Babad Jawa

Babad Jawa
Chapter 9 Pertarungan dengan Sebuah Reuni



teratai hitam terbagi menjadi beberapa tingkatan sesuai kemampuan anggota, anggota yang setara dengan pendekar biasa akan menjadi pasukan infantri


kemudian pendekar dengan peringkat sakti atau mandraguna mereka mungkin menjadi kapten infantri.


pendekar dengan tingkat betara akan dijadikan senopati level ini membuat pendekar ini diperbolehkan memggerakan infantri, sesuai kebutuhan mereka.


trakhir mungkin yang paling tinggi adalah tingkat brahmana, pada tingkatan ini teratai hitam tidak akan melibatkanya dalam urusan teratai hitam, dia akan menjadi kuda hitam atau senjata pamungkas ketika peperangan sedang berlangsung.


hutan bambu hitam adalah salah satu tempat yang paling misterius di jawa, selain jalannya yang terjal ada banyak siluman yang kuat. kebanyakan orang akan lebih memilih untuk memutari kawasan hutan ini.


namun bagi pasukan bawah tanah seperti teratai hitam hutan ini adalah tempat yang sangat tepat untuk bersembunyi. beberapa buronan lebih memilih tinggal di hutan bambu hitam daripada harus menjadi incaran pasukan kerajaan atau para pemburu hadiah.


selain menjadi tempat yang angker konon di hutan ini ada sebuah black market tempat menjual benda-benda terlarang, hanya para pendekar dengan ilmu yang cukup tinggi berani masuk ke hutan ini.


malam hari di hutan bambu hitam.


lima orang prajurit teratai hitam sedang berjaga seekor siluman laba-laba sedang mengintai mereka. siluman laba-laba ini muncul ketika malam tiba ketika para penjaga lengah. siluman ini berniat untuk menjadikan mereka ujicoba ilmu siluman laba-laba. ilmu siluman ini cukup tinggi karena telah hidup dalam waktu yang cukup lama.


lima orang prajurit bermain kartu di sebuah pos penjagaan


iwan : coy aku kebelet aku ke semak2 dulu ya


tukiman : makanya jangan makan banyak-banyak tahu pedasnya rasain lu


tanpa mereka sadari siluman laba2 telah menyergap prajurit itu, dan tak terasa sudah setengah jam iwan menghilang


budi : aku mau ambil minum bentar gaes ke markas ya


paimin : sekalian ambilin rokok cap ular sawah yah...


budi ketika sedang di jalan disergap juga oleh siluman laba-laba


satu jam kemudian


bodhet : maen kartu ber 3 doang kayak gini nggak enak menang mulu kalian cupu maenya


tukiman : buset boker aja ampe 3 jam makan batu kali ya,


bodhet : kali dia ketiduran cepat susulin sana


paimin : gue mau nyusulin rokok gua bentar y broh


bodhet : wokeyh


paimin kali ini di lumpuhkan juga oleh siluman laba-laba


kali ini mereka kebagian jaga pos bagian utara.


salah satu kemampuan dari siluman laba-laba adalah kemampuan mengendalikan mayat. dengan benangnya siluman laba-laba mampu mengendalikan puluhan mayat yang telah dia kumpulkan.


dengan tergesa-gesa tukiman menghampiri pos jaga.


"gawat min gawat "


"kenapa emangnya man"


"si iwan udah mati"


"kok bisa, kalo ngomong jangan sembarangan kowe ki"


"yakin ngapain aku bohong...."


tiba - tiba dari kejauhan ada seorang yang berjalan


"cangkemmu ya man itu orangnya kesini ndess.... ngerjani wong kowe"


"jangan deket-deket min bahaya"


paiman mendekati iwan


"wan katanya kamu udah mati, ngawur aja si tukimin"


"oowraaghhh... wrgenhhh...."


"iya ora nggenah iyo iku, ngomong ngomong kok bau eek ya wan"


"wrghh aergghhh"


"ohhhh nggak ada air"


kemudian tukimin menarik paiman


"rupamu ndess lihat udah mati iwan, ada darah di badanya tuh mengalir"


"eh iya mati kita jangan-jangan itu hantunya iwan kali min"


"kita ke markas aja kali man"


"yawdah kita ke markas aja"


"wan kita permisi dulu ya aku mau ambil pirring"


ketika mereka bersiap melarikan diri mayat iwan menarik pedang dari pinggangnya.


tukiman mengambil pedang dan melawan iwan. terjadilah pertarungan antara iwan dan mereka.


beberapa kali iwan berhasil di tebas namun kembali lagi bangun dan menyerang mereka berdua. tukiman akhirnya lari duluan meninggalkan paimin


"wong edan kancane di tinggal.... " akhirnya paimin ikut lari


tak berapa lama kemudian munculah budi dan bodhet yang jalan sempoyongan mendekati mereka.


"kalian habis nenggak ciu ya jalan kayak gitu" ucap tukiman


"hrrrmmmm "


"kan haram geblekk"


"uarghhjjhhhh "


ketika jarak mereka semakin dekat tukiman sadar bahwa mereka berdua sudah tidak bernyawa.


"wahhhhh... kalian ternyata udah mati"


paiman pun menebas leher bodhet tanpa kepala mayat bodhetpun tumbang. tak berapa lama kemudian tukimin datang alangkah terkejutnya tukimin karena melihat kedua kawanya keadaanya sama dengan iwan.


pertarungan selesai ketika hampir seluruh bagian dari mayat tersebut terpisah.


dari kejauhan seekor siluman mengamati pertarungan mereka, sebenarnya yang mengendalikan mayat - mayat penjaga itu adalah siluman laba-laba ini namanya adalah kirana.


"apa kau belum puas mencoba ilmu persemian bunga kematian?"


"hahaha... ternyata ilmu ini begitu mengasyikan untuk digunakan, aku sampai lupa waktu"


"ilmu itu harusnya adalah ilmu terlarang milik padepokan bunga darah yang sudah musnah, bagaimana kau bisa??"


"itu adalah pemberian dari mahaguru teratai hitam" sahut kirana


"hmmm... aku jadi iri sebagai orang terkuat kedua di teratai hitam"


orang yang bersama kirana adalah sugali adalah pendekar terkuat kedua di teratai hitam ilmu silatnya berada di tingkat batara.


"aku akan membantumu tuan tenang saja"


kirana



***


rombongan abirama berangkat membutuhkan waktu 3 hari bagi mereka untuk mencapai hutan bambu hitam. namun ada hal yang tidak mereka perhitungkan adalah jumlah musuh yang sangat banyak mengingat mereka akan melakukan penyerangan ke samudra pasai.


"abirama aku menemukan tempat informanku berada"


"baiklah kita kesana"


sampai di sebuah gubuk tua yang sepertinya berpenghuni


tok-tok-tok!


"permisi ada orang di rumah?"


"iya aku segera keluar "sahut seseorang dari dalam rumah


"ahhhh.... anjani lama tak jumpa bagaimana kabarmu"


"sayekti aku sehat bagaimana kabarmu, ini kawan-kawanku " sahut anjani


"baguslah ayo masuk semuanya, ada beberapa hidangan sederhana yang dapat kalian nikmati di dalam"


abirama masuk ke gubuk bersama-sama dengan sulawi dan indira sementara anjani berbincang-bincang sejenak dengan sayekti.


ketika berada di dalam gubuk untuk beberapa saat abirama merasakan hawa pembunuh yang samar-samar terasa. hal ini membuat abirama waspada dengan sayekti.


setelah beberapa saat anjani dan sayekti masuk dan bergabung dalam obrolan.


tak berapa lama kemudian munculah pasukan teratai hitam yang mengepung gubuk tersebut.


"keluar kau pendekar harimau. hari ini tamat riwayatmu"


sontak sulawi dan indira kaget, mereka kaget karena kedatangan mereka seharusnya tidak diketahui musuh.


sayekti mengeluarkan pedang dan menyerang anjani. namun dengan sigap anjani menghindari serangan mendadak tersebut.


"kau pikir kami bodoh ya...." anjani membalas serangan rahasia tersebut dan menendang sayekti ke belakang.


"eghhh... kebodohanmu adalah datang kemari itu sama saja dengan mengantar nyawa kalian" perlahan-lahan wajah sayekti berubah.


"siapa kau sebenarnya" ucap anjani


"aku adalah siluman seribu wajah sewurai, dan temanmu sudah lama mati ketika aku menyamar menjadi dirimu dan membeberkan semua informasinya sungguh malang hahaha... "


" bajindallll.... tehnik harimau langkah gunung... " anjani dalam sekejab menghilang dari pandangan, kemudian muncul di samping sewurai.


"tehnik harimau tapak sakti"


duaagggg....


pukulan kena kepala sewurai dan melemparnya menembus dinding gubuk menuju ke pasukan yang sedang mengepung gubuk itu.


"sepertinya kita akan bertempur cukup keras hari ini" ucap sulawi sambil mengeluarkan pedang kembarnya.


"aku juga akan bertempur guru"


"yahhh... baru aku mau menikmati hidangan karena sudah lapar " abirama memasang kuda-kuda


di depan gubuk ada kirana dan hutasena yang memimpin pasukan itu. mereka berdua dipercaya untuk membunuh anjani.


"pasukan regu panah serang mereka" ucap hutasena


puluhan panah melesat menghujani gubuk tersebut namun sebuah tebasan angin melesat menghalau panah-panah tersebut.


satu tebasan lagi menuju ke arah hutasena namun dengan mudah di hindari olehnya.


empat orang melesat menuju kehadapan pasukan ini.


" kalian sebaiknya menyerah, mungkin aku hutasena akan berbaik hati untuk membiarkan beberapa dari kalian lolos"


"kau hutasena tutup mulutmu dan rasakan tajamnya pedang kembarku ini yang akan meladeni kesombonganmu"


"banyak bicara... anjiir....." hutasena melemparkan beberapa jarum kearah sulawi.


sulawi menghindari jarum-jarum tersebut.


"jadi seperti ini kau membunuh adiku, tak kusangka dengan cara kotor seperti ini adiku akan tewas" sulawi bergerak mendekati hutasena


"jadi kau mau balas dendam ya, kurasa kau lebih baik menyusul adikmu yang kau sayangi" hutasena kembali melemparkan jarum kearah sulawi namun dengan tangkas sulawi kali ini menangkis jarum-jarum tersebut dengan pedangnya.


"pasukan serang mereka!!!" kirana memerintahkan pasukan untuk menyerang


mereka berempat bertarung dengan pasukan infantri teratai hitam, kirana dan hutasena mundur sejenak untuk mengatur strategi.


tak berapa lama kemudian pasukan infantri teratai hitam telah di lumpuhkan tersisa beberapa pasukan yang terluka cukup parah. banyaknya pasukan infantri teratai hitam cukup menguras tenaga.


"bersemilah bunga kematian ajian persemian bunga kematian...." puluhan mayat pasukan teratai hitam berdiri sempoyongan dan bersiap untuk menyerang.


"dasar bedebug.... ilmu ini adalah ilmu terlarang bunga darah " teriak sulawi


"ini akan menjadi hari yang cukup melelahkan kawan, kalian harus memisahkan kepala dengan tubuhnya untuk melumpuhkan pasukan ini" jawab abirama


"taruh sini pasukanmu biar ku cabik-cabik tak bersisa" anjani benar-benar tidak sabar ingin membantai mereka


kali ini hutasena bergabung di pertempuran melawan sulawi. hutasena mengeluarkan pedang pusakanya jarum perak merah. adalah sebuah pedang penusuk (seperti sebuah pedang anggar tipe degen)


tak lama kemudian ada dua pendekar bergabung dengan mereka.


"sepertinya kalian sedang berpesta ya"


"berpesta tanpa mengajak tuan rumah sungguh tidak sopan"


gitasena dan destrajaya bergabung dalam pertempuran kali ini. di dunia kemampuan racun mereka berdua adalah salah satu yang terbaik.


"wah ada katak dan kalajengking bergabung sepertinya kalianlah yang sedang reuni" ucap abirama


"ku dengar kakak seperguruanmu akhirnnya mati"


"kalau bukan karena racun dari guru kalian pasti dia masih hidup, tapi dengan tewasnya guru kalian ku kira kita impas disini" jawab abirama dengan ekspresi serius kearah destrajaya


"tehnik racun jurus nafas katak biru" destrajaya mengeluarkan tehnik racunnya kepada abirama. racun ini tidak berpengaruh pada mayat hidup karena mereka pada dasarnya sudah mati.


pukulan demi pukulan di adu abirama dan destrajaya sama-sama kuat.


di bagian utara gubuk ada sulawi yang sedang bertarung ilmu pedang dengan hutasena pertarungan sangat sengit karena ilmu pedang mereka berlawanan aliran.


sedangkan kirana berhadapan dengan anjani beradu pukulan pukulan anjani memang kuat namun jaring yang dikeluarkan kirana tidak dapat diremehkan kekuatanya.


di atap gubuk ada indira melawan gitasena pertarungan ini berat sebelah karena gitasena benar-benar unggul secara pengalaman.


secara keseluruhan pasukan teratai hitam berada di atas angin mengingat mereka masih dibantu oleh mayat hidup kirana tinggal masalah waktu sampai mereka berempat kehabisan tenaga. situasi yang sangat sulit bagi mereka.