Babad Jawa

Babad Jawa
Chapter 11 Pasar Gelap Pringharjo



Pasargelap pringharjo adalah sebuah pasar yang menjual banyak barang eksotik, beberapa barang bahkan tidak boleh diperjual belikan, sebagian lagi adalah barang yang amat langka dan sebagian lagi adalah barang hasil jarahan dan sebagainya. pasar ini tidak secara resmi di dukung oleh kerajaan sehingga keberadaanya sangat misterius.


pasar ini juga menjadi tempat pelelangan pusakan-pusaka atau bahan yang langka dengan peserta yang misterius.


kelompok abirama memutuskan untuk mundur dan mencari tempat peristirahatan.


mereka menuju ke sebuah desa kecil yang cukup jauh. sulawi yang terluka cukup parah masih tidak sadarkan diri. darah segar mengucur dari luka bekas tusukan yang diperolehnya dari hutasena.


kota karangtaruna adalah kota yang terletak di bagian selatan hutan bambu hitam.


setelah masuk di dalam desa yang mereka temui adalah penduduk yang sangat bervariasi ada berbagai macam suku yang tinggal di tempat ini, ada banyak suku seperti sunda, batak, minang bahkan orang timurpun ada selain suku manusia bahkan ada juga siluman yang ikut meramaikan hiruk pikuk di desa ini. melihat hal ini mereka sangat terkejut mengingat manusia biasanya bermusuhan dengan bangsa siluman.


rombongan abirama datang dengan dua orang yang terluka tentu hal ini mengejutkan penjaga kota, dan membuat mereka jadi waspada.


abirama segera mencari tabib yang ada di kota untuk mengobati luka sulawi dan indira. dengan bertanya kepada penduduk desa akhirnya mereka diberitahu nama tabib di kota tersebut yaitu tabib kusuma. mereka bergegas menuju ke balai pengobatan


sulawi sudah tidak sadarkan diri karena kehilangan banyak darah, melihat gurunya yang mengeluarkan banyak darah indira semakin sedih karena kemungkinan besar sulawi tidak akan tertolong.


sebuah rumah joglo yang terbuat dari kayu jati dengan pekarangan yang cukup luas abirama segera membawa masuk sulawi dan membaringkanya di sebuah meja di depan rumah itu.


"permisi pak kami membawa orang sakit" abirama sedikit berteriak di depan pintu


tak lama kemudian sesosok laki-laki paruh baya dan orang tua menghampiri mereka


"ada apa kalian kesini" ucap laki-laki itu


"aku abirama kami membawa pasien"


"oh begitu silahkan masuk baringkan dia di kamarku " orang tua tersebut mengantarkan abirama dan sulawi menuju ke kamar


anjani dan yang lainya menunggu di luar rumah, berharap yang terbaik


di dalam kamar


benda-benda asing menghiasi dinding kamar dan peralatan yang belum pernah dilihat abirama membuat dia tertegun.


suara pintu terbuka membuat abirama kembali fokus.


"maaf belum sempat berkenalan namaku adalah kusuma aku seorang tabib salam kenal"


tabib kusuma langsung menggunakan tenaga dalam untuk melihat luka


"lukanya sangat dalam, akan ku berikan pereda rasa sakit untuk menghilangkan rasa sakitnya, namun aku tidak bisa jamin dia akan selamat"


tabib kusuma segera membungkus luka yang di alami sulawi dengan kain dan memberinya beberapa ramuan.


setelah keluar dari rumah itu mereka segera mencari penginapan untuk beristirahat.


di ujung jalan ada sebuah penginapan sederhana berdiri pemilik penginapan itu adalah seorang pendekar bernama rendra.


anjani menghampiri meja reservasi hotel


"permisi ada yang bisa dibantu tuan-tuan dan nona-nona" ucap kasir


"maaf apakah tersedia kamar untuk 5 orang "


"mohon maaf sebelumnya kami hanya punya 3 kamar karena nanti malam ada perayaan hari jadi kota sebagian kamar telah terisi"


"baiklah kami sewa semua kamar itu"


"terimakasih, harga sewa per malam adalah 30 perak"


"baiklah simpan kembalianya" kinanti mengeluarkan 1 keping uang emas


"terimakasih nona"


pelayanpun segera mengantar mereka ke kamar masing-masing


menjelang malam suasana menjadi semakin ramai karena orang-orang berkumpul untuk merayakan hari jadi kota ini, meskipun ini adalah kota kecil namun ada banyak sekali budaya yang berada di kota ini.


kinanti dan anjani bergegas keluar dan membaur dengan warga sekitar


"lama tak jumpa bagaimana kabar mu "


ucap kinanti


"aku lumayan baik, terimakasih atas bantuanmu jika tidak mungkin kami akan terbunuh di pertempuran kemarin"


"ah kau masih saja sungkan setelah petualangan terakhir kita" ucap kinanti


"ngomong-ngomong bagaimana kau bisa sampai kesini? ada urusan apa" ucap anjani penasaran


"baiklah, hanya kepadamu aku bercerita aku mendapat tugas untuk memburu seorang buronan kerajaan, dia telah mencuri pusaka kerajaan yang amat berharga"


"hmmm... seperti itu ya, sepertinya akan lumayan lama untuk di selesaikan mengingat situasi kerajaan juga sedang tidak kondusif akhir-akhir ini" ucap anjani


"ngomong-ngomong bagaimana hubunganmu dengan abirama sudah ada kemajuankah?"


"anjirrr... hahaha kok bisa sampe ke situ lagi obrolan kita"


"lagian lu lama...., giliran menghajar orang kuakui kau jagonya tapi masalah cinta kau pecundang sejati"


"aku tidak tahu kenapa tapi ketika aku dekat dengannya lidahku kaku untuk hal-hal yang berbau romantisme, sepertinya kau punya saran yang patut ku coba?"


"aku..., andaikan aku punya kemampuan untuk memundurkan waktu aku akan berusaha lebih baik untuk mempertahankan keluarga kecil kami dan andaikan aku bisa menukar waktu hidupku untuk mengulang kembali masa lalu pasti akan aku tukar dengan ikhlas dan tanpa ragu" dengan wajah yang menyesal kinanti mengatakan hal itu


"maaf jika membuatmu sedih"


"tidak apa, malam ini untuk merayakan persahabatan kita sekaligus pertemuan tak terduga malam ini akan ku traktir makan"


"terbaik memang kawanku ini"


mereka berdua menuju restoran terbaik di kota ini dengan riangnya


***


"sepertinya kalian bertempur habis-habisan, begitu kuatkah pendekar harimau itu?"


"maafkan kami, kalau tidak ada bantuan dari dua orang misterius pasti kami berhasil membunuh pendekar harimau"


"kirana bagaimana keadaannya? bukankah dia bersama kalian"


"kebetulan dia yang melawan pendekar harimau, kemampuannya mampu mengimbangi pendekar harimau dan mampu menekan pendekar harimau"


"berarti tidak salah mahaguru memberikan ilmu persemian bunga kematian kepadanya, ngomong-ngomong mana katak tua destrajaya?"


"dia terluka cukup parah oleh abirama, dia berada di ruanganya"


"abirama si pendekar bayangan, dulu kakak seperguruanya yang membunuh guru dari destrajaya sekarang benar-benar padepokan agra leksana memiliki pendekar-pendekar yang kuat"


"sepertinya mereka melarikan diri ke kota karang taruna"


"hmmm... kebetulan sekali aku sedang ingin membeli beberapa senjata di pasar gelap pringharjo, baiklah aku mau ngudud dulu kalian beristirahatlah dulu"


pendekar naga merah meninggalkan kamar gitasena.


***


di dalam goa siluman rubah api ada begitu banyak ruangan yang telah di buat surya selama bertahun-tahun bagi orang yang baru menemukanya di antara gelapnya goa adalah hal yang mustahil namun bagi surya hal ini tidak menjadi masalah karena penciuman yang terlatih mampu membedakan bau yang berbeda.


beberapa tahun di dalam goa membuat panca indra lintang menjadi terasah, di dalam lorong-lorong goa juga membuat ingatan lintang menjadi lebih tajam, di dalam goa lintang bahkan mampu melihat dengan baik di saat cahaya begitu minim.


"lintang sepertinya kita akan mengunjungi kawan lamaku, siapkanlah barang yang kau butuhkan karena kita akan keluar goa untuk waktu yang cukup lama"


"baik guru, kalau boleh tahu kita akan kemana guru"


"nanti kau akan tahu di perjalanan"


lintang pun segera menyiapkan perbekalanya dan dengan semangat mengumpulkan barang-barang yang akan dia butuhkan, hal ini menjadi kebahagiaan tersendiri mengingat sudah beberapa tahun belum keluar goa.


meski terluka cukup parah pada pertarungan sebelumnya beberapa tahun waktu istirahat membuat tingkat kepulihan surya 70% hal ini membuat dia cukup percaya diri untuk keluar dari goa.


***


kerajaan antareja sedang melakukan rencana pembangunan sebuah benteng untuk memperkuat kerajaan dari serangan musuh yang tidak terduga. rencana ini melibatkan 2000 pekerja dan budak yang diperoleh melalui penaklukan beberapa daerah.


raja dari antareja sekarang adalah wisnu aji seorang pendekar kuat yang disegani rakyatnya, namun dia belum dikaruniai keturunan yang membuat pikirannya cukup kalut mengenai penerusnya kelak.


wisnu aji begitu disegani rakyat karena sifatnya yang ramah dan bersahaja. tindakan yang diambilnnya selalu dipikir matang-matang agar tidak merugikan rakyat.


pembangunan benteng ini bertujuan untuk melindungi rakyat dari serangan binatang buas dan siluman jahat yang ada di hutan. beberapa tahun ini ancaman binatang buas meningkat karena sebab yang belum diketahui.


wisnu aji punya dua orang kepercayaan yaitu wisanggeni dan brataputih kedua orang ini adalah patih sekaligus bawahan langsung dari wisnu aji.


antareja memiliki pasukan kusus yang melakukan tugas rahasia yang bertujuan untuk mempertahankan kedaulatan antareja adalah pasukan pisau emas. pasukan ini berada langsung di bawah raja untuk melakukan hal-hal yang dibutuhkan.


malam ini para perwakilan daerah akan bertemu dengan sang raja di ibukota, untuk membahas perkembangan situasi di kerajaan antareja.


empat kepala daerah antareja diantaranya adalah pramudya walikota dari kota kalisewu, kota kalisewu adalah kota administrasi bagian selatan dari kerajaan antareja yang artinya kontrol wilayah selatan berada di kota ini. tiga orang lainya adalah penguasa bagian utara, barat dan timur sedangkan bagian tengah adalah ibukota antareja yaitu melatiraharjo.


"Baiklah selamat malam semuanya, malam ini kita akan membahas mengenai persiapan pembangunan benteng untuk melindungi wilayah kita, adakah yang mau menyampaikan keadaan wilayahnya terlebih dahulu"


"baiklah saya mohon ijin menyampaikan pertama paduka, bagian selatan sudah siap paduka namun ada beberapa gangguan datang dari organisasi teratai hitam mereka mencoba membunuh saya, dicurigai motifnya adalah mengganggu pembangunan benteng"


"baiklah kalau demikian aku akan mengirim team investigasi untuk menyelidiki masalah ini, adalagi yang mau disampaikan pramudya??"


"tidak paduka"


"berikutnya siapa lagi??"


"bagian timur mohon ijin untuk menyampaikan perkembangan paduka"


"silahkan hendra "


"kota administrasi bagian timur kallingga mendapat laporan bahwa destrajaya dan kelompok teratai hitam melakukan pertemuan di daerah kami hal ini sangat mencurigakan dan berpotensi merusak keamanan daerah kami"


"baiklah laporan saya terima dari sini terlihat pergerakan mereka semakin masif dan kentara, ada lagi yang mau disampaikan kalau tidak silahkan yang lain melanjutkan"


"bagian utara mohon ijin untuk menyampaikan laporan paduka"


"silahkan birawa"


"ada kabar baik paduka berkaitan menghilangnya perampok kebo ireng dan pimpinanya mahesasura karena dikalahkan oleh pendekar misterius"


"akhirnya ada kabar bagus juga malam ini, pastikan keamaanan rakyat terjaga karena kalau rakyat tenang kerajaan akan stabil, adalagi yang mau disampaikan?? kalau tidak silahkan bagian barat laporanya"


"maaf paduka saya menyampaikan informasi yang sedang berkembang berkenaan dengan buronan kerajaan samudra pasai yang kemungkinan besar berada di kota indramayu, kalau kita gegabah bisa jadi samudra pasai menganggap kita musuhnya dan memungkinkan terjadi peperangan"


"baiklah untuk menghindari hal ini aku akan mengutus pasukan pisau emas untuk menangkap buronan itu setelah rapat aku harap kau menemuiku untuk mendiskusikan mengenai ciri - ciri atau informasi tentang buronan ini"


"baik paduka "


"baiklah untuk pembangunan benteng untuk segera dilakukan mengingat pentingnya benteng ini untuk keamanan rakyat dan kita akhiri pertemuan kita malam ini"


pertemuanpun berakhir dan para pemimpin daerah menuju kamar yang telah disediakan sebelumnya


----------×××××-------------


***Maaf para pembaca sekalian mohon bantuanya untuk konfirmasi dengan like atau jempolnya sukur-sukur bisa di vote, author sedang mempertimbangkan untuk menyelesaikan novel ini jika memang sedikit peminatnya hal ini karena kesibukan dan lain sebagainya di dunia nyata.


konfirmasi yang saya maksud adalah untuk memastikan jika memang para pembaca benar-benar menikmati atau menginginkan kelanjutan dari novel ini***.


mohon maaf sebelumnya s