
Bukit tangkuban prahu
Bukit tangkuban prahu adalah daerah yang sangat indah dengan pepohonan yang rindang di lereng bukit terdapat padepokan persilatan tempat menempa ilmu, padepokan ini bernama Agra Leksana.
Dalam padepokan ada struktur kepemimpinan layaknya sebuah sekolah status tertinggi di padepokan adalah maha guru adalah orang yang di anggap paling sakti dan paling bijak, kemudian tetua adalah orang yang memiliki pengalaman yang tinggi, berikutnya adalah para guru pendekar-pendekar dengan kemampuan yang cukup dan dianggap menguasai ilmu persilatan mendalam.
Kemudian ada para murid, murid di padepokan silat terbagi menjadi 3 kelas yaitu kelas bawah adalah murid dengan pengalaman dan ilmu yang masih awam, kemudian kelas menengah adalah siswa dengan kemampuan dasar yang mumpuni. Sedangkan siswa atas adalah siswa yang telah mendalami tingkat penerapan dan mengikuti misi untuk mengasah keterampilan dan memperoleh pengalaman.
Padepokan Arga Leksana memiliki maha guru yaitu batara Brawijaya kesaktiannya sangat tinggi dan kemampuan silatnya salah satu yang diperhitungkan di pulau jawa.
Pagi-pagi seorang pendekar membawa seorang anak laki-laki yang tak terasa sudah 7 tahun berlalu sejak ditinggalkan keluarga,dia adalah Abirama meskipun kewalahan mengurusi lintang namun lama kelamaan dia mulai terbiasa, dan menganggap lintang seperti anaknya sendiri.
Lintang boleh mengikuti pembelajaran di padepokan setelah usianya 7 tahun, hari ini usianya genap 7 tahun sehingga Abirama membawa lintang ke padepokan.
Abirama merupakan salah satu guru yang disegani padepokan Agra Leksana, dalam pembelajaranya siswa bawah mempelajari cara membaca, latihan fisik dan tenaga dalam.
Lintang sejak dini menunjukan kecerdasan yang tinggi, dan lintang selalu rajin dalam setiap pelajaran. Dia banyak menghabiskan waktu di perpustakaan terkadang meminjam buku perpustakaan untuk dibaca di rumah Abirama.
***
Di rumah Abirama
"nak lintang kenapa kamu suka sekali membaca buku"
"aku tertarik dengan isi bukunya yah,"
"kamu tidak main dengan anak-anak "
"aku kurang suka main sama mereka yah"
Sejak usia dini Abirama selalu menempa fisik dan mental dari lintang. Sehingga kedewasaanya muncul sejak dini, karena sering berlatih fisik lintang memiliki tenaga seperti anak 10 tahun meskipun tanpa menggunakan tenaga dalam.
Banyaknya buku yang dia baca semakin menambah wawasannya, dan membuatnya semakin haus dengan pengetahuan. Tak jarang ketika pembelajaran dilakukan lintang sudah terlebih dulu tahu membuat dia bosan di kelas.
Di kelas ada 12 orang yang berada di kelas bawah seorang gadis bernama Arum Kenanga adalah teman yang dekat dengannya. Kemudian ada putra salah satu tetua Daniswara yang merupakan anak umur 10 tahun.
Arum adalah gadis yang periang dan sangat cerdas, dia mampu mengingat materi pembelajaran dengan cepat dan sangat baik dalam ilmu herbal. Lintang pertama kali bertemu dengan Arum diperpustakaan karena keduanya merasa cocok akhirnya mereka menjadi teman baik.
Daniswara adalah putra satu-satunya dari tetua Widura, karena itu dia sangat dimanja dan salah satu pembuat masalah di kelas. Beberapa kali Daniswara membuat masalah namun karena pengaruh ayahnya dia selalu selamat.
Danis sebenarnya adalah anak yang kuat dia memiliki stamina yang cukup tinggi namun prilakunya yang selalu mengundang masalah membuatnya tetap berada dikelas bawah.
Lintang bertemu danis ketika keduanya mendapat hukuman karena terlambat kepadepokan ketika menolong seorang nenek-nenek yang patah tulang di kaki gunung.
***
Hari ini adalah ujian fisik
Para murid akan memindahkan batu dari lereng gunung ke puncak gunung secepat mungkin.
Pengajar fisik hari ini adalah guru Mahaprana
"anak-anak hari ini adalah latihan fisik untuk menguji stamina dan ketahanan kalian untuk masuk ke kelas tengah. "
"aku akan menjadi yang pertama sampai" kata Daniswara
"itu hanya dalam mimpi mu danis, lewati aku baru kau sesumbar" kata Arum dengan nada yang mengejek
Mendengar kedua temanya saling bersaing lintang menimpali "kalian boleh bersaing setelah aku sampai di atas terlebih dahulu" dengan lantang.
Pandangan yang penuh persaingan keduanya kini tertuju pada lintang.
Ujian pun segera di mulai para murid berlari membawa batu yang telah disediakan oleh guru Mahaprana. Medan yang terjal di. Tambah bobot dari batu membuat ujian ini semakin sulit.
Tak disangka ditengah ujian hujan lebat mengguyur mereka. Beberapa siswa memutuskan untuk tidak melanjutkan ujian hari ini namun mereka bertiga masih asik bersaing.
***
Seorang pendekar sedang bertarung dengan seekor siluman yang langka yaitu seekor rubah api. Rubah api adalah sejenis siluman yang memiliki khasiat untuk menambah tenaga dalam dan meningkatkan kemampuan elemen api.
Seorang pendekar yang kuat sedang bertarung dengan sesosok manusia yang memiliki ekor dan diselimuti api.
Pendekar itu bernama Chandra adalah pendekar yang telah mencapai tingkat akhir
"hari ini aku akan melenyapkanmu siluman"
"kenapa manusia selalu merepotkanku seperti ini, kalian pikir cuma kalian yang boleh tinggal di bumi" jawab siluman itu dengan nada yang datar
"kau siluman keberadaanmu selalu menimbulkan malapetaka"
"kalian salah bukan kami yang membawa malapetaka tapi karena kekejian kalian lah tuhan menghukum kalian"
"diam dasar siluman terkutuk, biarkan pedang ini yang bicara"
Keduanya bertempur dengan jurus-jurus mereka hingga menimbukan banyak kerusakan di tempat mereka bertarung. pertarungan mereka berlangsung dengan sengit dan cukup lama.
Kuat sekali siluman ini, tidak kusangkan jurus pukulanku tidak berpengaruh banyak, dalam benak Chandra sambil mengumpat dalam hati.
"mari kita akhiri pertempuran ini" sembari menyerang siluman rubah api
"pukulan penggetar bumi"
Dengan pukulan ini pendekar membuat gempa yang membuat tanah bergetar sebelum mengenai siluman rubah.
Seluruh tubuh rubah api diselimuti oleh api yang sangat panas bahkan tanah dan daun-daun disekitar siluman tersebut ikut terbakar.
Keduanya pun beradu jurus hingga keduanya terpental cukup jauh. Melihat hasil pertandingan tidak sesuai dengan harapannya, Chandra meninggalkan pertarungan ketika siluman rubah terpental.
Luka dalam yang diderita siluman rubah memang sangat besar terlebih dengan menggunakan kekuatan terakhir membuat tenaga dalam yang dimiliki siluman rubah tak bersisa.
Siluman rubahpun memasuki goa di sekitar puncak untuk beristirahat.
***
Di dekat puncak bukit
Lintang sedang berlomba menuju puncak, meskipun guru Mahaprana sudah menghentikan ujian ini namun karena ketiganya terlalu asik bersaing akhirnya peringatan Mahaprana tidak terdengar.
Ketika hujan semakin lebat tiba-tiba batu berjatuhan menghampiri mereka, satu batu yang cukup besar menghampiri Arum namun belum sempat Arum menyadarinya batu tersebut telah mengenai kaki arum.
Ahhhhhh.... , kaki Arum patah karena terkena batu.
Danis dan lintang segera menghampiri Arum yang sedang mengerang kesakitan.
"ternyata cukup parah keadaanya, kurasa Arum tidak akan bisa jalan untuk beberapa waktu." lintang memeriksa keadaan arum.
Kemudian sebuah rengkahan muncul dan memisahkan lintang terbawa longsoran tanah, melihat kejadian itu danis hanya mampu menyelamatkan Arum yang sedang terluka.
Lintang terbawa longsoran ke sebuah goa dan tertutup longsoran tanah, tidak lama kemudian di dalam goa lintang akhirnya pingsan.
***
Melihat lintang terbawa longsoran Daniswara berniat menolongnya, namun karena kondisinya yang tidak memungkinkan akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan dari orang-orang di padepokan.
Diperjalanan Arum sebenarnya ingin tetap di tempat longsor namun karena kondisinya danis membawa paksa arum.
Tak berapa lama kemudian danis bertemu dengan Mahaprana, yang sedang mengumpulkan beberapa murid yang sedang ujian.
"guru lintang terbawa tanah longsor ke lereng" dengan nada panik
"kalian tidak apa-apa, kalian seharusnya tidak melanjutkan ujian saat hujan mulai lebat tadi.... " sembari menenangkan keduanya Mahaprana menjawab
"maafkan murid guru murid kurang pandai menghargai guru" jawab danis dengan pandangan tertunduk.
"baiklah kalian bersama murid - murid langsung ke bawah saja dan sampaikan berita ini ke tetua supaya bisa di tindak lanjuti, danis dimana longsoran tanah tempat lintang berada?"
"di puncak bagian utara disamping batuan pak" jawab danis sambil menunjuk arah utara.
Gempa bumi yang sedang terjadi adalah akibat dari pertarungan Chandra dan siluman rubah api. Sebenarnya Mahaprana sendiri telah merasakan tenaga yang sangat tinggi yang berada di sekitar bukit namun tiba-tiba tenaga itu menghilang.
Di tempat terjadi longsoran terlihat beberapa pohon tumbang namun dia belum menemukan tanda-tanda keberadaan lintang. Beberapa saat kemudian beberapa pendekar menghampiri tempat itu salah satunya adalah Abirama.
Abirama mengamati situasi di sekitar tempat kejadian namun samapai sore hari belum terlihat tanda-tanda keberadaan lintang. Karena hari telah petang pencarian pun di hentikan.
***
Di dalam goa
Siluman rubah berusaha menyembuhkan lukanya saat tiba-tiba tanah longsor menutup pintu masuk goa. Dan bersama tertutupnya goa ada seorang anak yang terbawa oleh tanah longsor.
"sialan luka yang aku terima telah merusak keseimbangan cakra ditubuhku, aku sepertinya akan istirahat untuk waktu yang sangat lama" gumam siluman rubah api.
Melihat tanah longsor yang menutup jalan sebenarnya tidak masalah bagi siluman namun karena sedang terluka maka mustahil baginya untuk menyingkirkan batuan yang menutupi goa.
"wah ada anak kecil yang terbawa, apa aku harus membunuhnya" tanya siluman kepada dirinya sendiri
"ah ku biarkan saja dia siapa tahu ketika siuman akan menjadi hiburan yang menarik sebelum ku bunuh"
siluman rubah itu membawa lintang masuk kedalam goa.
***
Hari keempat semenjak kejadian tanah longsor pencarian yang tidak membuahkan hasil membuat beberapa tetua memutuskan untuk mengurangi regu pencari di bukit. Namun Abirama belum putus asa mencari keberadaan anak angkat sekaligus muridnya itu.
Arum yang kakinya belum benar-benar sembuh, sambil dipapah oleh danis menemui Abirama
"maaf guru Abirama karena aku lintang jadi tidak terselamatkan" kata Arum dengan nada sedih
"ini bukan kesalahanmu nak lintang ini adalah salah satu takdir dan kehendak tuhan, jadi sekali lagi jangan salahkan dirimu atas kejadian ini" dengan nada yang tenang berusaha menenagkan Arum yang menahan air matanya.
"aku juga minta maaf guru karena tidak mampu berbuat lebih untuk menyelamatkan lintang" dengan pandangan menunduk danis menyampaikan maafnya.
"kalian adalah teman baik lintang, kuharap kalian jangan menyalahkan diri kalian atas kejadian ini, semua ini sudah kehendak yang maha kuasa, kurasa lintang pasti merasa sangat beruntung memiliki teman seperti kalian"
Mendengar perkataan Abirama keduanya menjadi lebih tenang dan sedikit meringankan beban perasaan keduanya yang tidak dapat menolong rekan seperguruanya.
----------×××××-------------
***Maaf para pembaca sekalian mohon bantuanya untuk konfirmasi dengan like atau jempolnya sukur-sukur bisa di vote, author sedang mempertimbangkan untuk menyelesaikan novel ini jika memang sedikit peminatnya hal ini karena kesibukan dan lain sebagainya di dunia nyata.
konfirmasi yang saya maksud adalah untuk memastikan jika memang para pembaca benar-benar menikmati atau menginginkan kelanjutan dari novel ini***.
mohon maaf sebelumnya sebelumnya semoga sehat selalu