
"Lia Stevan? Ngapain kalian berduaan di sini?!" ucap seseorang dari belakang mereka.
Lia dan Stevan yang terkejut langsung melirik kebelakang.
"eh goblok lo gue kaget!" sentak Stevan.
"ett jangan ngomong gituu dongg di depan istri" Liam merangkul Stevan.
"serah" jawab mereka berdua kompak.
"Ila is done" ucap Ila yang datang dengan beberapa mainan.
Liam yang melihatnya langsung terkejut dan menatap Stevan dan Lia secara bergantian.
"jadi bener kalian udah kawin?!" seru Liam.
"paan sihh dia adik gue!" sentak Lia.
"calm aje".
Langsung membawa semua mainan yang Ila bawa menuju kasir di susuli oleh Lia.
"Ila kamu tuh di bohongin sama kakak kamuu. Kamu itu sebenernya anak kak Lia sama kak Stevann!!" seru Liam.
"bener kak?" tanya Ila kembali.
"iyaaa. Cuman karena mereka masih sekolah jadinya kamu di aku jadi adik Lia ajaa" Liam trus meyakinkan Ila.
"masa sih kak?! Terus mereka udah nikah?!" tanya Ila kembali yang sudah mulai takut.
"iya lah Ila. Sekarang kamu bayangin aja, mana maukan kalau kak Stevan ngajak kamu main trus beliin kamu mainan banyak!"
Ila mulai ketakutan dan menangis.
"ehhh Ila kamu kenapaa?!?!" panik Lia yang khawatir melihat adiknya nangis.
"EH LO APAIN ADIK GUAA!" teriak Lia.
"kaka bohong! Kakak sebenernya mama aku kann bukan kakak akuu?!" teriak Ila memeluk Lia.
"GOBLOK EH LIAM!" teriak Stevan mengejar Liam yang keketawaan gak jelas.
Akhirnya setelah paksaan Lia untuk pulang mereka pun bergegas pulang. Di mobil keadaan sangat sunyi sekali plus tegang karena Ila masih memikirkan hal yang di omongkan Liam tadi.
"Ila hari ini senang gak?" tanya Stevan basa basi.
"Ila kok gitu ngomongnya sama kak boy?" tanya Lia.
"udah deh kak jujur aja! Aku anak kakak sama kak boy kan!" teriak Ila yang membuat Lia dan Stevan menatap kaget.
*Ni anak masi mikirin itu.
Bangke emang temen lo!
Bisa bisanya si Liam ngomong begitu, emang bengsyet dia*.
"tuhh benerkannn Ila anak kaliann. Huaaaaa" teriak Ila menangis.
"ehhhh Ilaaa jangan nangis dongg! Kalau kamu anak kakak ya pasti sama kakak lah di urusnyaaa" Lia berusaha menenangkan Ila.
"kakak bohong! Pasti kan kakak malu karena punya anak kayak Ila. Ila emang anak yang jelekk! Jadi ngak di aku. Huaaaaa" bukan nya tenang Ila malah makin menangis.
"ehh Ilaa. Kak boy sama kakak itu belom menikahh" bantu Stevan.
"kalau kalian belom nikah berarti Ila anak haram dongg!! Huaaaaaaaaaaa". Seakan sia sia bagi mereka untuk meyakinkan anak kecil yang sudah di cuci otaknya oleh Liam.
"Ilaaa! Ila tuh anak mama sama papaaa!! Bu Kani sama pak Mansyurr!! Kalau ngak percaya liat aja di akte kamu!" ucap Lia sedikit menyentak karena sudah kesal.
Tunggu tunggu. Pak Mansyur? Kek gue kenal deh batin Stevan.
"trus kata om tadi apa?" tanya Ila yang mulai tenang.
"dia cuman bercanda kok Laa, kamu jangan takutt. Kalau mau jadi anak kakak juga hayu" ucap Stevan nyengeh.
"ngak mau kalo sama kakak aku ngak punya ibu karena kakak jomblo".
Agak nyesek sih, tapi kenyataan. Ett tapi tenang, Stevan akan segera menikah.
"ehh kak boy bakal segera nikah!" seru Stevan.
"yaudah kak boy minta sama tuhan aja buat kasi dede bayi, ngapain ngurus Ilaa" jawab Ila.
"yaa siapa tau Ila mau jadi anak pertama kak boy".
"oh yaa! Waktu kak boy nikah jangan lupa ajak Ila sama kakak yaa!" seru Ila kembali.
"pasti dongg! Kak boy bakalan beliin kamu gaun jugaaa" Seru Stevan yang mendapat balas senyuman dan teriakan dari Ila.
Lagi lagi Stevan membuat Lia jatuh cinta. Ehh--.