Bad or Good Girls

Bad or Good Girls
Nyatakan Cinta



Stevan keluar dengan menenteng tasnya.


"Stevan! Simpan tas kamu!" teriak sang guru.


Stevan menggeleng dan malah pergi, namun di tahan oleh para osis.


"simpan atau bapa yang bawa!" bentar guru.


Stevan terdiam. Teman temannya menatap heran.


"kek bawa ganja aja lo ngak mau di priksa!" frontal Devan.


Stevan menatapnya lekat membuat Devan sendiri merasa aneh.


"cepat Stevan?! Apa perlu papa kamu yang memeriksa?!" ucap pak guru itu lagi.


Teman teman sekelasnya benar benar bingung dengan tingkah Stevan. Lia menarik tas Stevan dan menyimpannya di meja.


"gitu doang masa susah" ucap Lia menyelonong keluar.


Stevan mengeraskan tangannya dan pergi dari kelas dengan cepat.


Dia berlari menyusul Lia dan buru buru mencekal tangannya. Setelah tertangkap, langsung dia bawa berlari ke atas rooftof.


Stevan mengunci rooftof dan melempar Lia sampai dia terjatuh.


"maksud lo ap--". "MAKSUD GUE APA?!" potong Stevan.


"LO PASTI SENGAJA KAN IYA?!".


Lia mngerutkan alis tak paham.


"maksud lo--". "MAKSUD GUE APA LO MASIH NANYA HUH?! NGAPAIN LO KASIH TAS GUE?!".


Lia bangun dari duduknya menyamakan posisinya dengan Stevan.


"lo salahin gue sedangkan yang merazia osis?".


"kalo lo ngak ngasih, OSIS NGAK BAKAL NGERAZIA!" sentak Stevan.


Lia terdiam sebentar mengumpulkan kata kata.


"trus kalo osis ngerazia kenapa?" tanya nya dengan nada meremehkan.


"KALO DI RAZIA GUE BISA KETAHUAN!".


"ketahuan apa?!"


"KETAHUAN KALO GUE BAWA NAR--" ucapan nya langsung terhenti.


Lia terdiam tak menyangka.


"maksud gue".


"lo pake narkoba Van?!" ucap Lia terkejut.


"ehh ngak itu--"


"omg! Gue salut!" tegas Lia.


"ternyata seorang Stevan tidak hanya berani merokok dan mabok tapi juga berani NARKOBA! SAYA BANGGA!!"


Stevan mengerutkan dahi. "maksud lo apa?"


Lia terdiam sebentar.


"Jangan pernah buat orang lain menyesal dengan perbuatan mereka sendiri Lia. Kamu mama kasih nama 'Almalak Alsaghir' yang artinya malaikat kecil agar kamu menjadi malaikat bagi mereka yang sedang di ujung tanduk. Kamu harus berusaha meyakinkan orang salah kalau mereka bisa benar karena Allah maha pemaaf. Lakukan hal itu dari hal yang terkecil jangan menunda nunda".


"iya Ya gue orang bejat! Gue suka ngerokok! Gue suka ke club! Dan paling parah! GUE DISURUH COBA NARKOBA!. GUE BELOM COBA BAHKAN NYENTUH AJA UDAH DI BILANG PEMAKAI APALAGI--".


Lia menutup mulut Stevan dengan tangannya sambil menangis.


"apa Ya?! Kenapa huh?! Lo takut?! Takut huh?!! Gue bahkan udah gak guna untuk hidup lagi!!" Stevan berlari ke ujung gedung.


"STEVANNN JANGAN!!" Lia langsung menyusul Stevan.


"diem di sana!" Lia berhenti.


"lo tau? Hidup gue bahkan ngak buat siapa siapa pun bangga. Ngak buat siapa pun senang. Lantas buat apa gue hidup?!".


"Stevann jangan!!" Lia menangis sejadi jadinya.


Stevan berjalan mundur.


"gue tau Ya. Gue bukan orang yang berhak untuk hidup. Gue aja ngak pernah beribadah ke tuhan".


"Stevan...".


"gue udah nyakitin hampir semua perasaan seseorang demi kebahagiaan gue" Stevan berjalan lebih jauh.


"lo tau, bahkan orang yang gue cinta mencintai gue karena kejelekan gue".


Lia terdiam.


"emang Ya! Gue ngak pantes buat dia! Gue orang jahat sedangkan dia baik! Gue orang kafir sedangkan dia alim! (mohon maap kafir disini tara solat:v) gue jelek dia cantik! GUE NGAK PANTES BUAT LO YA!".


"STEVANN!!!" Lia langsung menahan tangan Stevan yang sudah melayang di udara.


"LEPASIN YA! BUAT APA LO BIARIN ORANG JAHAT KAYAK GUE HIDUP! BUAT APA?!".


"jangann Stevann" Lia tetap menangis.


"LEPASIN--". "GUE JUGA SAYANG SAMA LO!" potong Lia.


Stevan menatap tak percaya.


"gue juga cinta sama lo Van.." ucap Lia lembut sambil menahan bobot tubuh Stevan yang semakin melenggang.


Stevan meneteskan airmatanya.


"STEVAN BUKAA!!" teriak Liam dan Devan dari balik pintu rooftof yang terkunci.


"lo ngak boleh tinggalin gue sendiri.." sambung Lia.


Stevan tersenyum.


"gue.. Gue, gue ngak mau ditinggal first love gue!" Lia mengenggam tangan Stevan makin kuat.


"gue juga.." jawab Stevan.


BRUK


Liam dan Devan langsung menghampiri Lia dan membantunya untuk menarik Stevan kembali ke atas.


Mereka semua bekerja sama menarik Stevan dengan tangan kosong dan juga doa~


Sampai akhirnya usaha mereka membuahkan hasil, Stevan langsung memeluk Lia dengan erat.


Lia mencubit keras perut Stevan dan Stevan pun langsung meringis kesakitan.


"CARI KESEMPATAN AJA LO BUKAN SUAMI GUE JUGA!" Lia langsung pergi keluar dari rooftof.