Stevan.



"perempuan"



"yaelah banyak pihh" ucap Stevan menyuapkan makasannta ke mulut.



"APAA! JADI BANYAK WANITA YANG UDAH KAMU PELUK?!" teriak Charlie yang membuat Stevan batuk tersedak.



Buru buru dia mengambil air dan meneguknya.



"jangan bilang kamu juga telah menghamili banyak wanita Stevan!" bentak Charlie.



"dad denger duluu!! Maksudnyaa banyak tuh cewekk. Cewek kan banyak di dunia ini, bahkan mami juga cewek. Cewek yang mana yang Stevan hug huh?" jelas Stevan ngeles.



"anak baru di kelas kamu" jawab Rina.



Stevan mencoba mengingat kejadian yang manakan dia memeluk anak baru di kelasnya dan.



"ohh, Lia" jawabnya enteng melanjutkan makan.



"enteng banget kamu jawab!" tegas Charlie.



"ya trus Stevan harus apa dad?" tanta Stevan.



"kamu harus nikahin dia".